kisah

Singgasana berdarah negara Kabah

Penangkapan dilakukan lantaran Pangeran Ahmad bersama Pangeran Muhammad bin Nayif kerap membahas soal bagaimana mencegah Bin Salman naik takhta.

11 Maret 2020 20:08

Seorang sumber mengungkapkan kepada Middle East Eye, Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz belum lama pulang dari berburu burung puyuh Hasbara di luar negeri. Ini merupakan tradisi kaum bangsawan di negara-negara Arab Teluk.

Malam Jumat pekan lalu, adik dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ini sedang menjamu makan malam teman-teman dekatnya ketika menerima pesan dari istana. Isinya, Pangeran Ahmad diminta menemui Raja Salman besok pagi di Istana Al-Yamama di Ibu Kota Riyadh.

Raja Salman, 85 tahun, ingin membahas mengenai Pangeran Faisal bin Abdurrahman masih ditahan. Pangeran Ahmad, 78 tahun, menanyakan kasus penahanan Pangeran Faisal kepada abangnya itu beberapa minggu sebelumnya.

Jumat pagi, Pangeran Ahmad berangkat ke istana Raja Salman ditemani para pengawal pribadinya. Sessat setelah memasuki kompleks Istana Al-Yamamah, pasukan istana membekuk Pangeran Ahmad atas perintah Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

"Jadi Pangeran Ahmad tidak berhasil menemui raja. Dia benar-benar dikhianati," kata sumber itu.

Penangkapan terhadap Pangeran Ahmad ini diikuti dengan pangeran-pangeran senior lainnya. Tidak jelas berapa jumlah pangeran ditahan. Middle East Eye menyebut sampai paling tidak 20 orang, surat kabar the Washington Post melaporkan ada 15 pangeran dibekuk.

Selain Pangeran Ahmad, menurut sumber Albalad.co dalam lingkungan istana, yang ditangkap termasuk Pangeran Muhammad bin Nayif (keponakan dari Raja Salman dan bekas putera mahkota), Pangeran Nayif bin Ahmad bin Abdul Aziz (anak dari Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz sekaligus Kepala Intelijen dan Keamanan Angkatan Darat), Pangeran Abdul Aziz bin Saud bin Nayif (Menteri Dalam Negeri), Pangeran Saud bin Nayif (ayah dari menteri dalam negeri dan Gubernur Provinsi Timur), Pangeran Nawaf bin Nayif (adik dari Pangeran Muhammad bin Nayif), serta Pangeran Muhammad bin Saad (putra dari mendiang Pangeran Saad bin Abdul Aziz merupakan abangnya Raja Salman).

Namun Ahad sore, Pangeran Abdul Aziz bin Saud bin Nayif dan ayahnya, Pangeran Saud bin Nayif, dibebaskan.

Seorang sumber membisikkan kepada the Washington Post, Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dan Pangeran Muhammad bin Nayif tidak ditahan dalam penjara tapi dalam vila di Riyadh. Keduanya juga dibolehkan menelepon keluarga.

Para pangeran ditangkap itu dituding berkhianat dan berencana menggulingkan Raja Salman dan Bin Salman dari tampuk kekuasaan. Pangeran Ahmad dituduh sering membahas persoalan siapa pantas menggantikan Raja Salman dengan orang penting dari Amerika Serikat. Namun klaim ini diragukan sebab keduanya tidak lagi memiliki kekuatan.

Sumber Middle East Eye lainnya menjelaskan penangkapan dilakukan lantaran Pangeran Ahmad bersama Pangeran Muhammad bin Nayif kerap membahas soal bagaimana mencegah Bin Salman naik takhta. Salah satunya dengan cara mendorong Pangeran Ahmad menjadi ketua Bayaa (Dewan Kesetiaan) sudah lowong.

Bayaa adalah lembaga bentukan mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz pada 2007 untuk menghindari perseteruan dalam proses pergantian kekuasaan. Bayaa bertugas memilih siapa putera mahkota atau calon raja Saudi berikutnya. Terdiri dari 34 anggota merupakan sesepuh dari keturunan Raja Abdul Aziz bin Saud, pendiri kerajaan Arab Saudi.

