kisah

Roket Syiah, milisi Sunni, target Zionis

Kesamaan tujuan membikin Iran bisa lebih fleksibel dalam memberikan bantuan tanpa melihat perbedaan paham.

24 Mei 2021 14:58

Masalah Palestina masih dijajah Israel menjadi salah satu isu pertarungan tiga negara berpenduduk mayoritas muslim untuk berebut pengaruh supaya dianggap sebagai pemimpin negara Islam, yakni Arab Saudi, Iran, dan Turki.

Saudi merasa paling berhak ditahbiskan sebagai pemimpin negara Islam lantaran di sana ada kiblat sekaligus dua kota suci, yakni Makkah dan Madinah. Turki merasa lebih layak lantaran mengklaim titisan Kesultanan Usmaniyah diyakini sebagian umat Islam sebagai sebuah khilafah.

Namun untuk urusan Palestina, Iran masih unggul. Setidaknya pengakuan atas jasa-jasa kongkret Iran diakui secara terbuka oleh pemimpin Hamas dan Jihad Islam.

Beberapa jam setelah penerapan gencatan senjata pada Jumat pekan lalu, Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah - tinggal di Ibu Kota Doha, Qatar - berterima kasih kepada Iran atas dukungan fulus, senjata, dan teknis kepada Hamas sehingga mampu berperang menghadapi Israel. "Kami berterima kasih kepada Republik Islam Iran tidak menahan bantuan dana, persenjataan, dan teknisnya," katanya, seperti dilansir the Jerusalem Post.

Sekretaris Jenderal Jihad Islam Ziad an-Nakhlah menetap di Ibu Kota Beirut, Libanon, kemarin menyurati pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. Juga buat mengapresiasi sokongan dana, senjata, dan pelatihan dari Iran.

Bagi negara Mullah merupakan pusat teologi Syiah dunia itu, meski berbeda dalam hal ideologi, membantu Hamas dan Jihad Islam berpaham Sunni didasari oleh kesamaan tujuan, yakni membebaskan Palestina, termasuk Yerusalem Timur dan Masjid Al-Aqsa, dari penjajahan Israel. Karena itulah, Iran bisa lebih fleksibel dalam memberikan bantuan tanpa melihat perbedaan paham.

Ini pula, membuat Syekh Naim Qasim, wakil pemimpin Hizbullah - milisi Syiah sokongan Iran di Libanon - tidak alergi untuk menemui perwakilan Hamas di Beirut buat menyampaikan dukungan moril. 

Selain memiliki kantor Biro Politik di Doha, Hamas juga menempatkan Usamah Hammdan dan Ali Barakah sebagai perwakilan di Beirut (Libanon), serta Khalid Qaddumi di Teheran (Iran). Di Saudi juga ada perwakilan Hamas namun karena negara Kabah ini sudah bermesraan dengan Israel, Riyadh menahan kepala perwakilan Hamas Muhammad al-Khudari, putranya, dan lusinan pendukung Hamas di sana sejak April 2019.

Saudi sudah menetapkan Hamas dan Al-Ikhwan al-Muslimun sebagai organisasi teroris dan terlarang. Kebijakan ini mirip dengan posisi diambil Israel dan Amerika Serikat.

Sila baca:

Netanyahu terbang ke Arab Saudi temui Bin Salman

Arab Saudi tahan pemimpin senior Hamas

Kedekatan ini bukan tanpa sebab. Menurut sumber Albalad.co, Riyadh ingin mengambil alih pengurusan Masjid Al-Aqsa dan situs agama bersejarah lainnya di Yerusalem Timur dari tangan Yordania.

Motif serupa juga dimiliki Turki. Karena itu, untuk menanam pengaruhnya di Yerusalem Timur, banyak organisasi kemanusiaan mendapat sokongan dana dari Turki beroperasi di kota suci bagi tiga agama ini.

Tapi lagi-lagi posisi Turki ketinggalan dari Iran. Turki menjadi negara muslim pertama mengakui eksistensi Israel pada 1949. Bahkan, meski Presiden Recep Tayyip Erdogan kelihatan garang mengecam Israel saat Perang Gaza 10-20 Mei lalu, ternyata Kedutaan Besar Turki di Ibu Kota Tel Aviv masih buka dan Kedutaan Israel di Ankara tetap beroperasi.

Sila baca: Meski Erdogan garang soal Perang Gaza, Kedutaan Turki di Tel Aviv tetap beroperasi

Kontribusi utama Iran terhadap Hamas dan Jihad Islam sehingga mampu berperang menghadapi Israel dibenarkan pula oleh negara Zionis itu. "Tidak satu pun perang terjadi di Timur Tengah tanpa sepengetahuan, dukungan dana, keahlian, dan keterlibatan langsung dari Iran di lapangan," ujar juru bicara militer Israel Jonathan Conricus kepada FOX News.

Tiga pentolan Hamas - Mahmud Zahar (pendiri Hamas), Khalid Misyaal (mantan kepala Biro Politik Hamas), dan Ahmad Yusuf (eks penasihat Ismail Haniyah) pernah mengungkapkan kepada Albalad.co dalam kesempatan terpisah: Iran memberikan sokongan duit, senjata, dan pelatihan kepada organisasinya. "Itulah membuat kami bermartabat karena bisa melawan penindasan Israel."

Gudang tempat penyimpanan dokumen rahasia program nuklir Iran di kawasan Shorabad, selatan Ibu Kota Teheran, Iran, dicuri oleh sekitar 20 agen Mossad pada 31 Januari 2018. (Peime Minister's Office)

Mossad dan pengkhianatan di negara Mullah

Mantan Direktur Mossad Yossi Cohen untuk pertama kali bercerita bagaimana para agennya berhasil mencuri berton-ton dokumen nuklir Iran dari gudang penyimpanan di Teheran.

Shimon Peres menandatangani formulir pengajuan untuk menjadi warga negara Palestina pada 1937. (PIC)

Temu rahasia Gus Dur-Peres di Halim

Kalau mau menjadi penengah, Indonesia harus berdialog dengan kedua pihak. Indonesia juga harus dan pantas dilibatkan sebagai mediator dalam proses perdamaian Palestina-Israel.

Seorang pengawal pemimpin Hamas memasuki terowongan di perbatasan Rafah,  tembus dari Jalur Gaza ke Mesir, Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Mata-mata Gaza

Dua putra pemimpin Hamas juga ada yang menjadi informan Israel.

Peta negara Palestina dan Israel versi proposal damai Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Twitter)

Mengenal Lembah Yordania

Netanyahu akan memulai proses aneksasi Lembah Yordania dan 30 permukiman Yahudi di Tepi Barat pada 1 Juli.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Mossad dan pengkhianatan di negara Mullah

Mantan Direktur Mossad Yossi Cohen untuk pertama kali bercerita bagaimana para agennya berhasil mencuri berton-ton dokumen nuklir Iran dari gudang penyimpanan di Teheran.

14 Juni 2021

TERSOHOR