kisah

Menengok para pemuja ISIS asal Indonesia di Suriah

Terdapat 450 warga Indonesia di kamp Ain isa dan 300 orang lainnya di kamp Al-Haul.

07 Februari 2020 23:55

Beginilah kondisi dalam sebuah tenda pernah dihuni keluarga anggota milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) asal Indonesia setelah mereka kabur dari kamp Ain Isa di utara Suriah, Oktober tahun lalu, beberapa hari setelah pasukan Turki menginvasi wilayah dikuasai etnis Kurdi itu.

Tenda sederhana itu berantakan. Bagian depan menjadi pintu keluar masuk robek. Pakaian, bantal, dan sandal berserakan. Tenda itu berukuran sekitar 2x3 meter. Kotor dan kusam.

Di dalamnya juga ditemukan sebuah buku harian. Salah satu isinya adalah tulisan hadis Nabi Muhammad artinya, "Siapa berhijrah kepada Allah dan RasulNya, berarti dia sudah berhijrah kepada Allah dan RasulNya. Siapa berhijrah demi dunia dan istri, maka dia sudah berhijrah kepada mereka."

Di buku itu pun, terdapat sebuah nomor telepon seluler. Ketika Albalad.co menghubungi nomor itu, yang menjawab adalah lelaki Turki. Dia sama sekali tidak bisa berbahasa Inggris. Entah pria itu suami dari perempuan Indonesia penghuni tenda di kamp Ain Isa atau bukan.

Juga terdapat daftar 450 nama warga Indonesia ditulis tangan di atas brosur Perserikatan Bangsa-Bangsa oleh seorang penghuni kamp Ain Isa, termasuk 295 nama disebut sedang berperang bersama ISIS.

Sejak Turki menyerbu wilayah Rojava, wilayah otonomi Kurdi secara de facto di utara Suriah, ISIS seperti memperoleh energi baru untuk bangkit lagi. "Serangan dilakukan oleh ISIS makin meningkat sejak invasi Turki ke wilayah Rojava," kata Robin Fleming, peneliti di Rojava Information Center kepada Albalad.co kemarin.

Menurut dia, sejak saat itu banyak penghuni kamp dan anggota ISIS kabur dari penjara. Mulai dari kamp Ain Isa, Qamisyli, hingga kamp Al-Haul.

Robin menambahkan Desember tahun lalu tenda-tenda dihuni warga Indonesia di kamp Al-Haul dirusak oleh penghuni lain. "Karena mereka menolak ikut pengajian ISIS," ujarnya.

Jalal Ayaf, kepala kamp Ain Isa, mengungkapkan Oktober tahun lalu 859 orang asing merupakan kerabat dari anggota milisi ISIS kabur dari sana. Ketika peristiwa ini terjadi, sel-sel tidur ISIS dalam kamp bergerak dan menyerang petugas keamanan kamp. "Keluarga anggota ISIS menghuni kamp Ain Isa berasal dari Rusia, Indonesia, Inggris, Pakistan, dan Bangladesh," ujarnya.

Kamp Ain Isa - dibuka sejak April 2016 - dihuni 12.226 orang asing keluarga anggota ISIS. Kamp ini menempatiu lahan seluas 0,26 kilometer persegi.

Kalau di kamp Ain Isa terdapat sekitar 450 warga Indonesia, menurut Eylu, pejabat di kamp Al-Haul, terdapat 300 warga Indonesia di sana. "Ada seratus perempuan dan anak-anak Indonesia. Jumlah mereka 300 orang," tuturnya kepada Albalad.co tahun lalu.

Selain di Al-Haul, kota kecil kecil di Provinsi Hasakah, utara Suriah, warga Indonesia juga menghuni kamp Roj, juga di Hasakah. Dalam kamp Roj, ada sekitar 1.200 perempuan dan anak-anak warga asing merupakan keluarga anggota ISIS.

Albalad.co memiliki data lebih 314 warga Indonesia bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak. Mereka berangkat ke sana antara 2013 hingga 2016. Ada yang berangkat sendirian, bersama keluarga, atau rombongan.

Selain itu, data dimiliki Albalad.co adalah 116 orang warga Indonesia tewas dalam pertempuran bareng ISIS di Irak dan Suriah. Di antara mereka ada yang meninggal karena menjadi pengebom bunuh diri, yakni Abu Mahmud al-Indunisiy, dari Kalimantan Timur, tewas pada 12 April 2015.

Kemudian Abu Muhammad al-Indunisiy, tewas di utara Baghdad pada 14 April 2015 dan satu lagi Abu Muhammad al-Indunisiy, melancarkan serangan bunuh diri di Irak pada 2 Maret 2015.

Pengebom bunuh diri ISIS lainnya asal Indonesia adalah Hanzolah al-Indunisiy dari Lampung, tewas di Baiji, Irak, pada 11 Oktober 2014. Lalu ada hasbullah alias Abu Zurah dari banten, tewas pada 17 September 2015.

Yang menarik, Maskur alias Abu Muqbil al-Indunisiy asal Surabaya, tewas pada Mei 2015 di Aleppo (Suriah), menjadi eksekutor penyembelihan pekerja kemanusiaan dari Amerika Serikat Peter Edward Kassig pada November 2014.

Secara keseluruhan terdapat sekitar 14.500 jihadis ISIS asing dan keluarga mereka dalam tahanan dan kamp di Rojava, utara Suriah.

 

Daftar nama warga Indonesua terkait ISIS di kamp Ain Isa. (Rojava Information Center)

Belum ada keluarga ISIS asal Indonesia di Suriah menjalani program deradikalisasi

Sebanyak 76 keluarga ISIS dipindah dari kamp Al-Haul ke Ar-Roj berasal dari Inggris, Prancis, dan Jerman.

Tenda pernah dipakai keluarga anggota ISIS asal Indonesia di kamp Ain Isa, utara Suriah. Mereka sudah kabur dari sana pada Oktober 2019. (Rojava Information Center)

Ratusan jihadis ISIS asal Indonesia ditahan di Irak dan Suriah

Paling banyak ada 200 jihadis ISIS dari Indonesia ditahan oleh militer Irak.

Rekaman video pembakaran paspor oleh anak-anak Indonesia telah bergabung dengan ISIS di Suriah. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

48 warga Indonesia sedang bertempur di Yaman

Di Afghanistan, terdapat kurang dari selusin warga Indonesia bergabung dengan ISIS.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

Kuasa Erdogan jaya ISIS

Ada kesepakatan antara ISIS dan intelijen Turki untuk membuka perbatasan bagi jihadis-jihadis ISIS cedera untuk dirawat di Turki.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Denyut bisnis UEA-Israel

Para investor Israel bakal lebih mempertimbangkan untuk membeli properti di UEA ketimbang London atau New York, terutama karena faktor kedekatan wilayah.

21 September 2020

TERSOHOR