kisah

Berburu seks halal dan murah meriah di negara Kabah

"Teman saya orang Saudi sudah sebelas kali menikah misyar," ujarnya. Dia ceraikan dan menikah lagi, cerai kemudian menikah kembali."

09 Juli 2021 12:16

Nikah misyar kian digemari kaum lelaki di Arab Saudi. Selain sah menurut hukum Islam, berumah tangga ala misyar murah meriah.

Sebab dalam prakteknya, suami tidak wajib memberikan nafkah lahir, cuma nafkah batin. Isteri dalam kawin misyar juga tidak berhak mendapat tempat tinggal dan hidup bareng suami seperti menikah menurut syariat Islam lazimnya.

Nikah misyar ini menguntungkan bagi pria tidak mampu menikah sesuai tradisi di negara Kabah itu memang kelewat mahal. Namun banyak yang mengkritik misyar sekadar samaran bagi pasangan seks bebas. Karena itulah, kebanyakan pasangan nikah misyar melakoni secara rahasia.

"(Nikah) misyar memberikan kenyamanan, kebebasan, dan hdup bersama dihalalkan," kata seorang pegeawai negeri Saudi berumur 40-an tahun. Dia sudah menikah misyar selama dua tahun dengan seorang janda Saudi berusia 30-an tahun.

Dari isteri sahnya, pria ini mempunyai tiga anak dan dia bisa mengunjungi istri misyarnya di Ibu Kota Riyadh kapan saja dia mau. Dia tidak menyebutkan apa saja dia berikan kepada istri rahasianya itu.

"Teman saya orang Saudi sudah sebelas kali menikah misyar," ujarnya. "Dia ceraikan dan menikah lagi, cerai kemudian menikah kembali."

Misyar juga digemari oleh ekspatriat di Saudi. Alasan utamanya: halal dan murah. Para pekerja asing muslim ini memburu pasangan buat misyar di situs-situs kencan.

"Misyar itu lebih murah. Tidak ada mahar, tanpa kewajiban menafkahi istri," tutur ahli farmasi asal Mesir menetap di Riyadh.

Dia mulai mencari perempuan untuk nikah misyar setelah memulangkan isteri sahnya dan putranya ke Kairo setelah pandemi Covid-19 muncul tahun lalu. Keputusan itu diambil lantaran biaya hidup di Saudi makin mahal dan ada pengenaan pajak bagi dirinya serta orang dia tanggung.

Lelaki Mesir ini terpaksa ingin menikah misyar karena tersiksa jauh dari isteri. Dia mencoba mencari istri misyar lewat calo dengan tarif lima ribu riyal. "Saya sudah memberikan kriteria saya mau: berat badan, ukuran, warna kulit...tapi sampai sekarang belum ada yang cocok," katanya.

Mengutip sejumlah sumber di Kementerian Kehakiman Arab Saudi, surat kabar Al-Watan pada 2018 menulis pernikahan misyar biasanya berlangsung singkat, yakni 14-60 hari. Nikah misyar juga menjadi pilihan bagi para janda ingin kawin lagi.

Seorang sahabt dari janda Suriah tinggal di Riyadh bilang temannya ini menikah misyar agar tidak ketahuan suaminya. Kalau menikah normal, maka suaminya orang Saudi akan menempuh jalur hukum supaya bisa mengadopsi kedua anak mereka.

Sangat sukar untuk mencari tahu berapa jumlah pasangan menikah misyar karena banyak tidak tercatat. Tapi praktek ini sudah berlangsung puluhan tahun di Saudi.

Apalagi setelah Mufti Agung Arab Saudi Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz pada 1996 mengeluarkan fatwa membolehkan menikah misyar. Kian marak fenomena ini berlangsung di negeri Dua Kota Suci itu.

Namun banyak pula mempersoalkan keabsahan menikah misyar lantaran tidak diumumkan kepada masyarakat. Sebab yang hadir waktu akad adalah pasangan, dua saksi, dan wali.

Nikah misyar memang menjadi perdebatan di kalangan ulama. Ada yang membolehkan, yang lain menyatakan makruh, dan sebagian lagi mengharamkan.

Tetap saja praktek ini memprihatinkan karena banyak lelaki tidak mau menanggung kehidupan anak dari pasangan misyarnya.

Seorang ulama di Riyadh pernah mendapat keluhan dari seorang isteri nikah misyar. "Suami saya tida mau mengakui anak saya," ujar ulama ini menirukan ucapan perempuan nahas itu. Dia lalu menyarankan waniut itu menggugat ke pengadilan.

Alhasil nikah misyar cuma memanjakan kaum lelaki pemburu seks halal dan murah meriah.

Demonstrasi antirezim di Provinsi Khuzestan, Iran. (Video screencapture)

Revolusi Air di negeri Mullah

Ahwaz sebelum Perang Dunia Kedua meletup adalah negara merdeka dan berdaulat bernama Ka'abi. Penguasa terakhirnya adalah Pangeran Khazal al-Kaabi.

Dua Mercedes Benz milik warga Gaza. (Albalad.co/Supplied)

Masih ada surga dunia di Gaza

Keluarga berkocek tebal di Gaza bisa menyewa vila dilengkapi kolam renang di daerah sejuk di utara Gaza. Terdapat satu-satunya klub Mercedes di Gaza.

Antrean mobil mengular di sebuah pompa bensin di Ibu Kota Beirut, Libanon. (Twitter)

Ekonomi ambyar negeri Cedar

Ambruknya militer Libanon karena krisis ekonomi bisa meletupkan perang saudara lagi di negara itu.

Orhan Inandi, warga Kirgistan asal Turki, diculik oleh para agen intelijen Turki pada 31 Mei 2021 di Ibu Kota Bishkek, Kirgistan. (Turkish Minute)

Program culik pengkritik Erdogan

Freedom House menempatkan Turki di peringkat pertama dalam daftar negara penculik warganya di luar negeri sejak 2014.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Revolusi Air di negeri Mullah

Ahwaz sebelum Perang Dunia Kedua meletup adalah negara merdeka dan berdaulat bernama Ka'abi. Penguasa terakhirnya adalah Pangeran Khazal al-Kaabi.

23 Juli 2021

TERSOHOR