olahraga

Arsenal sumbang Rp 22 ribu per tiket buat pengungsi Suriah

Manchester City, Chelsea, dan Manchester United akan meniru langkah Arsenal itu.

10 September 2015 22:15

Arsene Wenger mengungkapkan Arsenal bakal menyumbang satu pound sterling atau kini setara Rp 22 ribu untuk tiap tiket terjual dalam laga Liga Primer menghadapi Stoke City Sabtu pekan ini. Donasi itu buat pengungsi Suriah.

"Karena itu kebutuhan mendesak bagi orang-orang tidak memiliki apa-apa dan terpaksa lari dari negara mereka," kata pelatih asal Prancis ini, seperti dilansir situs resmi Arsenal.

Klub ini kerap melakoni kegiatan amal di dan sekitar utara London. Menolong anak-anak tuna wisma dan menyumbang untuk Yayasan Willow, kepunyaan legenda Arsenal Bob Wilson. Dalam dua tahun terakhir, klub asal Ibu Kota London ini sudah mendonasikan 400 ribu pound sterling (Rp 8,8 miliar) di luar negeri.

"Untuk pertandingan menghadapi Stoke, satu pound sterling atas tiap tiket bakal disumbangkan buat pengungsi Suriah," ujar Wenger.

Sejumlah laporan menyebutkan Manchester City, Chelsea, dan Manchester United akan meniru langkah Arsenal itu.

Ketua QOC (Komite Olimpiade Qatar) Syekh Juaan bin Hamad ats-Tsani. (Flickr)

Adik emir Qatar akan hadiri pembukaan Asian Games di Jakarta

Qatar mengirim 222 atlet akan bertanding di 30 cabang olahraga.

Kalusha Bwalya, Anggota Komite Eksekutif CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika) sekaligus mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia. (Twitter/KalushaPBwalya)

FIFA beri sanksi bagi mantan presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia karena terima suap dari Qatar

Kalusha Bwalya telah menerima fulus sebesar US$ 80 ribu dari Muhammad bin Hammam untuk memilih Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Liel Levithan, pecatur asal Haifa, Israel. (Hadashot TV)

Tunisia dipaksa izinkan pecatur Israel ikut turnamen

Liel adalah juara catur kelompok usia U7 di the European School Individual Chess Championship, digelar Juli lalu.

Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani bersama istrinya, Syekha Muza, saat merayakan terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 di Kota Zurich, Swiss, pada 2010. (Albalad.co/Screengrab)

Qatar sabotase para pesaingnya agar terpilih jadi tuan rumah Piala Dunia 2022

Qatar diduga membayar sebuah perusahaan komunikasi dan para mantan agen CIA untuk kampanye negatif terhadap Amerika, Australia, dan Inggris, tiga negara pesaing dalam pencalonan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.





comments powered by Disqus