kisah

Proyek fantasi Bin Salman di tepi Laut Merah

"Dia mengira dirinya seperti Tuhan ingin membuat peradaban baru," tutur Alia al-Huwaiti. "Atau seperti Firaun, siapa saja menolak pikirannya akan mati atau lenyap."

10 Mei 2021 22:18

Sedari awal, proyek ini sudah penuh kontroversi: siapa akan mengerjakan, bagaimana dibangun, dan apakah mungkin secara fisik proyek itu terwujud.

Itulah proyek fantasi digagas Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman: membangun kota baru berukuran raksasa di tepi Laut Merah dan bernama Neom. Nama ini berasal dari kata Neo (dalam bahasa Yunani berarti baru) dan Mustaqbal (dalam bahasa Arab berarti masa depan atau harapan).

Proyek diperkirakan menghabiskan fulus US$ 500 miliar ini diluncurkan Bin Salman pada 2017. Kalau benar terwujud pada 2030, Neom bakal seluas Belgia atau 33 kali Kota New York di Amerika Serikat.

Sebuah dokumen proyek Neom setebal 2.300 halaman dirilis dua tahun lalu menyebutkan kota fantasi Bin Salman tu akan dilengkapi beragam fasilitas mutakhir menggunakan teknologi kecerdasan buatan, termasuk taksi terbang, bulan buatan, dan dinosaurus animatronik.

Kemudian pada Januari tahun ini, Bin Salman mengumumkan proyek pembangunan pertama di Neom, yakni kota berbentuk garis lurus sepanjang 170 kilometer diberi nama the Line. Kota ini tanpa mobil, jalan, atau emisi karbon.

Namun laporan terbaru dilansir surat kabar the Wall Street Journal mengungkapkan terjadi eksodus staf Neom lantaran tidak kuat menghadapi khayalan Bin Salman.

Dalam pertemuan dengan Direksi Neom Desember tahun lalu, para perancang kota menawarkan rencana lebih sederhana: sebuah kota tanpa emisi karbon. Tapi Bin Salman ingin lebih dari itu. Dia mendesak para perancang berpikir lebih keras lagi untuk mewujudkan fantasinya. "Saya ingin membangun piramid-piramid saya," kata Bin Salman merujuk pada kota peradaban Mesir kuno.

Kalau itu yang dimaksud bin Salman, menurut pendiri sekaligus Direktur MENA Rights Group Ines Usman, bakal banyak pekerja meninggal karena dipaksa bekerja melewati batas. "Tentu saja ratusan buruh migran akan menghadapi nasib serupa saat membangun Neom, selain mereka dibunuh karena menolak pembangunannya," ujar Ines kepada Middle East Eye.

Alia al-Huwaiti, aktivis sekaligus pembangkang dari suku Al-Huwaitat tinggal di London, bilang Bin Salman ingin menciptakan peradaban baru untuk menorehkan namanya dalam sejarah. "Dia mengira dirinya seperti Tuhan ingin membuat peradaban baru," tuturnya. "Atau seperti Firaun, siapa saja menolak pikirannya akan mati atau lenyap."

Sila baca:

Bin Salman disconnected Huwaitat tribe from the world because they refused Neom project

Arab Saudi bunuh warganya karena tolak proyek kota impian Bin Salman

Pada Oktober 2018, ketika dunia terhenyak dengan pembunuhan dilakukan 15 warga Saudi terhadap kolumnis koran the Washington Post, Jamal Khashoggi, di dalam kantor Konsulat Jenderal Saudi di Kota Istanbul, Turki, pemerintah negara Kabah itu mengumumkan 19 anggota Dewan penasihat Neom. Mereka antara lain kepala desain Apple Jony Ive dan miliarder sekaligus investor di Silicon Valley Marc Andreessen.

Namun beberapa di antara mereka sekarang mengklaim tidak pernah mau terlibat dalam proyek Neom. Mereka mengaku dihubungi oleh kantor Bin Salman, tapi sehabis itu tidak ada kabar. Tiba-tiba saja nama mereka sudah ada dalam berita internasional menyebutkan mereka termasuk dalam Dewan Penasihat Neom.

