kisah

Bertani dengan teknologi Israel

"Kalau saja normalisasi itu terwujud, di tahap awal akan ada investasi di sektor pertanian senilai US$ 2 miliar," kata Stein.

12 Januari 2022 15:35

Semasa hidup, kepala Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) di Indonesia Yan Mandari pernah bercerita: "Faisal, saya punya perkebunan jeruk di Jawa Barat dengan bibit jeruk dari Israel." Tapi hingga dia wafat di Rumah Sakit Carolus, Jakarta, dan dikuburkan di pemakaman elite di Karawang, Jawa Barat, dia tidak pernah kesampaian untuk mengajak saya mengunjungi perkebunan jeruk itu.

Israel memang dikenal memiliki teknologi pertanian nomor wahid di dunia. Mulai dari irigasi tetes hingga bibit tahan hama, beragam inovasi negara Zionis ini mampu membantu negara-negara berkembang mewujudkan ketahanan pangan mereka. Apalagi di tengah perubahan iklim mengancam peradaban manusia, beragam solusi cerdas untuk pertanian lebih efisien, sumber nutrisi alternatif bagi tanaman, pengemasan dan penyimpanan makanan lebih aman, sangat dibutuhkan dunia.

Isu pertanian inilah - menurut perintis hubungan dagang Indonesia-Israel, Steve Stein, meninggal lantaran stroke awal bulan lalu - memicu empat negara Arab pada 2020 membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Di akhir tahun itu pula, terjadi pembicaraan tentang normalisasi antara Indonesia dengan negara Bintang Daud ini dalam konteks hubungan ekonomi terbuka.

"Kalau saja normalisasi itu terwujud, di tahap awal akan ada investasi di sektor pertanian senilai US$ 2 miliar," kata Stein kepada Albalad.co waktu itu.

Indonesia memang sangat potensial untuk memajukan dunia pertanian. Lahannya sangat luas dan subur. Selain dapat menciptakan ketahanan pangan di dalam negeri, keseriusan menggarap sektor pertanian ini menjadi sumber pasokan pangan bagi negara-negara Arab dengan wilayah gurun.

Dan Israel punya modal teknologi untuk mengembangkan bidang pertanian Indonesia menjadi lebih efektif dan efisien, sehingga menghasilkan produk lebih berkualitas.

Karena itulah, surat kabar the Jerusalem Post kemarin menulis pertanian menjadi pintu masuk dalam proyek normalisasi Indonesia-Israel memang disokong oleh Amerika Serikat.

Dalam lawatannya ke Jakarta bulan lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Antony Blinken mengangat isu normalisasi itu, namun tidak ditanggapi oleh tuan rumah. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan Indonesia akan terus membantu Palestina menjadi negara merdeka dan berdaulat.

Rupanya setelah pemerintahan Presiden Donald Trump rampung, Presiden Joe Biden sebagai pengganti meneruskan proyek normalisasi antara Israel dengan negara-negara Arab dan berpenduduk mayoritas muslim dalam kerangka Perjanjian Ibrahim sebagai payung hukumnya.

The Jerusalem Post menulis ada serangkaian pertemuan dilakukan secara rahasia antara pejabat Indonesia dengan Israel sepanjang tahun lalu.

Axios melaporkan dalam jamuan makan malam di acara konferensi keamanan regional di Ibu Kota Manama, Bahrain, November tahun lalu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertukar kartu nama dengan penasihat keamanan nasional Israel Eyal Hulata.

Menurut the Jerusalem Post, ada dua orang Israel terlibat dalam kerjasama pertanian antara Indonesia dan Israel, yakni Shmuel Friedman dan rekan bisnisnya, Joey Allaham.

Shmuel Friedman adalah konsultan pertanian sekaligus pengusaha dan penasihat senior bagi eks Menteri Pertanian Israel Yair Shamir. Dia masih bekerja di pusat penelitian dan pengembangan pertanian di Indonesia.

Dia menegaskan ketahanan pangan untuk sebuah negara tidak kalah penting ketimbang keamanan itu sendiri. "Kami memberikan bukti dan melihat para petani puas, jadi tidak penting teknologinya berasal dari negara mana," tutur Friedman. "Saya percaya relasi antar negara perlu dimulai dari ketahanan pangan...bukan dengan senjata."

Kemudian ada Joey Allaham, pengusaha kelahiran Ibu Kota Damaskus, Suriah, dan tinggal di Kota New York, Amerika. Melalui koneksi bisnisnya, seorang mantan pejabat intelijen Israel, pemilik restoran kosher (halal menurut agama Yudaisme) Prime Grill ini mempertemukan antara seorang pejabat Indonesia dengan agen intelijen Israel di Ibu Kota Budapest, Hungaria, Mei tahun lalu.

Dari sana, komunikasi antar pejabat lebih tinggi dari kedua negara bergulir, termasuk sebuah pertemuan di Ibu Kota Paris, Prancis.

Tahun lalu, setelah Perang Gaza, berlangsung 10-20 Mei, berakhir, Israel menawarkan donasi vaksin Covid-19 kepada Indonesia tapi Jakarta menolak.

Seorang sumber di Kementerian Luar Negeri menekankan, "Pemerintah tidak pernah membahas rencana itu. Pemerintah Indonesia juga tidak pernah melakukan komunikasi dengan pemerintah Israel untuk membahas masalah tersebut."

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Lior Haiat menolak berkomentar. Sedangkan Ketua Komisi Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset (parlemen Israel) Ram Ben Barak mendukung kerjasama pertanian antara Indonesia dan Israel. "Kolaborasi itu hal baik. Israel dapat membantu dan membangun pertanian Indonesia," katanya kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp kemarin.

 

Pasien jantung dan paru di Sheba Medical Center, rumah sakit terbaik di Israel dan kedua di dunia, pada 30 Desember 2021 menerima suntikan dsis keempat vaksin Covid-19. (Sheba Medical Center buat Abalad.co)

Delegasi Indonesia dikabarkan melawat ke Israel untuk belajar penanganan pandemi Covid-19

Juru bicara Satuan Tugas Covid-19 Nadia Tarmizi membantah kabar ini.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Berkenalan dengan generasi Arab Zionis

Muhammad Saud di Riyadh, Luai Syarif di Abu Dhabi, dan Fatimah al-Harbi di Manama berkampanye soal bersahabat dengan Israel.

Philippe Boutron, pereli Prancis mengalami luka parah di kedua kakinya, akibat ledakan menghantam mobil ditumpangi tim reli Prancis di Kota Jeddah, Arab Saudi, 30 Desember 2021. (MFE)

Bom jelang reli, aib Saudi

Lokasi Reli Dakar dipindah dua kali karena masalah keamanan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menerima kunjungan para pemuka Yahudi di Ibu Kota Ankara, Turki, 22 Desember 2021. (Video screengrab)

Nihil solusi buat Palestina dan normalisasi dengan Israel

Semakin tidak ada solusi untuk kemerdekaan Palestina, kian kuat keinginan negara-negara muslim menormalisasi hubungan dengan Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Berkenalan dengan generasi Arab Zionis

Muhammad Saud di Riyadh, Luai Syarif di Abu Dhabi, dan Fatimah al-Harbi di Manama berkampanye soal bersahabat dengan Israel.

17 Januari 2022

TERSOHOR