kisah

Harta rahasia penguasa negara Bani Hasyim

Properti milik Raja Abdullah di Malibu, London, Ascot, dan Georgetown senilai lebih dari Rp 1,3 triliun.

04 Oktober 2021 08:53

Bocoran beragam dokumen keuangan memperlihatkan sebuah jaringa rahasia milik sejumlah perusahaan digunakan oleh Raja Yordania Abdullah bin Husain untuk membeli 15 rumah sejak dia naik takhta pada 1999, seperti dilansir BBC Panorama hari ini dalam laporan investigasi bertajuk Pandora Papers.

Properti kepunyaan penguasa negara Bani hasyim itu termasuk tempat tinggal di Malibu, Amerika Serikat, serta London dan Ascot di Inggris.

Para pengacara Raja Abdullah menegaskan kliennya itu membeli semua properti menggunakan fulusnya sendiri. Selain itu, tidak ada kekeliruan kalau dia membeli memakai perusahaan-perusahaan cangkang.

Yordania menerima bantuan internasional dalam jumlah cukup besar, termasuk dari Inggris dan Amerika. Pemerintah Inggris adalah salah satu penyong dana utama bagi penguasa Yordania dan pada 2019 menaikkan bantuan keuangannya untuk negeri kerajaan itu menjadi 650 juta poundsterling dalam lima tahun ke depan.

Dan Raja Abdullah dianggap sekutu Barat moderat di Timur Tengah.

Tapi minatnya untuk berinvestasi di sektor properti di luar negeri meningkat selama 2003 hingga 2017 ketika di negaranya subsidi dicabut dan pajak dinaikkan. Tahun lalu, Yordania mengumumkan kampanye untuk mencegah warganya menyimpan duit di negara lain.

Seorang pembangkang Yordania menilai Raja Abdullah mengendalikan negara itu seperti menggunakan pengendali jarak jauh. Satu mantan pegawai pemerintah mengungkapkan kepada BBC Panorama, Raja Abdullah menghabiskan empat hingga enam pekan saban tahun untuk pelesiran ke luar negeri.

Pengungkapan aset rahasia Raja Abdullah itu berdasarkan bocoran dokumen-dokumen keuangan diberi nama Pandora Papers. BBC Panorama dan the Guardian bareng 14 media lainnya memperoleh akses 12 juta dokumen dari 14 perusahaan beroperasi di British Virgin Islanads, Belize, Panama, Hong Kong, Siprus, Swiss, dan negara lain.

Properti milik Raja Abdullah itu bernilai lebih dari 70 juta pound sterling (kini setara lebih dari Rp 1,3 triliun), antara lain tiga vila mewah senilai 50 juta pound sterling di Malibu (California, Amerika). Satu dari vila ini akan dibangun ulang dengan ukuran dua kali lebih besar. Satunya lagi akan dibuatkan kolam renang.

Raja Abdullah mempunyai sejumlah apartemen di Ibu Kota Washington DC, Amerika, di mana putranya pernah kuliah di sana. Di Inggris, dia membeli delapan properti berlokasi di Ibu Kota London dan tenggara England, termasuk beberapa rumah dekat Istana Buckingham.

Raja Abdullah juga memborong empat apartemen di Georgetown, kawasan mahal di Washington DC, pada 2012-2014. Pembelian senilai US$ 16 juta ini terkait anak lelakinya, Putera Mahkota Husain, ketika itu kuliah di Universitas Georgetown.

Tempat tinggal dengan tujuh kamar tidur kepunyaan Raja Abdullah itu terletak di atas bukit menghadap Samudera Pasifik di Malibu. Dia bertetangga dengan pesohor dunia lainnya, seperti Sir Anthony Hopkins, Julia Roberts, Simon Cowell, Gwyneth Paltrow, dan Barbara Streisand.

