kisah

Masih ada surga dunia di Gaza

Keluarga berkocek tebal di Gaza bisa menyewa vila dilengkapi kolam renang di daerah sejuk di utara Gaza. Terdapat satu-satunya klub Mercedes di Gaza.

12 Juli 2021 19:14

Dua Mercedes Benz itu sedang nongkrong di sebuah cucian mobil. Bukan di Jakarta atau kota besar lainnya. Kedua mobil mewah buatan Jerman ini milik warga Palestina tinggal di Jalur Gaza, sedang disabuni supaya tetap mengkilat.

Kedua Mercedes itu menjadi bukti tidak semua orang Gaza hidup susah: mengandalkan bantuan kemanusiaan buat makan sehari-hari atau tidur dalam keadaan gelap gulita saban malam lantaran tidak bisa membeli genset untuk penerangan.

Ketika Albalad.co berkunjung ke Gaza sembilan tahun lalu, saban sore sudah lazim melihat dan mendengar raungan genset menjelang maghrib. Sebab tidak ada pasokan listrik tiap malam. Biasanya penerangan cuma tersedia 4-6 jam sehari.

Sila baca: Nestapa Gaza

Masih ada segelintir orang tajir, dari sekitar dua juta penduduk Gaza, dapat mereguk nikmat surga dunia meski hidup di wilayah telah diblokade Israel sejak Juni 2007 itu. Harga kemewahan dan kenyamanan mereka mampu beli itu menggunakan shekel (mata uang Israel). 

Abu Ras, pemilik ruang pamer mobil Golden Touch Motors, adalah salah satu penjual mobil mentereng asal Jerman: Mercedes Benz dan BMW. "Saya bisa menjual 2-10 Mercedes dan BMW saban bulan," katanya dalam wawancara khusus dengan Albalad.co melalui pesan WhatsApp kemarin. "Harga kedua jenis mobil itu berkisah US$ 50-100 ribu per unit."

Bahkan, katanya, terdapat satu-satunya klub Mercedes di Gaza. Selain jualan Mercedes dan BMW, di Golden Touch Motor juga ada mobil pabrikan dari Korea Selatan, termasuk Hyundai dan KIA.

Kalau ingin rehat, orang-orang kaya Gaza juga tidak kehabisan pilihan. Ada dua hotel paling mewah di Gaza, yakni Al-Mathaf dan Al-Mashtal. Pada Oktober 2012, Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani menginap di Al-Mashtal, sedangkan Albalad.co bermalam di Al-Mathaf, hotel milik Abdul Aziz al-Khalidi. Rumah salah satu orang paling kaya di Gaza ini terletak di seberang Al-Mathaf.

Saat Albalad.co sedang menyantap menu makan malam sendirian di teras hotel menghadap ke tepi Laut Mediterania, terdengar sejumlah remaja putri dari kalangan berada di Gaza sedang asyik merayakan hari lahir seorang temannya.

Keluarga berkocek tebal di Gaza bisa menyewa vila dilengkapi kolam renang di daerah sejuk di utara Gaza, tidak jauh dari perbatasan Israel, seperti White Chalet, atau resor pinggir pantai. Padahal White Chalet rusak akibat gempuran udara Israel saat perasng Gaza berlangsung 10-20 Mei lalu namun sekarang sudah bisa disewa.

Kalau mau memanjakan lidah, restoran pinggir pantai di Kota Gaza seperti Musyirah dan Wisyam dapat menjadi pilihan. Ada juga restoran Nu di lantai sebelas Menara Thahir dan restoran Palmira

Bagi yang suka mengunyah cokelat, Al-Jayyar di pojokan antara jalan Al-Wahdah dan An-Nasr pilihan menarik. Toko ini juga menjual beragam kue dan kopi bermutu bagus. Tidak jauh dari sana, terdapat toko cokelat As-Sawada.

Kalau sedang pelesiran ke Mal Capital, di sana terdapat pusat makanan untuk mengenyangkan perut sehabis keliling berbelanja. Jika kangen restoran cepat saji ala waralaba Kentucky Fried Chcken (KFC) asal Amerika Serikat, ada Chicken Broast, dibuka sejak 17 Maret tahun lalu.

Untuk penyuka masakan Italia, terdapat restoran Pizza Ath-Thabun di Jalan An-Nasir, Kota Gaza. Restoran Thailandy di Kota Gaza juga sering dipakai perayaan uang tahun anak-anak.

Bila ingin membeli buah, sayur, ikan, dan daging untuk stok di rumah, keluarga kaya Gaza bisa ke supermarket Meat City. Kebutuhan pangan lainnya juga dapat diperoleh di Hipermal Al-Danaf di Nusairat.

20210712_184439

Mereka peduli dengan penampilan dan ingin selalu tercium wangi semerbak, toko Zain Ad-Din menyediakan pelbagai merek parfum. Yang ingin tampil menawan dan elegan saat resepesi pernikahan, bisa datang ke salon pengantin Rumah Putih di Jalan Al-Jalaa, Kota Gaza.

Kaum tajir ini seperti hidup di planet lain. Ketika keluarga miskin kerap susah tidur dan kelaparan, orang-orang berkantong tebal di Gaza masih bisa merasakan surga dunia.

Demonstrasi antirezim di Provinsi Khuzestan, Iran. (Video screencapture)

Revolusi Air di negeri Mullah

Ahwaz sebelum Perang Dunia Kedua meletup adalah negara merdeka dan berdaulat bernama Ka'abi. Penguasa terakhirnya adalah Pangeran Khazal al-Kaabi.

Resor Bianco segera dibuka di Jalur Gaza. (Albalad.co/Supplied)

Resor mewah segera dibuka di Gaza

Harga sewa tiap vila di resor Bianco sebesar Rp 4,4 juta semalam.

Perempuan Arab Saudi tengah menggunakan telepon seluler. (Arab News)

Berburu seks halal dan murah meriah di negara Kabah

"Teman saya orang Saudi sudah sebelas kali menikah misyar," ujarnya. Dia ceraikan dan menikah lagi, cerai kemudian menikah kembali."

Antrean mobil mengular di sebuah pompa bensin di Ibu Kota Beirut, Libanon. (Twitter)

Ekonomi ambyar negeri Cedar

Ambruknya militer Libanon karena krisis ekonomi bisa meletupkan perang saudara lagi di negara itu.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Revolusi Air di negeri Mullah

Ahwaz sebelum Perang Dunia Kedua meletup adalah negara merdeka dan berdaulat bernama Ka'abi. Penguasa terakhirnya adalah Pangeran Khazal al-Kaabi.

23 Juli 2021

TERSOHOR