kisah

Belajar bertani di negara Zionis

Sayangnya tidak ada keterlibatan pemerintah Indonesia. Alhasil, setiap lulusan AICAT tidak tersalurkan ilmu dan pengalamannya.

09 Juni 2021 10:41

Dari enam angkatan mahasiswa Indonesia sudah belajar pertanian di Israel, kontingen untuk periode 2019-2020 paling menarik. Sebanyak 81 orang itu menjalani pendidikan sekaligus magang kerja di lahan pertanian ketika dua peristiwa besar terjadi: pandemi Covid-19 terjadi sejak Maret tahun lalu dan masih berlangsung serta Perang Gaza pada 10-20 Mei.

Mereka belajar di kampus bernama the Arava International Center for Agricultural Training (AICAT), berlokasi di wilayah Arava, selatan Israel. Di sini, terdapat seribuan mahasiswa dari beragam negara berkembang, termasuk dari Asia, Pasifik, dan Afrika, mengikuti pendidikan pertanian tiap tahun. Mulai dari pengembangan bibit hingga pemasaran produk hasil panen.

Dari 81 mahasiswa Indonesia ini, pendidikannya sejatinya rampung pada Juni tahun lalu, ketika pandemi Covid-19 tengah memuncak di negara Zionis itu, tersisa 60 orang memilih melanjutkan pelatihan lantaran Israel menutup penerbangan internasionalnya. Sedangkan 21 pulang lebih dulu ke tanah air.

Dalam perjalanannya, tiga mahasiswa Indonesia Maret lalu terpaksa pulang karena masa berlaku paspor mereka habis. Alhasil, tinggal 57 orang saja mengikuti wisuda dilaksanakan di hari terakhir perang antara Hamas dan Israel.

IMG-20210521-WA0008

Kemudian di hari pertama berlakunya gencatan senjata antara Hamas dan Israel 16 orang pulang duluan. Sisanya sebanyak 41 orang terbang ke tanah air besok. "Kami sedang menjalani tes PCR sebelum pulang pada 10 Juni," kata Costa, koordinator mahasiswa Indonesia di Israel, kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp semalam.

Mereka akan menumpang pesawat Emirates Airline dan transit di Dubai sekitar lima jam. Menurut jadwal, 41 mahasiswa Indonesia ini tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta sekitar pukul sepuluh malam. "Dari sana, kami akan langsung ke Wisma Atlet untuk menjalani karantina," ujar Costa.

Maskapai asal Uni Emirat Arab itu membuka penerbangan langsung Dubai-Tel Aviv setelah kedua negara sepakat menjalin hubungan diplomatik sehabis menandatangani Perjanjian Ibrahim pada 15 September tahun lalu di Gedung Putih, Amerika Serikat.

Rute serupa juga dilayani maskapai bertarif murah Flydubai. Kemudian Etihad Airways membuka jalur Abu Dhabi-Tel Aviv. Semua penerbangan dari Dubai dan Abu Dhabi menuju Ibu Kota Tel Aviv, Israel, ini dan sebaliknya melintasi wilayah udara Arab Saudi.

Tidak ada yang menyangka dunia bakal diserang wabah Covid-19, termasuk Israel. Selama tinggal di negara Bintang Daud itu, para mahasiswa Indonesia ini pun mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, rajin mencuci tangan, dan menghindari kerumunan. Mereka Maret lalu juga mendapat suntikan dua dosis vaksin Covid-19 bikinan Pfizer-BioNTech.

Israel akhirnya menjelma sebagai negara dengan program vaksinasi tercepat di dunia. Lantas akhir April lalu, pemerintah Israel tidak lagi mewajibkan penduduknya memakai masker ketika berada di luar rumah. Sesuai rencana, per 15 Juni kewajiban menggunakan masker saat berada di dalam ruangan juga dicabut.

Kini saban hari kasus penderita baru Covid-19 di negeri Menorah itu hampir tidak ada.