Pangeran Ahmad merupakan tokoh paling senior terang-terangan menentang Raja Salman dan Bin Salman. Pada 2015, kata seorang sumber the Guardian, dia menulis dua surat terbuka menyatakan Raja Salman dan anak kesayangannya itu tidak pantas memimpin negara Kabah.

Sumber Albalad.co bilang saat pemilihan putera mahkota pada 21 Juni 2017, Pangeran Ahmad termasuk tiga anggota Bayaa menolak penunjukan Bin Salman menjadi putera mahkota menggantikan abang sepupunya, Pangeran Muhammad bin Nayif.

Dari pangeran-pangeran dibekuk, terdapat empat anggota Bayaa, yaitu Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz, Pangeran Muhammad bin Nayif, Pangeran Muhammad bin Saad bin Abdul Aziz, dan Pangeran Mutaib bin Abdullah.

Ada dua pilihan bagi Bayaa untuk menentukan pengganti Raja Salman. Pertama, Bayaa menyatakan Raja Salman tidak mampu lagi mengatur negara karena memang mengalami demensia (lupa ingatan alias pikun akut) sehingga mesti mundur. Kalau ini diputuskan maka Bin Salman otomatis menjadi raja.

Atau Bayaa memilih putera mahkota baru buat menggantikan Bin Salman dinilai banyak pihak memang tidak layak. Dia miskin pengalaman dan tidak pernah menjalani pendidikan di luar negeri. Dia bergelar Sarjana Hukum dari Universitas Raja Saud. Alhasil, beragam kebijakan diluncurkan Bin Salman semuanya blunder, seperti Perang Yaman dan blokade Qatar.

Seperti biasa, penangkapan besar-besaran terhadap belasan pangeran senior itu menghebohkan masyarakat internasinal. Namun rakyat Saudi bungkam. Reformasi dilakoni Bin Salman hanya sekadar bidang sosial ekonomi, bukan politik. Hak berkumpul dan berpendapat nihil.

Siapa saja berani menentang Bin Salman ditahan tanpa proses peradilan. Lusinan ulama, aktivis, akademisi, pejabat, konglomerat, wartawan, dan pangeran sudah ditangkap. Bahkan tiga ulama tersohor Saudi - Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, Syekh Ali al-Umari - telah dituntut hukuman mati.

Penangkapan kali ini mirip gelombang penangkapan pada November 2017. Waktu itu, Bin Salman menuding 201 pangeran, pejabat, dan konglomerat terlibat korupsi. Mereka semuaa ditahan di hotel bintang lima Ritz Carlton di Riyadh. Kalau bersedia bersumpah setia kepada Bin Salman dan menyerahkan sebagian hartanya, baru dibebaskan.

Pangeran Al-Walid bin Talal setuju dan akhirnya dilepas. Mantan Komandan Garda Nasional Pangeran Mutaib bin Abdullah, putra dari mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz, dibebaskan setelah membayar US$ 1 miliar. Bin Salman juga mengambil alih perusahaan konstruksi terbesar di negeri Dua Kota Suci itu, Saudi Binladin Group, kepunyaan keluarga besar Usamah Bin Ladin, pendiri jaringan Al-Qaidah tewas di Pakistan di awal Mei 2011.

Secara keseluruhan, Saudi mengumpulkan sekitar US$ 100 miliar dari uang tebusan itu. Yang tidak setuju dikirim ke penjara superketat Al-Hair di pinggiran Riyadh.

Dari dua kali penangkapan besar-besaran terhadap para pembangkang, Bin Salman ingin menunjukkan siapa saja tidak boleh menentang dirinya. Semua orang mesti bersumpah setia kepada Bin Salman.

Inilah episode suksesi paling berdarah di Arab Saudi sejak pembunuhan terhadap Raja Faisal bin Abdul Aziz pada Maret 1975. Putra ketiga dari mendiang Raja Abdul Aziz ini mengembuskan napas terakhir setelah ditembak keponakannya, Pangeran Faisal bin Musaid. Dia kemudian digantikan oleh adiknya, Pangeran Khalid bin Abdul Aziz.