Di saat sama, sejumlah anggota Dewan Penasihat Neom mundur sebagai prtes terhadap pembunuhan Khashoggi, dimana Bin Salman diyakini sebagai pemberi perintah. Carlo Ratti dari MIT dan arsitek asal Inggris Norman Fster secara terbuka menyatakan mundur dari Dewan Penasihat Neom.

Ini menjadi penanda awal proyek Neom berlangsung tidak transparan, mirip perekonomian Saudi serba tertutup. Lewat program Saudisasi, mewajibkan semua perusahaan mempekerjakan warga Saudi, perusahaan-perusahaan asing di sana kerap diperiksa apakah sudah memenuhi standar jumlah pekerja warga Saudi.

Februari lalu, Riyadh memutuskan perusahaan asing ingin mengerjakan proyek pemerintah mesti memindahkan kantor regional mereka ke Saudi paling lambat 2024.

Dalam laporan the Wall Street Journal itu terungkap keanehan keanehan dalam proyek pembangunan Neom. Bin Salman misalnya memerintahkan mmeledakkan sebuah gunung untuk membuat lubang sepanjang 0,8 kilometer dan setinggi gedung 30 lantai, nantinya akan dipakai buat membangun hotel dan hunian.

Selain itu, Bin Salman juga ingin dibangun sepuluh istana di Neom. Masing-masing harus lebih luas dari lapangan sepak bola dan tiap istana ditaksir seharga US$ 400 juta.

"Kenyataannya para investor asing tidak buru-buru mendukung proyek ini karena ada indikasi tidak akan langgeng. Berapa banyak orang mampu mebeli sebuah rumah senilai US$ 400 juta di gurun?" kata Ines.

Lebih gilanya lagi, Bin Salman ingin membangun gedung pencakar langit setinggi 1.600 meter dan selebar 80,5 kilometer.

"Proyek itu (Kota Neom) cuma lelucon," ujar Alia. "Tidak ada orang percaya kata-kata Bin Salman."

Di tengah kondisi keuangan negara sedang defisit, Bin Salman tidak mau menunda proyek Neom, Sebab itulah inti dari Visi Saudi 2030 dia luncurkan lima tahun lalu.

 

Lukisan wajah Yesus berjudul Salvator Mundi. (The Art Newspaper)

Lukisan palsu Da Vinci kepunyaan Bin Salman

Bin Salman menuntut Salvator Mundi miliknya dipajang di sebelah lukisan berjudul Mona Lisa. Calon raja kedelapan Saudi ini menjanjikan fulus dalam jumlah sangat banyak kalau Prancis setuju.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Al-Arabiya)

Tiga isyarat Biden agar Bin Salman lakukan kudeta

Kalau mau dianggap selevel dengan Biden, dia mesti buru-buru naik takhta dan tentu harus menyingkirkan ayahnya dari singgasana.

Rombongan tokoh Kristen Evangelis asal Amerika Serikat dipimpin oleh Joel Rosenberg bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, Oktober 2018. (Twitter/@JoelCRosenberg)

Gereja perdana di negara Kabah

"Tidak ada satu gereja pun di sini," kata seorang penganut Nasrani telah menetap di Saudi selama usia dewasa.

Syekh Salman al-Audah, ulama tersohor Arab Saudi ditahan sejak 10 September 2017 tanpa proses hukum jelas. (Twitter/Prisoners of Conscience)

Kuasa Bin Salman nestapa Syekh Salman

Selama lima bulan pertama dalam penjara, Syekh Salman tidak diizinkan menghubungi keluarganya.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Mossad dan pengkhianatan di negara Mullah

Mantan Direktur Mossad Yossi Cohen untuk pertama kali bercerita bagaimana para agennya berhasil mencuri berton-ton dokumen nuklir Iran dari gudang penyimpanan di Teheran.

14 Juni 2021

TERSOHOR