kisah

Labrak tabu lewat Festival Film Jeddah

Film soal Wahabi sebagai sumber ideologi terorisme dan film bertema seks juga ditayangkan dalam festival film perdana di Arab Saudi.

22 Desember 2021 22:06

Direktur Pelaksana RSIFF (Festival Film Internasional Laut Merah) Shivani Pandya Malhotra memenuhi janjinya: memberikan kesempatan luas kepada segala spektrum film sekaligus penonton dari beragam kalangan dalam festival film internasional pertama telah berlangsung di Kota Jeddah, Arab Saudi, 6-15 Desember.

Festival film ini digelar tiga tahun setelah Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mengizinkan bioskop kembali beroperasi, setelah dilarang selama 35 tahun.

Perempuan berdarah India ini menekankan kebebasan berusaha diberikan untuk memperluas cakrawala sekaligus bagian dari mendidik penduduk di negara Kabah itu agar terbuka terhadap perbedaan dan kelompok minoritas. "Siapa saja boleh datang," katanya dalam wawancara khusus dengan Deadline.com awal bulan lalu, ketika ditanya apakah kaum homoseksual boleh ikut menonton.

Kenyataannya, Festival Film Jeddah berlaku selama sepuluh hari itu berhasil melabrak sejumlah tabu berlaku di kalangan masyarakat Saudi. Padahal pagelaran ini dilaksanakan di tengah praktek sensor masih kuat di negara-negara Arab untuk melarang film-film Hollywood bertema sensitif terkait agama, politik, seks, dan homoseksualitas.

Film Eternals dengan jagoan supernya adalah serang gay dan West Side Story bercerita soal karakter transgender diperankan oleh aktor non-biner Iris Menas juga diboikot di dunia Arab, termasuk di Saudi.

Dina Amar, produser film Amerika Serikat berdarah Mesir, masih ingat dulu warga Arab Saudi harus menyelundupkan DVD untuk menonton beragam jenis film Barat.

Tapi bulan ini, dalam Festival Film Jeddah, film drama garapan Dina berjudul You Resemble Me, ditayangkan dan mendapat sejumlah penghargaan. Film ini bercerita mengenai akar radikalisasi Islam lewat kisah nyata Hasna Ait Boulahcen, pada 2015 secara keliru diyakini sebagai pengebom bunuh diri perempuan pertama di Eropa.

Padahal film ini sangat radikal dan subversif. "Film ini tentang perempuan Prancis keturunan Arab menjadi radikal oleh sebuah ideologi (Wahabi) dilahirkan dan diekspor ke seluruh dunia dari Arab Saudi," kata Dina.

Di Festival Film Jeddah itu juga diputar The Lost Daughter, film bertema seks garapan Maggie Gyllenhaals. Film ini juga memiliki adegan bercinta dan telanjang sebagian.

CEO Vox Cinemas Ignace Lahoud mengakui Arab Saudi sudah berubah. Jaringan bioskop dari Uni Emirat Arab ini sudah memasuki pasar Saudi sedari tiga tahun lalu. Film-film paling laris di negeri Dua Kota Suci itu tahun lalu meraup pendapatan US$ 150 juta dan tahun ini diyakini melonjak menjadi US$ 450 juta, menurut perusahaan riset Omdia.

Omdia memperkirakan Arab saudi akan menjadi pasar biokosp terbesar ke sepuluh di dunia pada 2025.

Lahoud bilang Vox Cinemas sudah membuka 15 biokosp di enak kota di Arab Saudi atau 154 dari total 500 layar. "Tentu saja masih ada ruang untuk tumbuh," ujarnya.

Saudi sekarang mulai menggenjot industri film dan televisinya. Apalagi Bin Salman sudah mengumumkan anggaran US$ 64 miliar di sektor hiburan.

Saat ini ada dua film bekerjasama dengan Hollywood tengah dibuat di Saudi, yakni Desert Warrior dengan ongkos produksi US$ 100 juta. Film dibintangi Anthony Mackie, peran utama dalam film Captain America, ini dibuat di Neom, proyek kota raksasa impian Bin Salman dan berlokasi di tepi Laut Merah.

Film kedua berjudul Kandahar, digarap di Al-Ula, juga didanai oleh MBC, jaringan televisi raksasa milik pemerintah Arab Saudi.

Dina Amar menegaskan telah terjadi perubahan kebijakan kebudayaan di Saudi. Karena itu, dia meminta dunia untuk mendorong Arab Saudi dan pemerintahnya untuk lebih banyak mendatangkan artis lagi.

Para aktivis dan organisasi hak asasi manusia menuding mendatangkan penyanyi dan artis top dunia, serta menggelar turnamen olahraga bergengsi, termasuk balapan Formula 1 di Jeddah pada 5 Desember lalu, merupakan upaya Bin Salman untuk mencuci dosa-dosa pelanggaran hak asasinya.

Namun Dina berpendapat lain. "Meminta para artis, bukan pemerintah, untuk memboikot Arab Saudi sama saja Anda menghukum rakyat Saudi."

 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Berkenalan dengan generasi Arab Zionis

Muhammad Saud di Riyadh, Luai Syarif di Abu Dhabi, dan Fatimah al-Harbi di Manama berkampanye soal bersahabat dengan Israel.

Petani Senegal belajar cara menggunakan Tipa, alat irigasi tetes buatan Israel. (Mashav)

Bertani dengan teknologi Israel

"Kalau saja normalisasi itu terwujud, di tahap awal akan ada investasi di sektor pertanian senilai US$ 2 miliar," kata Stein.

Philippe Boutron, pereli Prancis mengalami luka parah di kedua kakinya, akibat ledakan menghantam mobil ditumpangi tim reli Prancis di Kota Jeddah, Arab Saudi, 30 Desember 2021. (MFE)

Bom jelang reli, aib Saudi

Lokasi Reli Dakar dipindah dua kali karena masalah keamanan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menerima kunjungan para pemuka Yahudi di Ibu Kota Ankara, Turki, 22 Desember 2021. (Video screengrab)

Nihil solusi buat Palestina dan normalisasi dengan Israel

Semakin tidak ada solusi untuk kemerdekaan Palestina, kian kuat keinginan negara-negara muslim menormalisasi hubungan dengan Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Berkenalan dengan generasi Arab Zionis

Muhammad Saud di Riyadh, Luai Syarif di Abu Dhabi, dan Fatimah al-Harbi di Manama berkampanye soal bersahabat dengan Israel.

17 Januari 2022
Bom jelang reli, aib Saudi
07 Januari 2022

TERSOHOR