olahraga

Piala Dunia 2022 akan tetap di Qatar

"Sangat sulit bagi sebagian pihak memahami sebuah negara Arab Islam menjadi tuan rumah Piala Dunia," kata Attiyah

04 Juni 2015 06:09

Skandal korupsi membekap badan sepak bola dunia FIFA mau tidak mau membikin gerah para pejabat Qatar. Negara Arab mungil tapi superkaya di Teluk Persia ini yakin Piala Dunia 2022 akan tetap digelar di sana.

Qatar menjadi sorotan setelah polisi Swiss menahan 14 pejabat FIFA dengan tudingan rasuah, termasuk saat proses pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022, akhirnya dimenangkan Rusia serta Qatar.

Kejaksaan Agung Amerika Serikat juga telah menetapkan 147 dakwaan terhadap 14 orang itu, termasuk soal suap, pencucian uang, dan pemerasan. Mereka menuntut 14 tersangka ini diekstradisi ke Amerika supaya bisa segera diadili.

Menteri Luar Negeri Qatar Khalid al-Attiyah kemarin bilang suatu hari akan mengungkap siapa dalang kampanye menolak Qatar menggelar Piala Dunia 2022. "Sangat sulit bagi sebagian pihak memahami sebuah negara Arab Islam menjadi tuan rumah Piala Dunia," kata Attiyah dalam wawancara khusus dengan kantor berita Reuters di Ibu Kota Paris, Prancis, sehari setelah Presiden FIFA Sepp Blatter menyatakan mundur. "Saya percaya ini karena prasangka dan rasisme."

Terpilihnya Qatar sebagai penyelenggara Piala Dunia 2022 telah memicu polemik. Mereka negara kecil dan tidak memiliki tradisi sepak bola. Suhu kelewat panas saat Juni-Juli memaksa FIFA membikin keputusan bersejarah. Piala Dunia 2022 digelar musim dingin, yakni selama November-Desember.

Qatar dituding menyuap para pejabat FIFA agar menyorongkan negara itu dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia lima tahun lalu. Qatar bersama Rusia membantah tuduhan ini. Selain itu, Qatar diklaim memperlakukan buruh proyek infrastruktur Piala Dunia - kebanyakan dari negara Asia Selatan - secara buruk.

Meski menghadapi semua tudingan itu, Attiyah percaya Qatar tidak akan dicoret sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. "Itu tidak mungkin. Kami yakin sudah sesuai prosedur dan berhak terpilih karena kami mengajukan tawaran terbaik."

Stadion Al-Wakrah di Qatar rancangan Zaha Hadid Architects. (arabianbusiness.com)

Menteri GCC perintahkan media di kawasan sokong Piala Dunia 2022 di Qatar

Namun tidak disebutkan sanksi bagi media menolak.

Stadion Lusail di Ibu Kota Doha, Qatar, karya Foster + Partners. (arabianbusiness.com)

FIFA: Tidak ada alasan hukum coret Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia

"Rusia dan Qatar telah terpilih secara demokratis sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2002 oleh Komite Eksekutif."

Logo FIFA. (iradio.ie)

Rusia dan Qatar bisa dicoret sebagai tuan rumah Piala Dunia

"Bila ada bukti Qatar dan Rusia terpilih sebagai tuan rumah karena menyuap, hasil itu bisa dibatalkan," kata Ketua Komite Audit dan Kepatutan FIFA Domenico Scala

Stadion Khalifah di Ar-Rayyan, Qatar, bakal dipakai untuk Piala Dunia 2022. (Qatar 2022 Bid Committee)

AFC sokong Piala Dunia 2022 di Qatar

"Sepak bola adalah olahraga dunia dan mestinya tidak boleh mengenal batas geografis."





comments powered by Disqus

Rubrik olahraga Terbaru

Konglomerat Kuwait berencana beli Charlton Athletic

Hasawi membeli Nottingham Forest pada 2012 lalu dijual kepada pengusaha dari Yunani, Evangelos Marinakis, pada 2017.

17 September 2018

TERSOHOR