olahraga

Qatar tuduh investigasi soal Piala Dunia rasis dan anti-Arab

"Saya yakin tudingan itu menunjukkan wajah buruk dari pihak lain kalah dalam persaingan ini," kata Syekh Hamad bin Jassim.

02 Juni 2015 08:02

Para pejabat Qatar mulai bersuara soal penyelidikan dugaan korupsi atas terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 dan Rusia menjadi penyelenggara turnamen itu pada 2018.

"Serangan terhadap Piala Dunia di Qatar bersifat rasis," kata Menteri Luar Negeri Qatar Khalid al-Attiyah, seperti dilaporkan surat kabar pendukung pemerintah Asy-Syarq. "Menyelenggarakan turnamen ini bukan sekadar kepentingan kami tapi kepentingan semua negara Arab."

Amerika Serikat dan Swiss melakukan penyelidikan terpisah soal dugaan pemerasan, suap, dan pencucian uang dalam proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia dilangsungkan lima tahun lalu di markas besar badan sepak bola dunia FIFA di Kota Zurich, Swiss.

Swiss menangkap sembilan pejabat FIFA dan lima eksekutif pemasaran Rabu pekan lalu. Kejaksaan Agung Amerika sudah mengeluarkan dakwaan atas mereka dan menuntut 14 orang itu diekstradisi ke Amerika agar bisa segera diadili.

Mantan Perdana Menteri Qatar Syekh Hamad bin Jassim ats-Tsani mengatakan negaranya lebih dikritik dan dikecam ketimbang Rusia. "Apakah lantaran kami ini negara Arab, Islam, dan kecil? Itulah yang dirasakan rakyat di kawasan ini (Timur Tengah)," ujarnya kepada stasiun televisi FOX News.

Dia menegaskan Qatar terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 lewat proses jujur dan tanpa korupsi. "Saya yakin tudingan itu menunjukkan wajah buruk dari pihak lain kalah dalam persaingan ini," tuturnya.

Dalam pemilihan itu, Qatar menyingkirkan Australia, Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

Selain dituduh berlaku curang, penunjukan Qatar buat menggelar turnamen sepak bola terbesar sejagat ini juga memicu kontroversi lantaran suhu udara saat musim panas bisa mencapai 50 derajat Celcius. Isu ini selesai setelah FIFA memutuskan Piala Dunia 2022 digelar musim dingin, yakni selama November-Desember.

Kecaman juga datang karena perlakuan buruk Qatar terhadap para buruh proyek Piala Dunia.

Stadion Al-Wakrah di Qatar rancangan Zaha Hadid Architects. (arabianbusiness.com)

Menteri GCC perintahkan media di kawasan sokong Piala Dunia 2022 di Qatar

Namun tidak disebutkan sanksi bagi media menolak.

Stadion Lusail di Ibu Kota Doha, Qatar, karya Foster + Partners. (arabianbusiness.com)

FIFA: Tidak ada alasan hukum coret Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia

"Rusia dan Qatar telah terpilih secara demokratis sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2002 oleh Komite Eksekutif."

Logo FIFA. (iradio.ie)

Rusia dan Qatar bisa dicoret sebagai tuan rumah Piala Dunia

"Bila ada bukti Qatar dan Rusia terpilih sebagai tuan rumah karena menyuap, hasil itu bisa dibatalkan," kata Ketua Komite Audit dan Kepatutan FIFA Domenico Scala

Stadion Khalifah di Ar-Rayyan, Qatar, bakal dipakai untuk Piala Dunia 2022. (Qatar 2022 Bid Committee)

AFC sokong Piala Dunia 2022 di Qatar

"Sepak bola adalah olahraga dunia dan mestinya tidak boleh mengenal batas geografis."





comments powered by Disqus