kisah

Mata, telinga, dan lisan Palestina untuk dunia

Prosesi pemakaman Syirin adalah ketiga terbesar sejak kematian Faisal al-Husaini pada 2001 dan Yasir Arafat di 2004.

13 Mei 2022 23:55

Keputusannya bergabung sebagai koresponden Al-Jazeera di Palestina sangatlah tepat. Stasiun televisi milik pemerintah Qatar ini menjadi alternatif terbaik bagi rakyat Palestina memperoleh informasi dapat dipercaya mengenai penderitaan mereka selama hidup dalam penjajahan Israel.

Bagi perempuan Palestina seperti Syirin Abu Aqilah, Al-Jazeera merupakan sarananya untuk berjuang membela bangsanya agar mimpi merdeka dan berdaulat dapat terwujud. Al-Jazeera memberi dirinya kesempatan meliput konflik tidak setara: lemparan batu dibalas gas air mata, peluru karet, atau bahkan peluru tajam. Senapan rakitan jenis Carlo menghadapi senapan serbu M-16.

Selama seperempat abad menjadi wartawan Al-Jazeera, dia melihat dan mendengar bagaimana tentara dan polisi Israel menangkapi dan membunuhi, melecehkan serta menindas rakyat Palestina, mulai anak-anak hingga kakek renta. Syirin menjadi saksi di lapangan bagaimana rezim Zionis menghapus kenangan dan mengubur mimpi warga Palestina.

Hingga akhirnya Syirin menjadi ikon Palestina. Laporannya mengenai penderitaan rakyat Palestina dipercaya dan kerap dinantikan di rumah-rumah orang Palestina. "Syirin adalah anggota dari setiap keluarga Palestina. Dia adalah anak perempuan dari semua ibu Palestina," kata Hunaida Ghanim, peneliti sekaligus sahabat Syirin.

Beragam laporannya selama Intifadah Kedua meletup pada 2000-2005 telah melambungkan namanya. "Syirin menjadi rekan kerja sekaligus saya kenal selama 25 tahun adalah orang tidak pernah mengeluh, tidak pernah telat, dan selalu baik kepada setiap orang," kata Kepala Biro Al-Jazeera di Yerusalem Walid al-Umari.

Sebelum bergabung dengan Al-Jazeera, sarjana jurusan jurnalisme dari Universitas Yarmuk di Yordania itu pernah bekerja di UNRWA (badan Perserikatan Bangsa-Bangsa urusan pengungsi Palestina), stasiun radio Voice of Palestine, Amman TV, dan radio Monte Carlo dari Prancis.

Syirin dilahirkan di Yerusalem pada 1971 dari sebuah keluarga Nasrani asal Bethlehem, Tepi Barat, Palestina.

Penyerbuan pasukan Israel ke Provinsi Jenin di Tepi Barat Rabu lalu, menjadi liputan terakhirnya. Sebuah peluru M-16 berkaliber 5,56 milimeter menghantam bawah telinganya. Syirin pun mengembuskan napas terakhir. Palestina dan Israel saling tuding soal siapa menewaskan perempuan 51 tahun itu.

Menteri Urusan Sipil Palestina Husain asy-Syekh membenarkan pihaknya menerima tawaran dari pemerintah Israel untuk menggelar penyelidikan bareng terhadap kematian Syirin. "Kami menolak tawaran itu dan kami menegaskan investigasi kami akan rampung secara independen," katanya melalui Twitter.

Dia menambahkan hasil penyelidikan oleh pemerintah Palestina akan disampaikan kepada pihak keluarga, pihak berwenang di Amerika Serikat dan Qatar, serta diumumkan kepada masyarakat.

Menurut Husain, sejumlah indikator, bukti, dan saksi-saksi menyatakan perempuan Palestina itu ditembak oleh pasukan khusus Israel.

Sebagai ikon Palestina, wajar saja kematian Syirin membikin syok. Ribuan orang datang melayat dan mengikuti prosesi pemakaman di pekuburan Bukit Zion di Yerusalem Timur, Palestina. Lautan manusia itu seolah berhasil membebaskan wilayah-wilayah telah dicaplok Israel sejak 1948, seperti Bab al-Khalil.

Ini pemakaman terbesar ketiga ikon Palestina setelah Faisal bin Abdul Qadir al-Husaini, wafat pada 2001. Keerabat dari Mufti Agung Palestina Muhammad Amin al-Husaini itu dikuburkan di pemakaman keluarga dekat Masjid Kubah Batu dalam kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur.

Ribuan pelayat juga menghadiri penguburan jenazah pemimpin PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) Yasir Arafat pada 2004.

Mayat Syirin sudah diarak banyak warga Palestina dari lokasi dia terbunuh di Jenin. Jenazahnya kemudian diangkut ke sebuah rumah sakit di Nablus. Dalam perjalanan, warga Desa Silat al-Harthiya menyetop ambulans membawa tubuh Syirin. Mereka ingin ikutan mengarak.