Di dalam negeri, ambisi Bin Salman mengakibatkan banyak korban. Dua putera mahkota, Pangeran Muqrin bin Abdul Aziz dan Pangeran Muhammad bin Nayif, diberhentikan gegara Raja Salman ingin membuka jalan bagi anak dari istri ketiganya itu.

Wakil Gubernur Provinsi Asir, Pangeran Mansur bin Muqrin bin Abdul Aziz, tewas ketika helikopternya ditembak jet tempur Saudi pada awal November 2017. Dia dibunuh lantaran melawan Bin Salman.

Nasib seorang lagi anak dari Pangeran Muqrin bin Abdul Aziz tidak diketahui setelah pada Agustus 2017 berusaha menembak mati Bin Salman tapi luput. Putera mahkota itu hanya luka ringan di tangan kiri.

April tahun lalu, upaya kudeta sekaligus membunuh Raja Salman dan Bin Salman juga tidak berhasil. Menurut sumber Albalad.co, keduanya diungsikan ke dalam bunker di sebuah pangkalan udara. Namun Bin Salman luka parah sehingga tidak muncul di depan publik selama sebulan. Sebagai samaran, Bin Salman dirawat dalam kapal pesiarnya, Serene, sambil berlayar di Laut Merah.

Kepala pengawal pribadi Raja Salman, Mayor Jenderal Abdul Aziz Badah al-Fagham juga tewas ditembak karena berusaha menghabisi Bin Salman pada September tahun lalu.

Pada September 2015, Bin Salman membuat ulah sehingga terjadi tabrakan arus jamaah haji dalam prosesi lempar jumrah. Ribuan jamaah tewas. Hasil investigasi dua media Barat menyebutkan lebih dari 2.400 orang meninggal dalam tragedi Mina itu.

Di luar negeri, seratusan ribu rakyat Yaman tewas dan jutaan lainnya kelaparan gegara kenekatan Bin Salman berperang menghadapi milisi Al-Hutiyun sokongan Iran di Yaman. Saudi sejatinya telah kalah dalam perang dilancarkan sejak Maret 2015 itu namun malu untuk mengakui.

Lelaki Saudi, Jamal Khashoggi, menjadi kolumnis the Washington Post dan mengasingkan diri ke Amerika sejak 2017, dibunuh secara keji di dalam kantor Konsulat Saudi di Kota Istanbul, Turki, awal Oktober 2018. Mayatnya dimutilasi dan potongan tubuhnya dilenyapkan tanpa bekas.

Tidak terhitung berapa banyak darah telah ditumpahkan Bin Salman karena serakah terhadap singgasana.

 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Skuad Macan binaan Bin Salman

Kewajiban 50 anggota Skuad Macan cuma satu: menaati perintah Bin Salman buat menculik atau menghabisi para pembangkang.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma pada 1 Maret 2017. Dia disambut oleh Presiden Joko Widodo. (Dokumentasi Albalad.co)

Raja Salman tidak pernah muncul di depan publik sejak dua hari sebelum Idul Adha

"Rekaman video Raja Salman meninggalkan rumah sakit pada hari Arafah adalah kunjungan sebelumnya ke dokter spesialis," kata sumber Albalad.co

Mahyor Jenderal Abdul Aziz Badah al-Fagham, pengawal prubadi Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Courtesy: Bandar al-Galud)

Raja Salman dikabarkan meninggal

Tenaga medis diisolasi agar tidak membocorkan informasi mengenai keadaan Raja Salman sebenarnya. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman ketakutan umumkan kondisi kesehatan Raja Salman sebenarnya

Bin Salman memiliki banyak musuh dalam keluarga lantaran menangkapi kerabatnya sendiri.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Malu-malu terhadap Israel, buka diri kepada Yahudi

Fenomena teranyar, Imam Masjid Al-Haram Syekh Abdurrahman as-Sudais dalam khotbah di Jumat perdana bulan ini memberi isyarat merestui Saudi berbaikan dengan Israel.

25 September 2020
Denyut bisnis UEA-Israel
21 September 2020

TERSOHOR