olahraga

Perusahaan arsitek Inggris terpilih merancang stadion final Piala Dunia 2022

"Kami benar-benar senang memenangkan kompetisi internasional itu," ujar Lord Foster, bos Foster and Partners.

10 Maret 2015 08:09

Perusahaan arsitek asal Inggris Foster and Partners kemarin terpilih sebagai perancang Stadion Lusail bakal dipakai sebagai tempat pembukaan sekaligus partai final Piala Dunia 2022 di Qatar.

Stadion berkapasitas 80 ribu penonton ini akan dibangun di Kota Lusail, berjarak sekitar 15 kilometer sebelah utara Ibu Kota Doha. Stadion ini akan menjadi pusat dari proyek pembangunan Lusail senilai US$ 45 miliar atau Rp 588,7 triliun.

Penunjukan itu diumumkan oleh Komite Tertinggi Urusan Pembangunan dan Warisan Qatar, lembaga dibentuk untuk mengurus persiapan turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat itu. "Kami akan bekerja dengan mereka (Foster and Partners) dalam menciptakan sebuah stadion ikonik dan modern diinspirasi oleh budaya Qatar," kata Hasan ath-Thawadi, sekretaris jenderal komite.

Lord Foster, bos Foster and Partners, mengakui penunjukan perusahaannya sebagai perancang desain Stadion Lusail merupakan sebuah kehormatan. "Kami benar-benar senang memenangkan kompetisi internasional itu," ujarnya.

Perusahaan arsitek ini memang dikenal bertaraf internasional. Mereka pernah terlibat dalam pelbagai proyek, seperti pembangunan kembali gedung Reichstag di Berlin (Jerman), Menara Hearst di New York (Amerika Serikat), dan Stadion Wembley di London (Inggris).

Terpilihnya Foster and Partners juga setelah melalui sebuah proses tender panjang.

Pengumuman ini keluar beberapa pekan setelah satuan tugas FIFA merekomendasikan pelaksanaan Piala Dunia 2022 pada November-Desember lantaran masalah iklim di Qatar. Biasanya turnamen sepak bola empat tahunan ini digelar saban Juni-Juli, tapi dalam dua bulan itu suhu di Qatar kelewat panas hingga 40 derajat celcius.

Komite Tertinggi Urusan Pembangunan dan Warisan Qatar menyatakan proyek Stadion Lusail juga akan memperhatikan kesejahteraan para pekerja.

Selama ini muncul banyak tudingan Qatar tidak memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan ribuan buruh bangunan dalam proyek infrastruktur buat Piala Dunia 2022. Kelompok-kelompok hak asasi manusia menuntut Qatar segera mengambil tindakan untuk melindungi hak-hak para pekerja itu.

Qatar bulan lalu memberlakukan aturan baru menjamin upah para pekerja proyek Piala Dunia 2022 bakal dibayar tepat waktu. Mereka akan digaji setidaknya sebulan sekali atau dalam sejumlah kasus tiap malam.

Stadion Pelabuhan Doha di Ibu Kota Doha, Qatar. Ini salah satu stadion bakal dipakai untuk turnamen Piala Dunia 2022 di Qatar. (theguardian.com)

Qatar gelontorkan US$ 500 juta sepekan buat proyek Piala Dunia 2022

Sebanyak 90 persen kontrak buat proyek Piala Dunia 2022 sudah diberikan.

Stadion Al-Bait bakal dipakai dalam Piala Dunia 2022 di Qatar. (sc.qa)

FIFA menangi kasus soal penunjukan Qatar gelar Piala Dunia 2022

Penggugat mengklaim FIFA keliru memilih Qatar.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Qatar akan bikin pengadilan khusus buat adili pemabuk selama Piala Dunia 2022

Produsen bir terbesar di dunia juga bakal mensponsori Piala Dunia 2022.

Desain Stadion Al-Bait bakal dibangun di Kota Al-Khor, Qatar, untuk Piala Dunia 2022. (iloveqatar.net)

Perusahaan Italia dapat kontrak bangun stadion untuk Piala Dunia 2022

Stadion Al-Bait, direncanakan berkapasitas 70 ribu penonton, akan menempati lahan seluas 200 ribu meter persegi.





comments powered by Disqus