kisah

Isyarat haji batal

Sampai hari ini, empat kota dengan jumlah pengidap Covid-19 terbanyak di Arab Saudi adalah Riyadh (716 orang), Makkah (467 orang), Jeddah (350 orang), dan Madinah (241 orang).

06 April 2020 09:41

Isyarat itu disampaikan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Muhammad Saleh bin Tahir al-Bantani. Lelaki berdarah Banten ini menegaskan pemerintah Arab Saudi sangat memperhatikan kesehatan dan keselamatan orang Islam ingin berhaji dan berumrah. Dia menambahkan negara Kabah itu sejatinya sudah benar-benar siap melayani jamaah umrah dan haji.

"Tapi dalam kondisi sekarang, ketika sedang terjadi pandemi Covid-19, kami ingin melindungi kesehatan kaum muslim dan warga negara kami," kata Al-Bantani kepada stasiun televisi Al-Ikhbariya kemarin. "Jadi kami minta umat Islam di semua negara untuk menunggu sebelum menandatangani kontrak buat berhaji sampai situasinya aman."

Wabah virus corona Covid-19 membekap Arab Saudi memang kian mengkhawatirkan. Hingga artikel ini dilansir, virus asal Kota Wuhan, Cina, itu telah menginfeksi 2.402 orang, termasuk 34 meninggal.

Padahal sejak 23 Maret lalu, Raja Salman memerintahkan jam malam di semua 13 provinsi. Dua hari kemudian, buat menekan penularan Covid-19, penguasa negara Kabah ini menerapkan isolasi di seluruh provinsi dan secara khusus mengunci empat kota dengan jumlah penderita Covid-19 terbanyak di negeri Dua Kota Suci itu, yakni Makkah, Madinah, Riyadh, dan Jeddah. Bahkan sejak Kamis pekan lalu, jam malam di Makkah dan Madinah diperketat 24 jam saban hari dari sebelumnya pukul tiga sore sampai jam enam pagi.

Tapi tetap saja orang-orang terjangkit terus bertambah sedari virus ini tiba di Saudi pada 2 Maret lalu. Pengidap pertama Covid-19 ini adalah lelaki Saudi bermazhab Syiah baru pulang dari berziarah ke Iran melalui Bahrain. Dua hari berselang, juga pria Saudi, terbukti positif menderita Covid-19 karena menemani pengidap pertama dalam perjalanan ke negara Mullah itu.

Perlahan namun pasti, jumlah orang terinfeksi Covid-19 bertambah dan pada 8 Maret Kementerian Dalam Negeri Saudi mengisolasi Qatif, pusat penyebaran virus itu di Saudi.

Pada 10 Maret, Covid-19 memasuki Kota Makkah, dibawa oleh ekspatriat asal Mesir baru kembali dari negaranya. Dalam tiga hari, angka penderita Covid-19 di kota suci ini membengkak menjadi 33 orang.

Seiring jumlah penderita Covid-19 terus bertambah, pada 17 Maret Dewan Ulama Senior Arab Saudi melarang salat lima waktu dan salat Jumat di semua masjid di negara Kabah itu, kecuali Masjid Al-Haram di Kota Makkah dan Masjid Nabawi di Kota Madinah.

Melalui keterangan tertulis dilansir kantor berita resmi the Saudi Press Agency, Dewan Ulama Senior bilang kebijakan ini dibuat untuk mencegah penularan Covid-19 makin meluas. Aturan ini berlaku hingga waktu belum ditentukan.

Meski ditutup, azan akan tetap dikumandangkan seperti biasa.

Menteri Urusan Islam Arab Saudi Abdul Latif bin Abdul Aziz asy-Syekh mengatakan larangan salat berjamaah di masjid itu bagian dari upaya menekan penyebaran Covid-19. "Keputusan ini harus dipaksakan dan kami berharap imam, penceramah, dan muazin bertanggung jawab melaksanakan hal itu," katanya kepada Al-Arabiya.

Karena takut tertular, Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz diisolasi di istana setelah 12 perawat di rumah sakit langganan keluarga kerajaan terinfeksi Covid-19.

Sila baca: Takut tertular Covid-19, Raja Salman diisolasi di istana

Covid-19 akhirnya menyentuh Kota Madinah pada 20 Maret ketika ada 70 kasus baru dan jumlah pengidap Covid-19 di Saudi menjadi 344 orang.

Tiga hari berselang, korban meninggal pertama gegara Covid-19 terjadi di Madinah, yakni lelaki Afghanistan berumur 51 tahun dan bermukim di kota nabi itu.

Pada 21 Maret, penambahan jumlah penderita Covid-19 mencatat rekor terbanyak, yakni 205 kasus. Kemarin, catatan tertinggi ini pecah oleh angka 206 pengidap baru.

Melihat fenomena ini, wajar saja Menteri Haji Muhammad Saleh bin Tahir al-Bantani mengisyaratkan pelaksanaan haji tahun ini bisa dibatalkan. Apalagi kasus semacam itu bukan pertama. Tapi kalau sampai menjadi kenyataan, untuk pertama kali sejak Makkah dan Madinah berada dalam kekuasaan Arab Saudi, ritual rukun Islam kelima itu ditiadakan.

Sila baca: Sejarah haji batal

Dr. Irfan al-Alawi, sejarawan Makkah kelahiran Makkah, pun menyarankan haji dibatalkan. "Pelaksanaan haji tahun ini harus dibatalkan demi kesehatan umat," katanya dalam wawancara khusus dengan Albalad.co melalui WhatsApp.

Sila baca: The Saudi authorities should cancel hajj this year

Sampai hari ini, empat kota dengan jumlah pengidap Covid-19 terbanyak di Arab Saudi adalah Riyadh (716 orang), Makkah (467 orang), Jeddah (350 orang), dan Madinah (241 orang).

Wabah Covid-19 terus menggila telah memaksa Arab Saudi menutup umrah sejak 27 Februari dan kemungkinan besar membatalkan haji.

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pemerintah tetapkan 20 Mei sebagai batas akhir menunggu keputusan Arab Saudi soal haji

Batas waktu ini ditetapkan sebagai dasar untuk menilai apakah Indonesia siap mengirimkan calon jamaah haji ke Arab Saudi.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kalau haji dibatalkan, setoran dana haji dikembalikan kepada calon jamaah

Calon jamaah telah melunasi setoran dana hajinya bakal diprioritaskan untuk diberangkatkan pada pelaksanaan haji tahun depan tanpa perlu menjalani pemeriksaan kesehatan lagi.

Situasi Mataf ( tempat tawaf di sekitar Kabah) sebelum dan sesudah wabah virus corona Covid-19 datang. (Twitter)

Kementerian Agama berharap Saudi putuskan batal tidaknya haji paling lambat 12 Mei

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Muhammad Saleh bin Tahir al-Bantani awal bulan lalu mengisyaratkan haji kemungkinan batal kalau masih ada wabah Covid-19 di negeri Dua Kota Suci itu.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah, lengang dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Kemungkinan haji batal menguat

Makkah - tempat pusat pelaksanaan haji - merupakan episentrum penyebaran Covid-19. Sekitar 70 persen penduduk di kota suci itu telah terinfeksi Covid-19.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Mengenal Lembah Yordania

Netanyahu akan memulai proses aneksasi Lembah Yordania dan 30 permukiman Yahudi di Tepi Barat pada 1 Juli.

29 Mei 2020

TERSOHOR