Selama perang meletup, para mahasiswa Indonesia juga tidak cemas. Karena wilayah tempat tinggal sekaligus tempat mereka magang kerja tidak pernah menjadi sasaran tembakan roket dari Jalur Gaza. Mereka bermukim di wilayah Arava, selatan Israel, terletak di antara Laut Merah dan Laut Mati.

Kota terdekat menjadi target gempuran roket asal Gaza adalah Beersheba. "Tidak ada serangan roket sampai di tempat kami, Mas," tutur Costa. "Kami semua dalam keadaan aman dan ahkan di tempat para mahasiswa semua aktivitas berjalan seperti biasa."

Program pengiriman mahasiswa Indonesia untuk belajar pertanian di AICAT ini sudah dimulai sejak 2014. Penggagasnya adalah pengusaha berdarah Tionghoa menolak ditulis namanya. Dia sendiri meneken nota kesepahaman dengan AICAT. "Itu bentuk kepedulian saya terhadap pertanian kurang diperhatikan di Indonesia," katanya kepada Albalad.co tahun lalu.

Dia tidak memiliki motif bisnis. Sebab usahanya tidak terkait dengan bidang pertanian. Pengusaha ini bergerak di sektor transportasi aspal.

Proyek ini berjalan lancar dan jatah mahasiswa Indonesia ditambahan tiap tahun. Sekarang ini, kata pengusaha itu, Indonesia bisa mengirim seratusan mahasiswa. Namun buat periode 2019-2020, hanya 81 orang mendaftar. Karena nama Israel sangat sensitif di Indonesia, mahasiswa muslimnya hanya hitungan jari.

Dari 81 mahasiswa itu, ada yang berasal dari Universitas Andalas di Padang dan Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta.

Sila baca: Teknologi pertanian Israel bisa diterapkan di Indonesia

Sayangnya tidak ada keterlibatan pemerintah Indonesia. Alhasil, setiap lulusan AICAT tidak tersalurkan ilmu dan pengalamannya. "Paling yang terjun menjadi pengusaha pertanian tidak sampai lima persen," ujar pengusaha berdarah Cina itu.

Gudang tempat penyimpanan dokumen rahasia program nuklir Iran di kawasan Shorabad, selatan Ibu Kota Teheran, Iran, dicuri oleh sekitar 20 agen Mossad pada 31 Januari 2018. (Peime Minister's Office)

Mossad dan pengkhianatan di negara Mullah

Mantan Direktur Mossad Yossi Cohen untuk pertama kali bercerita bagaimana para agennya berhasil mencuri berton-ton dokumen nuklir Iran dari gudang penyimpanan di Teheran.

Rombongan 41 mahasiswa Indonesia di Bandar Udara Ben Gurion di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, pada Juni 2021 jelang kepulangan ke Indonesia. (Albalad.co)

Rombongan mahasiswa Indonesia selesai belajar di Israel telah tiba di Jakarta

Mereka termasuk dalam 81 mahasiswa Indonesia belajar pertanian di Arava International Center for Agricultural Training (AICAT) untuk periode 2019-2020.

Sebanyak 60 mahasiswa Indonesia belajar pertanian di Israel diwisuda pada 20 Mei 2021. (Albalad.co)

44 mahasiswa Indonesia tersisa tinggalkan Israel Kamis pekan depan

Sebanyak 60 orang ini bagian dari 81 mahasiswa Indonesia belajar pertanian di Israel buat periode 2019-2020. 

Sebanyak 16 mahasiswa Indonesia berpose di Bandar Udara Ben Gurion, Ibu Kota Tel Aviv, Israel, sebelum terbang ke Indonesia. (Albalad.co)

16 mahasiswa Indonesia tinggalkan Israel di hari pertama gencatan senjata

Sebanyak 44 orang lainnya bakal pulang awal bulan depan.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Mossad dan pengkhianatan di negara Mullah

Mantan Direktur Mossad Yossi Cohen untuk pertama kali bercerita bagaimana para agennya berhasil mencuri berton-ton dokumen nuklir Iran dari gudang penyimpanan di Teheran.

14 Juni 2021

TERSOHOR