kisah

Beli Newcastle topeng darah Bin Salman

"Sampai Bin Salman diadili secara jujur atas perannya dalam pembunuhan brutal Khashoggi, semua organisasi atau perusahaan harus tidak berhubungan bisnis dengan dia," ujar Hatice Cengiz.

19 Juni 2020 23:55

Sudah lebih dari dua bulan konsorsium dipimpin lembaga dana investasi milik pemerintah Arab Saudi, Public Investment Fund (PIF), mengajukan permohonan kepada CEO Liga Primer Inggris Richard Masters untuk mendapat persetujuan mengambil alih klub Newcastle United. Proses mestinya berlangsung sekitar 30 hari itu malah terkatung-katung.

Putera Mahkota Arab Saudi merupakan pemimpin de facto di negara Kabah itu juga merangkap Chairman PIF, ingin memborong 80 persen saham Newcastle. Sedangkan sisa sahamnya akan dibeli oleh Amanda Staveley, pemilik PCP Capital Partners dan the Reuben Brothers, David serta Simon.

Manajemen Liga Primer sudah bolak balik membahas rencana pembelian Newcastle oleh Bin Salman tanpa bisa mengambil keputusan untuk menyetujui atau menolak. Mereka malah balik mengajukan beberapa pertanyaan kepada pihak pembeli.

Ambisi Bin Salman memiliki Newcastle, dengan harga kesepakatan 300 juta pound sterling dari sebelumnya 340 juta pound sterling, memicu penolakan dari beragam organisasi dan pegiat hak asasi manusia. Mereka menegaskan Bin Salman merupakan pelanggar hak asasi manusia - getol menangkapi para pembangkang dan bahkan menghabisi seorang kolumnis dengan cara keji - tidak pantas terlibat dalam sepak blla mengedepankan kejujuran dan sportivitas.

Organisasi dan para pegiat hak asasi manusia menuding pembelian Newscastle, setelah sebelumnya tawaran empat miliar pound sterling untuk menguasai klub Manchester United ditolak, merupakan upaya Bin Salman memoles citra dirinya dan Arab Saudi telah tercoreng.

Melalui pengacaranya Rodney Dixon QC - Hatice Cengiz, mantan tunangan Jamal Khashoggi, kolumnis surat kabar the Washington Post dibunuh lantaran kerap mengkritik kebijakan-kebijakan Bin Salman - telah dua kali menyurati CEO Liga Primer Richard Masters. Dia meminta Liga Primer menolak keinginan Bin Salman membeli Newcastle.

Dalam surat balasannya, Masters bilang Liga Primer sedang benar-benar mempertimbangkan dugaan pembunuhan dan pelanggaran hak asasi manusia dilakoni Bin Salman. "Saya benar-benar bersimpati terhadap posisi klien Anda. Saya yakinkan kepada Anda dan klien Anda, permintaannya bakal benar-benar dipertimbangkan dalam proses kami mengambil keputusan," kata Masters dalam suratnya kepada Dixon QC. Tapi Masters menolak permintaan Cengiz untuk bertemu.

Menanggapi jawaban positif Masters, Cengiz meyakini Liga Primer akan menolak renacana Bin Salman menguasai Newcastle. "Sampai Bin Salman diadili secara jujur atas perannya dalam pembunuhan brutal Khashoggi, semua organisasi atau perusahaan harus tidak berhubungan bisnis dengan dia," ujarnya.

Sila baca: Ajal Khashoggi di Konsulat Saudi

Dalam wawancara khusus dengan BBC bulan lalu, Cengiz berpesan kepada pemilik Newcastle, Mike Ashley, etika dan moral harus lebih diutamakan ketimbang fulus dan politik. "Uang tidak bisa membeli segalanya di dunia ini," tuturnya. "Jadi tidak ada tempat di sepak Inggris bagi orang-orang secara meyakinkan terlibat dalam penyiksaan dan pembunuhan."

