kisah

Musuh lama seteru baru

Motivasi ISKP kian menguat kalau masyarakat internasional tidak mendukung penuh pemerintahan Taliban. ISKP bakal menganggap rezim Taliban pantas ditumbangkan. 

30 Agustus 2021 20:28

Keduanya sebenarnya sudah enam tahun bermusuhan namun perubahan kekuasaan di Afghanistan menjadi babak baru perseteruan antara Taliban dengan ISKP (Negara Islam Provinsi Khorasan), cabang dari ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di Asia Tengah dan Asia Selatan dibentuk pada Januari 2015.

Penarikan pasukan Amerika Serikat dari negara NATO (Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara) lainnya akan berakhir besok dan runtuhnya pemerintahan Presiden Asyraf Ghani menjadi penanda bakal kian kentalnya persaingan dua kubu itu. ISKP akan menjadikan Taliban sebagai musuh nomor wahid mereka.

ISKP sudah membuktikan merekalah ancaman terberat Taliban, penguasa baru Afghanistan sedari 15 Agustus lalu, sepeninggal Amerika. Setidaknya itu sudah mereka tunjukkan dengan serangan bm bunuh diri di luar Bandar Udara Internasinal Hamid Karzai di Ibu Kota Kabul. Insiden Kamis pekan lalu ini menewaskan hapir seratus orang, laporan lainnya menyebut korban terbunuh seratusan, termasuk 13 tentara Amerika.

Taliban dan ISKP memang memiliki perbedaan ideologi. Taliban menuding ISKP sebagai kelompok khawarij ingin mendirikan khilafah. Taliban sendiri, dibentuk pada 1994 hanya mau membangun negara Islam di Afghanistan.

Sedangkan ISKP mengkafirkan Taliban dan menuduh Taliban boneka Amerika setelah Taliban berdamai dengan Amerika melalui kesepakatan diteken di Ibu Kota Dha, Qatar, Februari tahun lalu.

Menurut Faran Jeffery, Wakil Direktur Islamic Theology of Counter-Terrorism, lembaga kajian ekstremisme dan terorisme global berkantor di Inggris, setelah bertempur berbulan-bulan, Taliban awal tahun lalu mengumumkan sudah berhasil mengalahkan ISKP di dua provinsi menjadi pertahanan mereka, yakni Kunar dan Nangarhar. Banyak wilayah direbut oleh Taliban dan rumah-rumah anggota ISKP dibakar. Para pejuang mereka juga dihabisi. Cara serupa juga dilakukan ISKP kalau berhasil menangkap pejuang Taliban.

Bahkan banyak pula anggota ISKP lebih memilih menyerahkan diri kepada pasukan pemerintah Afghanistan kalau terkepung oleh Taliban. Seperti dilakoni Habib Arrahman, pemimpin ISKP di Provinsi Jauzan, tiga tahun lalu.

Namun ketiadaan Amerika dan pemerintahan kosong, bakal memicu semangat ISKP untuk mengganggu konsentrasi Taliban dalam proses membentuk rezim dan mengelola Afghanistan nantinya. "Sel tidur ISKP di Kabul benar-benar kuat dan mapan," kata Jeffery seperti dilansir India Today. "Banyak orang direkrut karena motivasi ideologi."

ISKP akan berusaha memecah belah dan merekrut ratusan anggota dari beragam kelompok teror ada di kawasan Asia Tengah, seperti Tahrik Taliban Pakistan (TTP), Lasykar Tayibah, Lasykar Islam, dan Lasykar Jhangvi.

Belum diketahui sejauh mana propaganda ISKP ke depan nantinya. Yang jelas, ISKP akan berusaha menggaet orang-orang radikal di tubuh Taliban tidak senang atas kerjasama dengan Amerika atau mereka tidak suka terhadap perubahan kebijakan Taliban atas komunitas Syiah dan kelompok minoritas lainnya di Afghanistan.

Pemimpin ISKP saat ini adalah Syahab al-Muhajir. Dia diyakini ahli perang kota dan sebelumnya komandan level menengah di jaringan Haqqani cabang Taliban.

Al-Milat, media resmi ISKP, menyebutkan Muhajir menjadi emir baru ISKP sejak Juli tahun lalu namun tidak ada foto atau biografi dirinya. Al-Milat pernah merilis rekaman suara Muhajir dalam bahasa Pasytun. Isinya meminta para anggota ISKP untuk tetap setia kepada ISIS. Pesan ini disampaikan tidak lama setelah wilayah ISKP di Kunar dan Nangarhar direbut oleh Taliban.

