olahraga

Berfoto sama penggemar perempuan, pesepak bola Iran terancam dikenai sanksi

"Para pemain dilarang berpose selfie dengan penggemar perempuan," kata Ali Akbar Muhammadzade.

19 Januari 2015 10:26

Sejumlah bintang sepak bola tim nasional Iran terancam mendapat sanksi karena berfoto selfie bareng penggemar perempuan. Kejadian itu berlangsung di sela laga putaran final Piala Asia di Australia.

Ketua Komite Disiplin Federasi Sepak Bola Iran Ali Akbar Muhammadzade mengaku telah melayangkan peringatan kepada para pemain bintang telah melanggar aturan itu. "Para pemain dilarang berpose selfie dengan penggemar perempuan," katanya. "Mereka bisa memakai foto-foto itu untuk kepentingan politik atau menggugat pemain."

Iran memang menerapkan syariat Islam. Lelaki dan perempuan bukan muhrim tidak boleh berbaur di tempat umum, termasuk pula di bidang olahraga. Kaum hawa juga diharamkan menonton pertandingan olahraga dimainkan kalangan adam.

Tapi aturan itu tidak bisa berlaku sepenuhnya bila tim nasional Iran berlaga di luar negeri. Itulah terjadi saat tim sepak bola Iran bermain di Australia.

Sejumlah gambar perempuan Iran berpakaian mengumbar aurat disensor saat dilansir media-media terbitan negeri Mullah itu. Sampai-sampai komentator sepak bola tersohor Adil Ferdosipour berkelakar hanya ada sepasang warga Iran mendukung tim negara itu lantaran mereka berpakaian serba tertutup.

Foto-foto beredar di media sosial menunjukkan kondisi sebenarnya saat tim sepak bola Iran bertanding. Banyak perempuan Iran menonton dengan pakaian serba terbuka, seperti bercelana pendek dan memakai bra.

Bahkan ada satu foto gadis Iran berpakaian seksi mengibarkan bendera nasional. Namun di bagian tengah bendera dia menulis satu kalimat dalam bahasa Inggris: "Apakah Alireza mau mengawini saya?" - merujuk pada penjaga gawang Alireza Haghighi.

Terdapat 70 ribu warga Iran bermukim di Australia dan mereka mengikuti perkembangan tim sepak bola Iran tengah berlaga di putaran final Piala Asia itu. Iran telah menalukkan Bahrain dan Qatar dalam dua laga pembuka. Negara Persia ini sudah tiga kali mengangkat trofi Piala Asia.

Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani bersama istrinya, Syekha Muza, saat merayakan terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 di Kota Zurich, Swiss, pada 2010. (Albalad.co/Screengrab)

Presiden FIFA: Israel bisa jadi tuan rumah Piala Dunia 2030 bareng UEA

Arab Saudi akan bersaing dengan Israel untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman ambil alih klub bola Newcastle United seharga Rp 5,8 triliun

Pembelian dilakukan melalui konsorsium dipimpin lembaga dana investasi Saudi.

Qatar gelar balapan Formula 1 bulan depan

Qatar telah menandatangani kesepakatan selama sepuluh tahun untuk menggelar balapan Formula 1, berlaku mulai 2023.

Tiga pegulat perempuan akan bertarung pada 21 Oktober 2021 di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (wwe.com)

Saudi gelar pertandingan gulat perempuan bulan ini

Laga gulat perempuan ini biasanya mempertontonkan aurat dan para pegulat wanita itu memakai pakaian minim dan ketat.





comments powered by Disqus