olahraga

Swastanisasi klub sepak bola di Arab Saudi dimulai tahun depan

Proses privatisasi ini nantinya meliputi semua cabang olahraga.

30 Oktober 2015 12:35

Klub-klub sepak bola di Arab Saudi mulai tahun depan akan diswastanisasi. Proses privatisasi ini nantinya meliputi seluruh cabang olahraga.

Sejumlah sumber mengungkapkan program swastanisasi klub sepak bola ini bakal diluncurkan Agustus 2016, tidak lama sebelum kompetisi Liga Abdul Latif Jamil dimulai. Proses privatisasi ini bakal mempertimbangkan banyak hal, termasuk lokasi klub, jumlah penggemar, rekor kejuaraan, dan sumbangan pemain bagus terhadap tim nasional di beragam kelompok usia.

Sumber-sumber itu meyakini privatisasi klub-klub olahraga akan membantu menghilangkan krisis keuangan, membikin klub lebih stabil dan lebih mampu bersaing. Mereka bilang swastanisasi ini secara bertahap bakal meliputi seluruh cabang olahraga.

Selama setahun dalam proses swastanisasi itu, Presidium Kesejahteraan Pemuda bakal membiayai seluruh manajemen klub sambil menilai klub mana saja sudah siap mencari pendanaan sendiri.

Bintang sepak bola Mesir Muhammad Salah. (liverpoolfc.com)

Salah pemain terbaik Afrika 2017

Salah adalah pesepak bola Mesir kedua menerima penghargaan sebagai pemain terbaik Afrika, sehabis Mahmud al-Khatib pada 1983.

Mufti Agung Arab Saudi Syekh Abdul Aziz bin Abdullah asy-Syekh. (Arab News)

Saudi gelar kejuaraan dunia catur meski ada fatwa haram dari mufti agung

Saudi tidak memberi visa bagi tujuh pecatur asal Israel.

Ilustrasi pertandingan catur. (Middle East Monitor)

Qatar tidak ikut kejuaraan dunia catur di Arab Saudi

Saudi juga memberikan visa bagi pecatur Iran.

Tim nasional sepak bola Arab Saudi. (alriyadh.com)

Saudi vs Rusia jadi laga pembuka Piala Dunia 2018

Pada Piala Dunia 2018, untuk pertama kali empat negara Arab lolos ke putaran final dalam turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat itu.





comments powered by Disqus

Rubrik olahraga Terbaru

Salah pemain terbaik Afrika 2017

Salah adalah pesepak bola Mesir kedua menerima penghargaan sebagai pemain terbaik Afrika, sehabis Mahmud al-Khatib pada 1983.

05 Januari 2018

TERSOHOR