Sejumlah pengamat terorisme meyakini Muhajir berasal dari sebuah negara Arab sehingga tidak fasih bahasa lokal di Afghanistan. ISKP tahun ini menerbitkan buku setebal 298 halaman karya pemimpinnya itu dalam bahasa Dari berjudul Sistem: Manajemen dan Kepemimpinan untuk Pejuang Negara Islam. 

Di bawah kepemimpinan Syahab al-Muhajir, ISKP mampu melancarkan sejumlah serangan mematikan, termasuk membunuh empat orang Syiah dari suku Hazara April lalu.

Sebulan sebelumnya, beberapa anggota ISKP menyerang sebuah kuil Sikh di Kabul dan menewaskan lebih dari 20 orang. 

Muhajir juga memberikan amnesti kepada semua anggota ISKP menyerah kepada pemerintah Afghanistan di dua provinsi, Kunar dan Nangarhar, pada 2019 dan 2020.

Wilayah operasi ISKP juga sudah mencakup Pakistan setelah pemimpin ISPP (Negara Islam Provinsi Pakistan) Abu Mahmud tahun ini mengeluarkan pesan: berdasarkan keputusan pimpinan pusat ISIS, Pakistan juga masuk dalam wilayah kewenangan ISKP. 

India juga pantas cemas. "Beberapa warga India, terutama dari Kerala, sudah pergi ke Afghanistan untuk bergabung dengan ISKP," kata Jeffery. 

Maret tahun lalu, anggota ISKP asal Kerala bernama Abu Khalid al-Hindi meledakkan diri di Kabul sehingga mengakibatkan lusinan orang terbunuh. 

Lima bulan kemudian, tiga anggota ISKP dari India, termasuk pengebom bunuh diri bernama Abu Rawaha al-Muhajir, menyerang penjara di Jalalabad, ibu kota Provinsi Nangarhar. 

Huzaifah al-Bakistani, asal Pakistan, juga bergabung dengan ISKP karena kecewa dengan Lasykar Tayibah. Dia berperan penting dalam pembentukan ISJK (Negara Islam Jammu Kasymir) kemudian melebur ke dalam ISHP (Negara Islam Provinsi Hindi atau India). 

Huzaifah tewas dalam serangan pesawat nirawak Amerika di Nangarhar, Juli dua tahun lalu. 

Motivasi ISKP kian menguat kalau masyarakat internasional tidak mendukung penuh pemerintahan Taliban. ISKP bakal menganggap rezim Taliban pantas ditumbangkan. 

Kalau sudah begitu, Afghanistan akan terus dikoyak oleh konflik bersenjata. 

 

 

 

 

Sokongan untuk Taliban demi stabilitas Afghanistan

Tanpa sokongan komunitas global, Afghanistan akan menjadi medan jihad baru.

Lokasi serangan pesawat nirawak Amerika Serikat di Ibu Kota Kabul, Afghanistan, 29 Agustus 2021. (Albalad.co/Supplied)

Dikira ISIS, serangan Amerika di Kabul tewaskan sembilan warga sipil

Korban meninggal termasuk enam anak. Mereka semua satu keluarga.

Pasukan Taliban memperketat penjagaan di Ibu Kota Kabul, Afghanistan. (Al-Hijrat)

Taliban: Serangan pesawat nirawak Amerika tewaskan beberapa pengebom bunuh diri ISIS

Biden kemarin sudah memperingatkan ada ancaman serangan ISKP hingga Selasa pekan depan, merupakan tenggat terakhir pemulangan pasukan Amerika dari Afghanistan. 

Kepulan asap terlihat setelah sebuah roket menghantam sebuah rumah di Ibu Kota Kabul, Afghanistan, 29 Agustus 2021. (Albalad.co/Supplied)

Pesawat nirawak Amerika ledakkan kendaraan berbahan peledak tengah menuju bandar udara Kabul

Dalam insiden terpisah, sebuah roket menghantam satu rumah di Kabul. Kantor berita Asvaka menulis kejadian ini menewaskan dua orang dan melukai tiga orang lainnya. 





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Korupnya rezim Abbas

Pada 1996, terbit riset pertama dan satu-satunya mengenai korupsi dalam kepemimpinan Palestina. Penelitian ini membikin marah Arafat dan wartawan memberitakan studi itu ditangkap. 

22 September 2021
Tahanan lari jadi pahlawan
10 September 2021

TERSOHOR