olahraga

Blatter tadinya usulkan Piala Dunia 2022 digelar di Amerika Serikat

Dia bilang gara-gara makan siang dengan sejumlah pejabat Qatar dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, Platini akhirnya berubah pikiran.

29 Oktober 2015 20:23

Presiden FIFA (Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional) Sepp Blatter rupanya mengusulkan Piala Dunia 2022 digelar di Amerika Serikat. Namun pemilihan dilangsungkan lima tahun lalu malah dimenangkan oleh Qatar.

Menurut Klaus Stoehlker, juru bicara Blatter, bos FIFA itu memang menginginkan Piala Dunia 2018 dan 2022 berlangsung di dua negara adikuasa dunia, yakni Rusia dan Amerika. Namun harapan terwujud cuma Rusia.

"Itu bukan sebuah kesepakatan, ini adalah proposalnya (Blatter)," kata Stoehlker. "Tentu saja semua diputuskan lewat pemilihan oleh anggota Komite Eksekutif FIFA."

Dalam wawancara khusus dengan kantor berita Rusia TASS, Blatter menyalahkan Presiden UEFA (Asosiasi Sepk Bola Uni Eropa) Michel Platini atas terpilihnya Qatar. Dia bilang gara-gara makan siang dengan sejumlah pejabat Qatar dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, Platini akhirnya berubah pikiran.

Platini memilih Qatar ketimbang Amerika Serikat, negara pertama kali menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 1994. Dalam pemilihan di 2010 itu, empat suara dari Benua Biru mendukung Qatar.

Padahal, menurut Blatter, dirinya sudah berdiskusi dengan Platini mengenai calon tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022. "Kami sepakat Rusia untuk 2018...dan buat 2022 kembali ke Amerika. Jadi kita akan menyaksikan Piala Dunia berlangsung di dua kekuatan politik terbesar sejagat."

Terpilihnya Qatar menimbulkan polemik. Jadwal Piala Dunia secara tradisi saban Juni-Juli tidak bisa digelar. Sebab suhu di Qatar selama dua bulan itu bisa mencapai 50 derajat Celcius.

Komite Eksekutif FIFA tahun ini akhirnya membikin keputusan bersejarah: Piala Dunia 2022 dilangsungkan selama musim dingin, yakni November-Desember. Risikonya bakal mengganggu pelaksanaan kompetisi di masing-masing negara peserta, seperti diprotes ECA (Asosiasi Klub Eropa).

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman batal beli Newcastle United

Saat ini baru satu bangsawan Arab Saudi memiliki klub Liga Primer Inggris, yakni Pangeran Abdullah bin Musaad bin Abdul Aziz.

Logo stasiun televisi olahraga beIN Sports. (Arabian Business)

Arab Saudi akui curi hak siar milik televisi Qatar

Keputusan WTO itu merupakan cacat terburuk bagi negara Kabah itu selain masalah pelanggaran hak asasi manusia.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Pertarungan tinju Tyson versus Holyfield jilid tiga digelar di Riyadh pada Juli

"Pertarungan itu akan dilaksanakan pada 11 Juli di Ibu Kota Riyadh," kata seorang sumber Albalad.co.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi bayar uang muka Rp 314 miliar untuk membeli klub Newcastle United

Kalau pembelian ini terwujud, maka Newcastle United bakal menjadi klub kedua Liga Primer Inggris dimiliki Arab Saudi setelah Sheffield United dibeli oleh Pangeran Abdullah bin Musaad bin Abdul Aziz.





comments powered by Disqus