kisah

Puja Zionis di negara Kabah

Muhammad Saud, warga Saudi tinggal di Riyadh, berteman baik dengan Netanyahu.

06 Mei 2022 23:10

"Saya orang Saudi dan saya tidak mengakui Palestina, saya hanya mengakui Israel," tulis Bandar al-Utaibi di akun Twitternya pertengahan bulan lalu. Akun ini memiliki foto bendera Arab Saudi bersebelahan dengan bendera Israel.

Di bagian profil, dia menulis sebagai warga Saudi pemerhati sejarah dunia. "Saya berharap Arab Saudi dapat bersekutu dengan Israel."

Hari ini, Al-Utainbi menulis di Twitternya: "Tidak akan pernah ada negara Palestina, bahkan di dalam mimpi sekalipun."

Al-Utaibi, sudah bergabung dengan Twitter sejak Februari tahun lalu dan memiliki 1.033 pengikut, bukanlah satu-satunya pemuja Israel di negara Kabah itu.

Dari hasil penelusuran Albalad.co, masih ada nama Muhammad Saud, narablog pernah diundang oleh Kementerian Luar Negeri Israel untuk mengunjungi negara Zionis itu tiga tahun lalu. Dia merasakan pengalaman pahit ketika mengunjungi kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina. Dia dilempari kursi plastik dan wajahnya diludahi.

Meski baru bergabung lagi dengan Twitter Agustus 2021, namun pengikut Saud lebih banyak ketimbang Al-Utaibi. Warga Ibu Kota Riyadh ini sudah mempunyai 5.721 pengikut. Di akun sebelumnya di mana dia bergabung dengan Twitter sejak 2018, Saud sudah kebanjiran lebih dari 31 ribu pengikut.

Saud fasih berbahasa Ibrani dan beberapa kali menerima kunjungan temannya orang Yahudi. Gambar profil Twitternya adalah saat dia bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 2019.

Pengagum Netanyahu itu lebih sering menulis dengan bahasa Ibrani di Twitternya. Februari tahun ini, dia bilang, "Aku mencintaimu warga Israel."

Sila baca:

Arab Saudi biarkan warganya berkampanye soal normalisasi hubungan dengan Israel

Netanyahu telepon video dengan narablog Arab Saudi

Seperti Al-Utaibi, Saud juga kerap menghina Palestina. "Orang-orang Palestina adalah pembunuh, berhentilah berpikir perdamaian dapat dibuat dengan mereka," tulisnya hari ini, mengomentari serangan dilakukan dua warga Palestina kemarin menewaskan tiga warga Israel di Kota Elad. 

Lalu ada satu akun Twitter menampilkan semua berita mengenai Arab Saudi dalam bahasa Ibrani. Walau baru bergabung bulan lalu, akun ini sudah kebanjiran 1.286 pengikut.

Ketiga akun pro-Israel itu membuktikan bersuara mendukung negara Bintang Daud ini di Saudi bukanlah hal tabu atau kejahatan pelakunya bisa dipenjara. Fenomena ini muncul setelah Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 2017.

Bin Salman pernah tiga kali mengadakan pertemuan dengan Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel sebelumnya, yakni pada 2017, 2019, dan November 2020.

Bandar al-Utaibi, Muhammad Saud, dan berita Saudi dalam bahasa Ibrani, Ketiga akun di negara Kabah itu bisa leluasa memuja negara Zionis itu karena seolah meyakini sudah mendapat restu dari Bin Salman.

"Kami tidak memandang Israel sebagai negara musuh. Kami melihat mereka berpotensi menjadi sekutu kami," kata Bin Salman dalam wawancara khusus dengan majalah the Atlantic Maret lalu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman bersalat Idul Fitri di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, 2 Mei 2022. (@spagov)

Arab Saudi akan berinvestasi di Israel melalui perusahaan Kushner

Saudi mengincar dua perusahaan teknologi di negara Zionis itu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Hubungan gelap Saudi-Israel

Saudi pernah mencoba berkali-kali mendekati Israel namun Tel Aviv menolak lantaran masih menganggap Riyadh sebagai musuh.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman menerima kunjungan Raja Bahrain Syekh Hamad bin Isa al-Khalifah pada 3 Maret 2022. (Al-Arabiya)

Bin Salman: Israel bukan musuh dan berpotensi jadi sekutu kami

Sejak 2020, Bin Salman mengizinkan semua penerbangan dari dan menuju Israel melintasi wilayah udara Saudi.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Saudi kian alergi dengan Wahabi

Bin Salman tahun lalu secara terbuka menyatakan Islam boleh berkembang di Saudi tapi bukan memuja pada satu paham atau satu ulama. Dia menambahkan interpretasi terhadap teks Al-Quran dan hadis Nabi Muhammad itu beragam dan dinamis.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Mata, telinga, dan lisan Palestina untuk dunia

Prosesi pemakaman Syirin adalah ketiga terbesar sejak kematian Faisal al-Husaini pada 2001 dan Yasir Arafat di 2004.

13 Mei 2022

TERSOHOR