kisah

Mengenal Lembah Yordania

Netanyahu akan memulai proses aneksasi Lembah Yordania dan 30 permukiman Yahudi di Tepi Barat pada 1 Juli.

29 Mei 2020 16:55

September tahun lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah kalau terpilih lagi dalam pemilihan umum akan menganeksasi Lembah Yordania di Tepi Barat, memasukkan daerah itu secara paksa ke dalam wilayah kedaulatan Israel.

Waktu itu, Netanyahu mengumumkan sebuah peta berisi 30 permukiman Yahudi berlokasi di utara Laut Mati, juga akan termasuk dalam rencana aneksasi.

Pemimpin Partai Likud ini gagal membentuk kabinet pada September dan Israel kembali menuju bilik suara Maret lalu, pemilihan umum ketiga dalam setahun. Sebulan kemudian, kebuntuan selesai, Netanyahu dan Benny Gantz berhasil mendirikan pemerintahan dengan perjanjian setelah 18 bulan, giliran Gantz menjadi perdana menteri.

Netanyahu Senin lalu bilang proses buat menganeksasi Lembah Yordania dan 30 permukiman Yahudi mulai 1 Juli.

Lembah Yordania dan Laut Mati adalah bagian dari Tepi Barat, Palestina, dicaplok Israel dalam Perang Enam Hari 1967. Masyarakat internasional mengecam penjajahn Israel terhadap wilayah Palestina. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengesahkan resolusi nomor 242 dan 338 menetapkan okupasi itu melanggar hukum internasional.

Meski begitu, Yordania menguasai Tepi Barat hingga 1967, masih menjadi pengurus tempat-tempat suci Islam dan Nasrani di Kota Tua, Yerusalem Timur, termasuk Masjid Al-Aqsa.

Berdasarkan sejarah, Lembah Yordania dan Laut Mati adalah areal terletak di antara Laut Mati dan lereng pegunungan di Hebron dan Yerusalem sampai ke barat. Juga biasa dipakai untuk menggambarkana kawasan berlokasi antara Bisa - kini bernama Beit Shean setelah dirampas Israel - dan Safad, daerah sepanjang gtepi barat Danau Tiberias, memanjang ke selatan antara Ein Gedi, oasis di Laut Mati, hingga gurun Negev. Titik-titik paling selatan sampai barat ini kini dikuasai Israel.

Lembah Yordania sekarang seluas sepertiga Tepi Barat atau hampir 2.400 kilometer persegi. Kebanyakan daerahnya masuk dalam kategori Area C berdasarakan Perjanjian Oslo 1993, dan masih di bawah kontrol militer Israel.

Januari lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan proposal damai Palestina-Israel versinya. Gagasan ini mendorong Israel mengklaim sepertiga wilayah Tepi Barat itu sebagai balasan atas pembentukan negara Palestina, tanpa kewenangan untuk mengontrol perbatasan.

Rencana aneksasi Israel telah diumumkan terbatas pada 30 permukiman Yahudi berisi sebelas ribu orang. Saat ini lebih dari 600 ribu pemukim Yahudi tinggal di permukiman dan Area C.

Gerilyawan PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) tadinya beroperasi di Lembah Yordania getol menyerang permukiman-permukiman Yahudi, terutama Beit Shean, sebelum PLO dipaksa memindahkan markas besarnya dari Yordania ke Libanon di awal 1970-an sehabis bentrk dengan pasukan Yordania.

Sampai hari ini, sekitar 56 ribu orang Palestina menetap di Lembah Yordania, termasuk Kota Jericho, di mana kehidupan harian mereka terdampak oleh kebijakan Israel. COGAT (Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah Penjajahan), bagian dari Angkatan Darat Israel, bertanggung jawab atas izin pembangunan, air, pertanian, pembangun jalan, dan beragam urusan sipil di Area C.

Kenapa Lembah Yordania sangat penting? Wilayah ini kaya akan mineral dan tanahnya subur. Juga lokasinya strategis di sepanjang perbatasan dengan Yordania.

Israel sudah lama mempersiapkan proses aneksasi, termasuk membangun ajringan jalan bebas hambatan seperti Jalan Allon untuk memisahkan Lembah Yordania dan wilayah lain di Tepi Barat. Daerah perbatasan antara Yordania dan israel di Tepi Barat sepanjang 335 kilometer.

Daerah abakal dianeksasi Israel itu termasuk daerah perbatasan sepanjang 97 kilometer dan mencakup dua perlintasan: Jembatan Syekh Husain dan Jembatan Al-Karamah, dikenal sebagai perlintasan Allenby.

Sejak Perang Dunia Kedua, baru terjadi tiga kali aneksasi: Irak menginvasi Kuwait pada 1990, Rusia menganeksasi Krimea di Ukraina pada 2014, dan Israel mencaplok Yerusalem Timur, Dataran Tinggi Golan di Suriah dan Lembah Shebaa di Libanon sejak 1967.

Dalam sebuah wawancara khusus dengan Israel Hayom dilansir Kamis lalu, Netanyahu menegaskan tidak akan menawarkan kewarganegaraan Israel terhadap 65 ribu wwarga Palestina mendiami Lembah Yordania bakal dianeksasi negara Bintang Daud itu.

Dia menekankan Jerucho tidak akan dianeksasi tapi dia mengingatkan kota-kota di kawasan itu bakal dikontrol militer Israel. "Mereka perlu mengetahui kami mengontrl keamanan semua wilayah."

Dua pendiri perusahaan es krim Ben & Jerry's, Jerry Greenfield (kiri) dan Ben Cohen, tampil bareng pada 2010. (Wikimedia Commons)

Ben & Jerry's dan Anti-Zionis

Ben dan Jerry menegaskan mereka menyokong Israel tapi menentang penjajahan di Tepi Barat.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah bertemu pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei di Ibu Kota Teheran. (Khamenei.ir)

Roket Syiah, milisi Sunni, target Zionis

Kesamaan tujuan membikin Iran bisa lebih fleksibel dalam memberikan bantuan tanpa melihat perbedaan paham.

Shimon Peres menandatangani formulir pengajuan untuk menjadi warga negara Palestina pada 1937. (PIC)

Temu rahasia Gus Dur-Peres di Halim

Kalau mau menjadi penengah, Indonesia harus berdialog dengan kedua pihak. Indonesia juga harus dan pantas dilibatkan sebagai mediator dalam proses perdamaian Palestina-Israel.

Seorang pengawal pemimpin Hamas memasuki terowongan di perbatasan Rafah,  tembus dari Jalur Gaza ke Mesir, Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Mata-mata Gaza

Dua putra pemimpin Hamas juga ada yang menjadi informan Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Provokasi Yahudi di Masjid Al-Aqsa

Bukan sekadar berdoa, pengajian soal Torah juga sering digelar kaum Yahudi di areal Al-Aqsa.

13 Oktober 2021
Korupnya rezim Abbas
22 September 2021

TERSOHOR