kisah

Kabah resah jamaah gelisah

"Umrah Ramadan dan haji adalah ladang uang sangat banyak bagi Saudi. Mereka tentu tidak rela kalau dua momen itu terlewatkan," kata Dr. Irfan al-Alawi.

06 Maret 2020 23:55

Bambang benar-benar bersyukur bisa berumrah awal bulan lalu. Lelaki 40-an tahun tinggal di Bekasi ini pergi ke Makkah dan Madinah bareng istri dan tiga anaknya. Itu adalah umrah pertama mereka.

"Dua minggu sepulang dari sana, saya masih menitikkan air mata kalau ingat Kabah," katanya kepada Albalad.co. "Saya ingin balik lagi ke sana."

Bambang sungguh beruntung, tidak seperti jamaah umrah lain gagal berangkat setelah pemerintah Arab Saudi tiba-tiba melarang warga asing datang buat berumrah di Kota Makkah dan berziarah ke Masjid Nabawi di Kota Madinah.

Menurut Menteri Agama Fachrul Razi, calon jamaah umrah asal Indonesia tidak bisa berangkat ketika kebijakan Saudi itu dikeluarkan Kamis pekan lalu sebanyak 2.393 orang. Mereka berasal dari 75 biro perjalanan diangkut oleh delapan maskapai. Selain itu, terdapat 1.685 jamaah tertahan di negara ketiga saat transit.

Lebih mengagetkan lagi, pekan berikutnya giliran penduduk Saudi (warga Saudi dan warga asing) dikenakan larangan serupa.

Semua itu gegara virus corona Covid-19, berasal dari Kota Wuhan, Cina, dan hingga hari ini sudah menginfeksi lebih dari seratus ribu orang di lebih dari 70 negara. Sebanyak 3.500-an orang terjangkit virus Covid-19 meninggal. Sebagian besar korban jiwa di Cina.

Arab Saudi pun resah dan berusaha sekuat tenaga mencegah virus Covid-19 masuk, namun upaya itu gagal. Senin pekan ini, Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengumumkan penderita virus Covid-19 di negara itu: seorang lelaki Saudi baru pulang dari Iran lewat Bahrain.

Prosedur selanjutnya adalah menelusuri orang-orang pernah berinteraksi langsung dengan pengidap pertama virus Covid-19 di Saudi itu. Hasilnya ada 70 orang. Mereka lalu dikarantina dan diperiksa. Dari hasil uji laboratorium dua hari kemudian, 51 orang negatif dan satu pria Saudi terbukti mengidap virus Covid-19, juga baru pulang dari Iran terbukti mengidap virus Covid-19. Kemarin jumlahnya bertambah tiga orang lagi, sama-sama baru pulang dari Iran. Total sudah lima orang di Saudi terinfeksi virus ini.

Hingga akhirnya Riyadh mengambil langkah tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Masjid Al-Haram dan Masjid nabawi ditutup semalaman untuk disterilisasi. Penutupan berlangsung sehabis salat Isya kemarin malam hingga sejam menjelang Jumat subuh.

Selain itu, menurut seorang pejabat di lembaga the Presidency of the Two Holy Mosques, Mataf (tempat orang bertawaf di sekitar kabah) dan masa (tempat orang bersai) dalam kompleks Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi ditutup selama umrah masih dilarang, seperti dilansir kantor berita the Saudi Press Agency.

Meski Mataf ditutup, orang masih boleh bertawaf di lantai atas masjid karena terdapat tiga lantai untuk bertawaf di Masjid Al-Haram.

Areal masjid lama dibangun Nabi Muhammad, termasuk Raudah dekat kubur Rasulullah, dalam Masjid Nabawi, juga ditutup selama umrah dilarang. Pemakaman Baqi dekat Masjid Nabawi juga ditutup selama umrah dilarang.

Dihubungi Albalad.co hari ini melalui telepon WhatsApp, sejarawan Makkah dan Madinah kelahiran Makkah, Dr. Irfan al-Alawi, bilang kegelisahan jamaah gagal berangkat umrah tidak akan berlangsung lama. Dia menilai penutupan itu demi menyelamatkan umrah pada Ramadan dan haji. "Umrah Ramadan dan haji adalah ladang uang sangat banyak bagi Saudi. Mereka tentu tidak rela kalau dua momen itu terlewatkan," katanya dengan nada yakin.

Tentu saja Saudi perlu mempertimbangkan masak-masak. Di musim haji, Makkah dan Madinah akan kebanjiran tiga juta jamaah dari sekitar 180 negara. Prancis dan Israel saja sudah melarang kegiatan dihadiri lebih dari lima ribu orang lantaran sulit mengontrol apakah di antara kerumunan banyak orang itu tidak ada pembawa virus Covid-19.

Israel sudah merasakan itu. Senin lalu, seorang remaja sekolah menengah menonton pertandingan sepak bola Liga Israel di stadion di Ibu Kota Tel Aviv. Rabunya, dia terbukti terinfeksi virus Covid-19. Alhasil, lebih dari 3.500 pelajar mesti mengisolasi diri di rumah.

Saudi pernah mendapat kritikan dan kecaman karena dua kejadian besar saat musim haji 2015. Sebuah derek raksasa jatuh dalam kmplkes Masjid Al-Haram pada 11 September, menewaskan 108 orang dan melukai 238 orang lainnya. Lalu 13 hari kemudian, terjadi tabrakan arus jamaah lempar jumrah di Mina, menewaskan lebih dari 2.400 jamaah haji. 

Dihubungi terpisah, Pangeran Badr bin Abdurrahman al-Faisal hanya berkomentar singkat. "Virus ini menyebar ke seluruh dunia. Semua atas kekuasaan Allah."

Kaum muslim sejagat saat ini gelisah menanti kapan umrah dibuka dan Saudi resah berkejaran dengan waktu agar Makkah dan Madinah bisa segera menyambut kembali kehadiran jamaah.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah sepi dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Sejarah haji batal

Pada 1831, wabah penyakit dari India menewaskan tiga perempat dari jumlah jamaah sedang berhaji. Selama 1837 hingga 1892, penyakit menular membunuh ratusan jamaah saban hari.

Situasi Mataf ( tempat tawaf di sekitar Kabah) sebelum dan sesudah wabah virus corona Covid-19 datang. (Twitter)

Wabah Wuhan kosongkan rumah Tuhan

Virus Covid-19 membuat warga global kelabakan. Mulai urusan dunia sampai akhirat berantakan.

Pelaksanaan salat berjamaah di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Menteri Islam Arab Saudi perintahkan saf salat diperlebar

Sampai kemarin, Covid-19 menginfeksi 86 orang di Saudi, termasuk 48 pasien di Kota Makkah. 

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Penderita Covid-19 di Makkah bertambah jadi 48 orang

Saudi juga membersihkan dan mensterilkan Mataf dan semua pintu masuk Masjid Al-Haram tujuh kali sehari. 





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Bin Salman takluk di negeri Saba

Lebih dari empat ribu tentara Saudi tewas dan 20 ribu lainnya cedera dalam pertempuran di Yaman. Riyadh sudah menghabiskan cadangan devisa US$ 225 miliar buat membiayai perang itu.

03 April 2020
Sejarah haji batal
25 Maret 2020

TERSOHOR