Properti ini dibeli seharga US$ 33,5 juta pada 2014 oleh Nabisco Holdings SA, perusahaan berlokasi di British Virgin Islands (BVI). Dua perusahaan BVI lainnya dipakai untuk membeli properti lainnya di Malibu selama 2015-2017 senilai US$ 68 juta. Ketiga properti ini kemudian disatukan menjadi satu lokasi.

Berbagai dokumen dalam Pandora Papers menunjukkan ketiga perusahaan di BVI ini termasuk dalam klien sebuah firma hukum Panama dan semuanya secara rahasia dimiliki oleh Raja Abdullah.

Raja Abdullah mampu menjaga kerahasiaan semua propertinya di luar negeri karena menggunakan perusahaan cangkang saat membeli. Orang-orang mendirikan perusahaan-perusahaan cangkang itu hati-hati untuk tidak merujuk kepada nama Raja Abdullah. Dalam satu dokumen cuma disebut sebagai "Anda tahu siapa".

BVI pada 2017 mengesahkan sebuah undang-undang mewajibkan pemilik semua perusahaan di negara itu untuk menyebut identitasnya dalam dokumen register dikeluarkan oleh pemerintah setempat.

Namun satu dokumen menunjukkan delapan bulan sehabis the Beneficial Ownership Secure Search System Act berlaku, sejumlah perusahaan cangkang di BVI kepunyaan Raja Abdullah tidak menyebut identitas pemilik. Raja Abdullah juga tidak disebut dalam kategori tokoh politik atau figur publik dalam dokumen register.

Menurut pengamat Timur Tengah Annelle Sheline, kalau sampai ketahuan Raja Abdullah mempunyai banyak properti di luar negeri, pamornya makin melorot di dalam negeri. Sebab kebanyakan warga Yordania sulit memiliki rumah dan pekerjaan.

Tim kuasa hukum Raja Abdullah menjelaskan bocoran informasi tentang properti milik kliennya itu tidak akurat atau bukan kabar mutakhir. Mereka mengatakan Raja Abdullah membeli semua itu dengan fulus pribadinya, juga dipakai buat mendanai proyek-proyek untuk kebutuhan rakyat Yordania.

Mereka menambahkan pembelian menggunakan perusahaan cangkang merupakan praktek lazim oleh para pesohor dan tokoh-tokoh penting. "Manajemen perusahaan dikelola oleh para profesional untuk memastikan operasional saban hari berjalan lancar dan mematuhi kewajiban keuangan dan aturan hukum berlaku di negara setempat."

 

 

 

 

Rabbi Yaakov Yisrael Herzog dari Israel berpose di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. Dia sedang berkunjung ke negara Kabah itu. (Abu Ali Express)

Diplomasi Bintang Daud di negara Kabah

Rabbi Yaakov dari Israel pelesiran di Riyadh tanpa rasa cemas.

Peziarah Yahudi sedang berdoa dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina. (Albalad.co/Supplied)

Provokasi Yahudi di Masjid Al-Aqsa

Bukan sekadar berdoa, pengajian soal Torah juga sering digelar kaum Yahudi di areal Al-Aqsa.

Ron Arad, pilot pesawat tempur Israel hilang dalam misi di Libanon pada 1986. (Israel Air Force)

Menculik jenderal Iran mencari tahu jenazah pilot Israel

Mossad mengirim dua tim: mengambil sampel DNA satu mayat di Libanon dan menculik seorang jenderal Iran di Suriah.

Menteri Luar Negeri Maroko Nasir Burithah (kanan) mengadakan jumpa pers bersama tamunya, Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid, di Ibu Kota Rabat, 11 Agustus 2021. (Shlomi Amsalem/GPO)

Lapid diam-diam bertemu Raja Abdullah di Amman

Yordania memang mengandalkan pasokan air dari negara Zionis itu. 





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Diplomasi Bintang Daud di negara Kabah

Rabbi Yaakov dari Israel pelesiran di Riyadh tanpa rasa cemas.

22 Oktober 2021
Korupnya rezim Abbas
22 September 2021

TERSOHOR