kisah

Wabah Wuhan kosongkan rumah Tuhan

Virus Covid-19 membuat warga global kelabakan. Mulai urusan dunia sampai akhirat berantakan.

18 Maret 2020 14:54

Dua pekan lalu dunia terhenyak. Mataf (lokasi tawaf di sekitar Kabah) lengang. Foto Kabah tanpa orang bertawaf tersebar luas ke seluruh dunia. Meski begitu, tawaf tetap dilakukan sejumlah orang di lantai atas Masjid Al-Haram.

Padahal Mataf inilah tempat di Bumi tidak pernah kosong. Tiap detik selalu jamaah bertawaf. Namun sejak wabah virus corona Covid-19 makin meluas di Arab Saudi, negara Kabah itu sejak 27 Februari melarang warga asing ingin datang untuk berumrah dan berziarah ke Masjid Nabawi. Sepekan kemudian, aturan serupa berlaku bagi penduduk Saudi.

Hingga kemarin, 171 orang di Arab Saudi terinfeksi Covid-19, termasuk 53 pasien di Kota Makkah.

Kini Mataf dibuka hanya untuk jamaah non-umrah. Sedangkan Raudah (areal masjid lama dan dekat kubur Nabi Muhammad dalam Masjid Nabawi) dan pekuburan Baqi tetap ditutup selama umrah dilarang.

Dewan Ulama Senior Arab Saudi kemarin memutuskan melarang salat lima waktu dan salat Jumat berjamaah di semua masjid, kecuali di Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi.

Menteri Urusan Islam Arab Saudi Abdul Latif bin Abdul Aziz asy-Syekh mengatakan larangan salat berjamaah di masjid itu bagian dari upaya mencegah penyebaran Covid-19. "Keputusan ini harus dipaksakan dan kami berharap imam, penceramah, dan muazin bertanggung jawab melaksanakan hal itu," katanya kepada Al-Arabiya.

Covid-19, virus pertama kali merebak di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, ini berhasil membuat rumah-rumah Tuhan di banyak negara Timur Tengah biasanya dipakai salat berjamaah sekarang mulai sepi. Terpaksa ditinggalkan agar penularan Covid-19 tidak meluas.

Bukan sekadar di Arab Saudi, larangan salat berjamaah di masjid, termasuk salat Jumat, juga berlaku di Turki, Iran, Irak, Oman, Yordania, Kuwait, Palestina, Maroko, Tunisia, dan Uni Emirat Arab.

Badan Urusan Islam dan Wakaf Uni Emirat Arab menyebutkan penutupan semua temoat ibadah, termasuk masjid akan dikaji lagi setelah empat pekan.

Bahkan, Palestina terpaksa menutup Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur buat mencegah wabah Covid-19 meluas. Direktur Al-Aqsa Syekh Umar Kiswani bilang penutupan itu hingga waktu belum ditentukan. Dia menambahkan jamaah bisa salat di luar pintu-pintu masuk Al-Aqsa.

Pemerintah Palestina Mahmud Abbas sudah menetap keadaan darurat selama sebulan. Semua sekolah, masjid, gereja, tempat bersejarah dan wisata ditutup.

Sebagai tindakan pencegahan, menurut sejumlah pejabat Palestina, Presiden Mahmud Abbas, 85 tahun, tidak lagi menerima tamu. Dia bekerja hanya ditemani dua orang dekatnya. Stafnya lain diminta bekerja dari rumah.

Namun Tembok Ratapan merupakan tempat ziarah kaum Yahudi sejagat tetap buka meski dua pemimpin rabbi di Israel menyuruh untuk menutup. Padahal Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah membatasi kumpulan orang di satu tempat dalam waktu sama tidak boleh lebih dari sepuluh orang.

Netanyahu memaksa rakyat Israel mengubah gaya hidup zaman sekarang. Dia memerintahkan mal, hotel, tempat kebugaran, restoran, kafe, klub malam, pantai dan tempat wisata ditutup.   

Covid-19 penyebarannya begitu cepat telah menakutkan penduduk Bumi. Tidak sampai tiga bulan, virus ini telah menyebar ke lebih dari 150 negara dan menjangkiti 170 ribuan orang.

Virus itu membuat warga global kelabakan. Mulai urusan dunia hingga akhirat berantakan. Sampai-sampai wabah asal Wuhan itu juga mampu mengosongkan rumah-rumah Tuhan di banyak negara.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah, lengang dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Wabah corona petaka Kabah

Menteri Kesehatan Arab Saudi Taufiq ar-Rabiah sudah memperingatkan jumlah penderita Covid-19 di negeri Dua Kota Suci itu akan mencapai minimum 10 ribu atau paling banyak 200 ribu orang kalau masyarakat tidak menaati aturan isolasi dan jam malam.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah sepi dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Sejarah haji batal

Pada 1831, wabah penyakit dari India menewaskan tiga perempat dari jumlah jamaah sedang berhaji. Selama 1837 hingga 1892, penyakit menular membunuh ratusan jamaah saban hari.

Pelaksanaan salat berjamaah di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Menteri Islam Arab Saudi perintahkan saf salat diperlebar

Sampai kemarin, Covid-19 menginfeksi 86 orang di Saudi, termasuk 48 pasien di Kota Makkah. 

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Penderita Covid-19 di Makkah bertambah jadi 48 orang

Saudi juga membersihkan dan mensterilkan Mataf dan semua pintu masuk Masjid Al-Haram tujuh kali sehari. 





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Gonta ganti Tuhan di Hagia Sophia

Di waktu subuh pada 1 Juli, untuk pertama kali dalam 85 tahun, azan dikumandangkan dari dalam Hagia Sophia.

10 Juli 2020

TERSOHOR