olahraga

Swiss selidiki dugaan korupsi terkait Piala Dunia 2022

Polisi Swiss hari ini menahan sejumlah pejabat tinggi FIFA, termasuk dua wakil presiden.

27 Mei 2015 18:19

Bursa saham Qatar menukik tajam setelah kepolisian dan Kejaksaan Agung Swiss hari ini mulai menyelidiki dugaan kesalahan manajemen dan pencucian uang dalam proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022, dimenangkan Rusia dan Qatar.

Kejaksaan Agung Swiss dalam pernyataan tertulis mereka mengungkapkan telah menyita data dan dokumen dari markas besar badan sepak bola dunia FIFA di Kota Zurich. Polisi Swiss hari ini menahan sejumlah pejabat tinggi FIFA, termasuk dua wakil presiden.

Kejaksaan Agung menyatakan investigasi dimulai 10 Maret lalu berbeda dengan penyelidikan tengah dilakoni di Amerika Serikat. Investigasi di negara adikuasa itu menyangkut alokasi media, pemasaran, dan hak sponsor untuk pelaksanaan dua turnamen sepak bola terbesar sejagat itu.

Pihak kejaksaan menduga sebagian dari kecurangan itu berlaku di Swiss. Sehingga diyakini terjadi pencucian uang melalui rekening-rekening bank di Swiss.

Berdasarkan dokumen hasil sitaan, Kejaksaan Agung akan memeriksa sepuluh orang. Mereka saat pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 lima tahun lalu merupakan anggota Komite Eksekutif FIFA.

Seorang juru bicara Kejaksaan Agung Swiss bilang Presiden FIFA Sepp Blatter dan Presiden badan sepak bola Eropa UEFA Michel Platini tidak termasuk dalam sepuluh orang bakal diinterogasi. Tapi dia tidak menutup kemungkinan pihaknya bakal meminta keterangan dari kedua orang ini.

Dia menambahkan sepuluh orang itu belum berstatus tersangka. Dia menekankan investigasi saat ini akan memusatkan perhatian pada orang-orang belum diketahui dan FIFA bukan sasaran.

Sesuai hukum berlaku di Swiss, pelaku kesalahan manajemen dan pencucian uang diancam hukuman penjara paling lama lima tahun.

Stadion Al-Wakrah di Qatar rancangan Zaha Hadid Architects. (arabianbusiness.com)

Menteri GCC perintahkan media di kawasan sokong Piala Dunia 2022 di Qatar

Namun tidak disebutkan sanksi bagi media menolak.

Stadion Lusail di Ibu Kota Doha, Qatar, karya Foster + Partners. (arabianbusiness.com)

FIFA: Tidak ada alasan hukum coret Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia

"Rusia dan Qatar telah terpilih secara demokratis sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2002 oleh Komite Eksekutif."

Logo FIFA. (iradio.ie)

Rusia dan Qatar bisa dicoret sebagai tuan rumah Piala Dunia

"Bila ada bukti Qatar dan Rusia terpilih sebagai tuan rumah karena menyuap, hasil itu bisa dibatalkan," kata Ketua Komite Audit dan Kepatutan FIFA Domenico Scala

Stadion Khalifah di Ar-Rayyan, Qatar, bakal dipakai untuk Piala Dunia 2022. (Qatar 2022 Bid Committee)

AFC sokong Piala Dunia 2022 di Qatar

"Sepak bola adalah olahraga dunia dan mestinya tidak boleh mengenal batas geografis."





comments powered by Disqus

Rubrik olahraga Terbaru

Konglomerat Kuwait berencana beli Charlton Athletic

Hasawi membeli Nottingham Forest pada 2012 lalu dijual kepada pengusaha dari Yunani, Evangelos Marinakis, pada 2017.

17 September 2018

TERSOHOR