Sampai di Nablus, jenazah Syirin disambut lautan manusia dan mendapat upacara penghormatan secara militer. Dia mendapat upacara penghormatan secara militer di Nablus. Kemudian mayat Syirin dipindah ke kantor Al-Jazeera di Ramallah untuk dilepas oleh para koleganya.

Ratusan orang berkumpul di luar kantor Al-Jazeera berjam-jam. Lagi-lagi masyarakat Palestina tidak ikhlas kalau tidak mengarak jenazah Syirin di jalanan Ramallah. Segalanya berlangsung spontan.

Besoknya, dari kamar jenazah di Rumah Sakit Istisyari, tubuh Syirin dipindah ke kantor Presiden Mahmud Abbas di kompleks Muqata untuk mendapat upacara penghormatan militer. Para pejabat top, diplomat, dan warga biasa larut dalam duka.

Dalam perjalanan ke Yerusalem, warga Palestina dari Qalandiya hanya bisa mengantar sampai pos militer Israel. Beberapa orang berusaha menerobos agar terus bisa mengawal iringan jenazah Syirin ditembaki gas air mata.

Jenazahnya kemudian ditempatkan di Rumah Sakit Santo Joseph, Yerusalem. Besoknya, polisi Israel menyerang para pengusung peti mayat Syirin hingga nyaris jatuh. Insiden ini mendapat kecaman masyarakat internasional.

Polisi Israel mengklaim terdapat sekitar 300 perusuh di tengah pelayat Syirin. Para pengacau itu pertama kali melemparkan botol kaca dan benda keras lainnya ke arah polisi Israel sehingga bentrokan terjadi.

Kepala Kepolisian Israel Kobi Shabtai berkoordinasi dengan Menteri Keamanan Publik Omer Barlev akhirnya memerintahkan penyelidikan terhadap tindakan berlebihan dilakukan polisi Israel terhadap para pelayat Syirin kemarin. Hasilnya harus sudah sampai di meja Shabtai dalam beberapa hari saja.

"Kepolisian Israel mendukung para personelnya tapi sebagai organisasi profesional, kepolisian ingin selalu belajar dan memperbaiki diri, maka juga harus mengambil pelajaran dari peristiwa kemarin." kata juru bicara Kepolisian Israel melalui keterangan tertulis hari ini.

Doa terhadap jenazah Syirin digelar di Gereja Katolik Yunani. Barangkali ini bersejarah: semua gereja dari beragam aliran di Yerusalem membunyikan lonceng mereka serentak sebagai tanda pelepasan Syirin untuk dikuburkan.

Lautan manusia kembali melepas Syirin di tempat peristirahatan terakhirnya: pemakaman Bukit Zion.

Sebagai ikon, Syirin layak mendapat penghormatan luar biasa melimpah karena selama 25 tahun telah menjadi mata, telinga dan lisan Palestina untuk dunia.

Seorang lelaki berjalan melewati mural pengingat peristiwa Nakbah menjelang beridirnya negara Israel di Kota Gaza, Senin, 22 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Tujuh anggota Kongres ajukan resolusi agar Amerika akui Nakbah

"Kita harus mengakui kemanusiaan Palestina diabaikan ketika orang-orang menolak mengakui kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia terjadi dalam sistem aparthei Israel," ujar Rashida.

Seorang anggota milisi Palestina pada 12 Mei 2022 menengok lokasi tewasnya wartawan Al-Jazeera Syirin Abu Aqilah ditembak oleh tentara Israel sehari sebelumnya. (Shehab Agency)

Palestina tolak tawaran penyelidikan bareng Israel atas kematian wartawan Al-Jazeera

Syirin tewas kemarin dengan luka tembak di bawah telinga oleh peluru berkaliber 5,56 milimeter dari senapan serbu M-16, banyak digunakan oleh pasukan Israel.

Syirin Abu Aqilah, wartawan senior Al-Jazeera, tewas ditembak tentara Israel pada 11 Mei 2022 saat meliput bentrokan di Provinsi Jenin, Tepi Barat, Palestina. (Courtesy)

Wartawan Al-Jazeera tewas ditembak tentara Israel

Syirin Abu Aqilah sudah bergabung dengan Al-Jazeera sejak 1997.

Muhammad Saud, warga Arab Saudi tinggal di Ibu Kota Riyadh, merupakan salah satu pemuja Israel. (Twitter/@mosaud08)

Puja Zionis di negara Kabah

Muhammad Saud, warga Saudi tinggal di Riyadh, berteman baik dengan Netanyahu.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Puja Zionis di negara Kabah

Muhammad Saud, warga Saudi tinggal di Riyadh, berteman baik dengan Netanyahu.

06 Mei 2022

TERSOHOR