olahraga

Indonesia tolak pebulutangkis Israel

Kongres Yahudi Dunia memprotes keputusan Jakarta itu.

09 Agustus 2015 08:45

Dua pekan terakhir Misha Zilberman menghabiskan waktunya berlatih di Singapura. Dia berharap-harap cemas Indonesia mengabulkan permohonan visanya agar bisa ikut Kejuaraan Bulutangkis Dunia bakal digelar di Jakarta mulai besok.

Namun kekhawatiran pemain badminton 26 tahun itu menjadi kenyataan. Indonesia tidak memberi izin masuk. Enam bulan sebelumnya dia sudah mencoba dengan nasib serupa. Bahkan permohonannya lewat Federasi Bulutangkis Dunia juga tidak didengar.

"Mereka (Indonesia) tidak akan memberi visa buat saya mengikuti kejuaraan dunia," tulis Zilberman di laman Facebooknya awal pekan ini. "Federasi Bulutangkis Dunia tahu soal ini dan tidak menolong. Mereka membiarkan saja hal itu terjadi."

Zilberman ikut mewakili Israel dalam Olimpiade London 2012. Komite Olimpiade Israel berupaya keras mencari solusi, namun mereka kiranya bakal kehilangan waktu karena kejuaraan tinggal sehari lagi digelar.

Kejadian seperti ini bukan hal baru. Indonesia - negara berpenduduk muslim terbesar sejagat - tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Namun urusan politik juga berbuntut panjang hingga ke masalah olahraga. Jakarta selalu menolak memberi visa bagi atlet Israel atau atlet Indonesia kerap menolak bertanding dengan lawannya dari negara Zionis itu.

Kongres Yahudi Dunia (WJC) memprotes penolakan visa buat Zilberman. Menurut WJC, Indonesia telah mencampuradukkan antara masalah politik dan olahraga. "Jika keputusan ini tidak dianulir, itu bakal merusak reputasi Indonesia di dunia," kata bos WJC Robert Singer. "Ini akan menimbulkan pertanyaan apakah Indonesia pantas menyelenggarakan kejuaraan bergengsi seperti itu."

Kalusha Bwalya, Anggota Komite Eksekutif CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika) sekaligus mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia. (Twitter/KalushaPBwalya)

FIFA beri sanksi bagi mantan presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia karena terima suap dari Qatar

Kalusha Bwalya telah menerima fulus sebesar US$ 80 ribu dari Muhammad bin Hammam untuk memilih Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Liel Levithan, pecatur asal Haifa, Israel. (Hadashot TV)

Tunisia dipaksa izinkan pecatur Israel ikut turnamen

Liel adalah juara catur kelompok usia U7 di the European School Individual Chess Championship, digelar Juli lalu.

Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani bersama istrinya, Syekha Muza, saat merayakan terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 di Kota Zurich, Swiss, pada 2010. (Albalad.co/Screengrab)

Qatar sabotase para pesaingnya agar terpilih jadi tuan rumah Piala Dunia 2022

Qatar diduga membayar sebuah perusahaan komunikasi dan para mantan agen CIA untuk kampanye negatif terhadap Amerika, Australia, dan Inggris, tiga negara pesaing dalam pencalonan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Pemain berdarah Turki Mesut Ozil pada 23 Juli 2018 memutuskan pensiun dari tim nasional Jerman. (Twitter/@MesutOzil1088)

Diperlakukan rasis karena berpose dengan Erdogan, Ozil mundur dari tim nasional Jerman

Ozil telah bermain untuk tim senior Jerman sejak 2009. Dia tampil 90 kali dan mencetak 23 gol.





comments powered by Disqus