Khashoggi, warga negara Saudi pindah ke Amerika Serikat pada 2017, dihabisi pada 2 Oktober 2018 di dalam kantor Konsulat Jenderal Arab Saudi di Kota Istanbul, Turki. Mayatnya kemudian dimutilasi dan sampai sekarang negara Kabah itu masih merahasiakan keberadaan potongan-potongan tubuh Khashoggi.

Hasil penyelidikan Turki, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Kongres Amerika Serikat, dan CIA (dinas rahasia luar negeri Amerika) menyimpulkan pembunuhan oleh sebuah tim beranggotakan 15 warga Saudi, termasuk tujuh pengawal Bin Salman, merupakan perintah dari putera mahkota Saudi.

Sila baca: Anak Raja Salman bilang bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi

Pengadilan tertutup digelar di Ibu Kota Riyadh, telah mengadili sebelas terdakwa. Vonisnya, lima orang dapat hukuman mati, tiga orang secara total hukuman 24 tahun penjara, dan tiga lagi bebas, yakni Saud al-Qahtani (penasihat Bin Salman), Brigadir Jenderal Ahmad as-Sirri (wakil kepala badan intelijen Saudi), dan Muhammad al-Utaibi (bekas Konsul Jenderal Saudi di Istanbul).

Tuntutan agar Liga Primer Inggris menjegal pembelian Newcastle oleh Bin Salman kian kencang setelah WTO (Organisasi Perdagangan Dunia) Selasa lalu memutuskan pemerintah Arab Saudi mendalangi pencurian hak siar milik stasiun televisi olahraga BeIN Sports asal Qatar.

Dalam laporan setebal 125 halaman, WTO menjelaskan ada bukti lengkap menunjukkan pemerintah Saudi mendukung dan mempromosikan layanan ilegal diberikan oleh beoutQ, stasiun televisi berbayar dan berkantor di Ibu Kota Riyadh. Alhasil, WTO menyebutkan pemerintah Saudi melanggar kewajibannya untuk menaati aspek hak kekayaan intelektual dalam perdagangan internasional.

Sila baca: WTO putuskan Arab Saudi curi hak siar televisi Qatar

Karena itulah, Ketua Komite Perdagangan Internasional Parlemen Inggris Angus MacNeil meminta kepada Menteri Perdagangan Liz Truss untuk memblokir pembelian Newcastle sampai pemerintah Saudi menyelidiki secara transparan mengenai tudingan pencurian hak siar pertandingan-pertandingan sepak bola Liga Primer milik stasiun televisi BeIN Sports oleh stasiun televisi berpusat di Riyadh, BeoutQ.

"Ini sebuah penghinaan terhadap pemerintah Inggris, Liga Primer, dan pelecehan atas dunia olahraga Inggris, serta tidak boleh dibiarkan," tulis MacNeil dalam suratnya.

Perkembangan ini tentu saja bakal membikin sulit Bin Salman menutupi wajahnya tercoreng. Beli Newcastle tidak serta merta menjadi topeng bagi kelaliman Bin Salman.

Wartawan Jamal Khashoggi. (Twitter/mercan_resifi)

Inggris kenakan sanksi atas 20 warga Saudi terlibat pembunuhan Khashoggi

Mereka terkena sanksi termasuk dua orang dekat Bin Salman.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Turki mulai adili 20 warga Saudi secara in absentia dalam kasus pembunuhan Khashoggi

"Mereka meminta saya menyalakan tandoor (oven). Mereka kelihatan panik saat itu," kata Zeki Demir.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Polisi Kanada peringatkan pengkritik Saudi akan jadi target pembunuhan Bin Salman

Seorang juru bicara pemerintah Kanada mengakui pihaknya prihatin dengan situasi hak asasi manusia buruk di Arab Saudi.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Buru Jabri incar dokumen

"Dia memiliki semua dokumen mengenai segala hal dan menyangkut semua orang penting di Saudi," tutur seorang eks pejabat keamanan regional.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Gonta ganti Tuhan di Hagia Sophia

Di waktu subuh pada 1 Juli, untuk pertama kali dalam 85 tahun, azan dikumandangkan dari dalam Hagia Sophia.

10 Juli 2020

TERSOHOR