kisah

Menjadi kepala rabbi di Arab Saudi

"Saat ini, orang Yahudi bisa masuk Arab Saudi tanpa masalah," kata Rabbi Yaakov telah mengklaim sebagai kepala rabbi di Arab Saudi.

12 November 2021 19:00

Sebuah surat bertanggal 9 November 2021 berisi penunjukan Rabbi Yaakov Yisrael Herzog menjadi kepala rabbi di Arab Saudi. Keputusan ini dibuat oleh Moshe Brandsdorfer, rabbi dari kelompok Heichal Horo'oh di Yerusalem.

Dalam surat keputusan ini, Rabbi Moshe mengangkat Rabbi Yaakov sebagai kepala rabbi di Saudi dengan alasan jasanya selama ini mengurusi kebutuhan beragama masyarakat Yahudi di negara Kabah itu.

Namun Rabbi Elie Abadie mengaku tidak mengenal Rabbi Moshe. "Ini benar-benar lelucon. Karena dia tidak pernah melakukan apa yang disebutkan dalam surat Rabbi Brandsdorfer," katanya kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp hari ini. "Dia bahkan tidak pernah bertemu satu orang Yahudi pun di Saudi. Dia tidak pernah menolong mereka."

Rabbi Elie, Kepala Rabbi di AGJC (Asosiasi Komunitas Yahudi Arab Teluk), bilang Rabbi Yakov baru dua kali berkunjung ke Saudi, termasuk bulan lalu. AGJC dibentuk pada 15 Februari lalu dan memiliki perwakilan di enam negara Arab Teluk, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman. 

Dalam wawancara via Zoom dengan Albalad.co kemarin, Rabbi Yaakov mengakui para rabbi itu tidak memiliki kewenangan untuk menunjuk dirinya sebagai kepala rabbi di Arab Saudi. Mereka merekomendasikan Rabbi Yaakov lantaran mengetahui dia itu seorang rabbi dan tahu apa yang telah dia kerjakan.

Dia mengaku belum pindah menetap di Saudi. "Kalau Saudi mengizinkan, besok pun saya akan pindah ke sana bersama keluarga saya," ujarnya.

Kalau sudah pindah ke Saudi, Rabbi Yaakov berencana membuka pusat kegiatan komunitas Yahudi di Riyadh, Jeddah, Dammam, dan Neom. Padahal kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp bulan lalu, Rabbi Yaakov mengaku telah mendapat izin tinggal di Saudi dan dia sudah pindah bermukim di Ibu Kota Riyadh.

Dia menambahkan terdapat sekitar 2.500 hingga tiga ribu orang Yahudi, semuanya ekspatriat, tinggal di negeri Dua Kota Suci itu. Dia tidak perduli apakah pemerintah Saudi sudah mengetahui soal penunjukan dirinya sebagai kepala rabbi di negara itu. "Mereka bisa cari saya karena mereka tahu saya ada di mana," tutur Rabbi Yaakov.

Ketika ditebak dirinya tinggal di Israel, Rabbi Yaakov langsung mengakhiri wawancara. "Terima kasih," kata lelaki tujuh anak mengaku pernah dua kali melawat ke Indonesia ini.

Sejatinya, Rabbi Yaakov sudah lebih dulu mengklaim dirinya sebagai kepala rabbi dan mohel (tukang sunat dalam bahasa Ibrani) di Arab Saudi. Setidaknya titel itu dia sematkan di profil akun Twitternya. Dia memiliki akun Twitter sejak Februari lalu dan sudah mempunyai 4.917 pengikut.

Hingga artikel ini dilansir, belum ada pernyataan dari pemerintah Arab Saudi mengenai klaim Rabbi Yaakov sebagai kepala rabbi di sana.

Rabbi Yaakov adalah pengusaha di sektor teknologi pertanian dan memiliki perusahaan pengembang bibit tanaman sayur hibrida tanpa modifikasi. Perusahaan miliknya, Shneor Seed, berkantor di Yerusalem.

Pria 44 tahun ini tinggal di permukiman Ramat Shlomo, Yerusalem Timur, Palestina, seperti dilansir Makorrishon. Dia sudah seperempat abad menjalin kontak dengan orang-orang Saudi lantaran perusahaannya mengekspor bibit tanaman ke berbagai negara, termasuk negara-negara Arab, seperti bibit pohon tomat dan lada tahan virus dan hama.

Dulu, menurut Rabbi Yaakov, warga asing ingin mengunjungi Arab Saudi harus memberitahu agama mereka dalam formulir pengajuan visa. "Sekarang syarat itu sudah dihapus dan itu perubahan sangat besar," tuturnya. "Saat ini, orang Yahudi bisa masuk Arab Saudi tanpa masalah."

Sebenarnya lumrah saja Rabbi Yaakov berambisi menjadi kepala rabbi di Saudi. Di bawah kendali Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, Saudi sudah longgar. Masyarakatnya tidak lagi berpandangan buruk atau membenci orang Yahudi.

Setidaknya Rabbi Yaakov sudah membuktikan itu ketika pelesiran ke sana bulan lalu. Dia, berhenggot tebal dan panjang, bisa berpose di tepi jalan di Riyadh dengan berpakaian ala Yahudi ultra-Orthodoks, bertopi dan berjas panjang serba hitam.

Dia pun tidak sungkan atau takut-takut untuk berbelanja pakaian dan berjoget dengan seorang warga Saudi.

 

Kedutaan Besar Turki di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Twitter)

Israel dan topeng Erdogan

Turki dan Israel juga sudah menandatangani perjanjian perdagangan bebas bilateral pada 14 Maret 1996 di Yerusalem dan berlaku mulai 1 Mei 1997.

Rabbi Yaakov Yisrael Herzog asal Israel merayakan hari kedua Hanukkah di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 29 November 2021. (Rabbi Yaakov Yisrael Herzog)

Rabbi asal Israel rayakan Hanukkah di Arab Saudi

Rabbi Yaakov mengklaim dirinya adalah kepala rabbi di Arab Saudi.

Pemandangan pada Selasa sore, 31 Mei 2016, di pusat belanja Lale di Ibu Kota Teheran, Iran. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Eksodus kaum jenius dari negara Mullah

Sebanyak 43 persen atlet olimpiade, 30 persen profesor di berbagai disiplin ilmu, seperti mekanik dan komputer di sejumlah universitas, dan tiga ribu dokter sudah dan siap keluar dari Iran.

Menteri Energi Israel Karin Elharrar, Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan Uni Emirat Arab (UEA) Mariam al-Muhairi, dan Menteri Air Yordania Muhammad an-Najjar pada 22 November 2021 di Dubai, UEA, menandatangani kerjasama pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di Yordania. (Courtesy)

Kalah air dekap Israel

Kerjasama soal air antara kedua negara sudah berlangsung sejak satu abad silam. Pada 1921, Yordania dan Israel sepakat membangun pembangkit listrik tenaga air di simpang Sungai Yordania.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Israel dan topeng Erdogan

Turki dan Israel juga sudah menandatangani perjanjian perdagangan bebas bilateral pada 14 Maret 1996 di Yerusalem dan berlaku mulai 1 Mei 1997.

03 Desember 2021
Kalah air dekap Israel
26 November 2021
Natali dan azan di Istanbul
19 November 2021
Relasi Libya-Israel
15 November 2021

TERSOHOR