kisah

Sejarah haji batal

Pada 1831, wabah penyakit dari India menewaskan tiga perempat dari jumlah jamaah sedang berhaji. Selama 1837 hingga 1892, penyakit menular membunuh ratusan jamaah saban hari.

25 Maret 2020 13:13

Kabar menghebohkan keluar dari mulut juru bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi Muhammad Abdil Ali dalam jumpa pers kemarin di Ibu Kota Riyadh. Untuk pertama kali ada pasien virus corona Covid-19 di negara Kabah itu meninggal.

Hari itu, Abdil Ali menyampaikan terjadi lonjakan kenaikan penderita baru Covid-19, yakni 205 orang. Sehingga jumlah pengidap virus asal Kota Wuhan, Cina, ini di Arab Saudi sebanyak 767 orang, termasuk satu yang mengembuskan napas terakhir di Madinah. Korban adalah lelaki 51 warga negara Afghanistan bermukim di kota suci itu.

Terus meningkatkan jumlah orang terinfeksi Covid-19 di Saudi, termasuk 155 orang di Makkah dan dua orang di Madinah, memicu kekhawatiran haji tahun ini bisa dibatalkan. Kecemasan kaum muslim sejagat kian naik setelah ada pasien Covid-19 menemui ajal.

Sejatinya, haji dibatalkan atau jumlah jamaahnya sangat sedikit bukan hal baru. Awal bulan ini, lembaga the Saudi King Abdul Aziz Foundation for Research and Archives melansir sebuah keterangan tertulis menyatakan sepanjang sejarah manusia, sudah 40 ali haji dibatalkan atau jumlah jamaah datang sedikit sekali.

Pembatalan haji paling tersohor terjadi di abad kesepuluh setelah sebuah sekte tidak dikenal mengambi alih Kabah. Komunitas sekte Qarmatian itu berpusat di timur Semenanjung Arab, membentuk negara sendiri dikendalikan oleh Abu Tahir al-Janabi. Kepercayaan mereka berdasarkan ajaran Syiah ismailiyah bercampur dengan agnostik. Masyaraatnya egaliter.

Sekte Qarmatian menganggap haji adalah ritual menyebah berhala. Karena itu, pada 930 Abu Tahir menyerbu menyerbu Makkah ketika musim haji.

Menurut catatan sejarah, orang-orang Qarmatian membunuh 30 ribu jamaah. Mayat-mayatnya kemudian diceburkan ke dalam sumur Zamzam. Mereka lalu mencuri Hajar Aswad dari Kabah. Selama sepuluh tahun setelah serangan keji itu, tidak ada penyelenggaraan ibadah haji.

Pada tahun 1000 Masehi, haji dibatalkan lebih lantaran alasan biaya terlalu mahal. Pada 1831, wabah penyakit dari India menewaskan tiga perempat dari jumlah jamaah sedang berhaji. Selama 1837 hingga 1892, penyakit menular membunuh ratusan jamaah saban hari.

Sekarang ini, sejak akhir Desember tahun lalu, wabah Covid-19 - dimulai dari Kota Wuhan, Cina - menyebar cepat ke seluruh dunia, termasuk ke Arab Saudi. Jumlah orang sembuh lebih lambat ketimbang laju angka pasien Covid-19. Hingga kemarin, Covid-19 telah menjangkiti 398.107 orang, termasuk 17.454 meninggal dan 103.334 yang pulih.

Kalau haji tahun ini dibatalkan merupakan peristiwa sejarah. Untuk pertama kali sejak Makkah berada dalam genggaman Arab Saudi, ibadah rukun Islam kelima itu tidak dapat diselenggarakan.

Suasana di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, setelah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memerintahkan isolasi terhadap kota Makkah, Madinah, Riyadh pada 25 Maret 2020. (Haramain Info)

Penderita Covid-19 di Makkah bertambah jadi 384 orang, di Madinah 233 orang

Arab Saudi telah menerapkan jam malam 24 jam sehari terhadap Makkah dan Madinah hingga waktu belum ditentukan. 

Kafe Lorca di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Trip Advisor)

Korban meninggal karena Covid-19 di Arab Saudi naik jadi 25 orang

Jumlah pengidap Covid-19 di negara Kabah itu kini 2.039 orang.

Jalan di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, lengang dari kendaraan setelah jam malam diberlakukan sejak 23 Maret 2020. (Twitter)

Empat kota dengan jumlah penderita Covid-19 terbanyak di Arab Saudi

Jam malam 24 jam berlaku di Makkah dan Madinah hingga waktu belum ditentukan.

Seorang jamaah sedang membaca Al-Quran di Masjid Nabawi, Kota Madinha, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Sudah 199 orang terinfeksi Covid-19 di Madinah

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi hari ini mulai menerapkan jam malam 24 jam di Makkah dan Madinah.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Bin Salman takluk di negeri Saba

Lebih dari empat ribu tentara Saudi tewas dan 20 ribu lainnya cedera dalam pertempuran di Yaman. Riyadh sudah menghabiskan cadangan devisa US$ 225 miliar buat membiayai perang itu.

03 April 2020

TERSOHOR