olahraga

Real Madrid bakal ganti nama stadion menjadi Abu Dhabi Bernabeu

Pergantian nama ini buntut dari perjanjian dengan perusahaan investasi asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

29 Januari 2015 09:16

Stadion Santiago Bernabeu, markas klub papan atas dunia Real Madrid, sebentar lagi bakal berganti nama. Surat kabar olahraga terbitan Spanyol AS melaporkan nama baru itu adalah Abu Dhabi Bernabeu.

Manajemen klub belum memberikan konfirmasi atas kabar itu, namun Presiden Real Madrid Florentino Perez dilaporkan tertangkap kamera mengakui kepada seorang pejabat pemerintah setempat stadion itu akan berganti nama sesuai keinginan IPIC, perusahaan investasi raksasa asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Real Madrid pada Oktober tahun lalu meneken perjanjian kerja sama jangka panjang dengan IPIC (International Petroleum Investment Company). Kerja sama ini untuk kian memperkuat status Real Madrid sebagai klub terkaya sejagat dan membantu perombakan total Santiago Bernabeu.

Perusahaan kepunyaan pemerintah Abu Dhabi itu juga akan membangun museum dan mendirikan sekolah-sekolah sepak bola Real Madrid di pelbagai negara.

Juara Liga Champions Eropa tahun lalu ini juga telah menyetujui perjanjian sponsor kostum bermain dengan maskapai Emirates, berkantor pusat di Dubai, Uni Emirat Arab. Nilai kontraknya 30 juta euro atau Rp 423,7 miliar per musim.

Pihak Real Madrid telah menunjuk perusahaan arsitektur dari Jerman GMP buat mendandani Santiago Bernabeu. Stadion ini pertama kali diresmikan pada 1950 dan kini bisa menampung 80 ribu penonton.

Stadion baru nantinya bakal memiliki atap dan rancangan luar anyar. Juga dilengkapi sebuah hotel dan pusat belanja. Perombakan wajah Santiago Bernabeu dijadwalkan selesai pada 2017.

Ketua QOC (Komite Olimpiade Qatar) Syekh Juaan bin Hamad ats-Tsani. (Flickr)

Adik emir Qatar akan hadiri pembukaan Asian Games di Jakarta

Qatar mengirim 222 atlet akan bertanding di 30 cabang olahraga.

Kalusha Bwalya, Anggota Komite Eksekutif CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika) sekaligus mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia. (Twitter/KalushaPBwalya)

FIFA beri sanksi bagi mantan presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia karena terima suap dari Qatar

Kalusha Bwalya telah menerima fulus sebesar US$ 80 ribu dari Muhammad bin Hammam untuk memilih Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Liel Levithan, pecatur asal Haifa, Israel. (Hadashot TV)

Tunisia dipaksa izinkan pecatur Israel ikut turnamen

Liel adalah juara catur kelompok usia U7 di the European School Individual Chess Championship, digelar Juli lalu.

Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani bersama istrinya, Syekha Muza, saat merayakan terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 di Kota Zurich, Swiss, pada 2010. (Albalad.co/Screengrab)

Qatar sabotase para pesaingnya agar terpilih jadi tuan rumah Piala Dunia 2022

Qatar diduga membayar sebuah perusahaan komunikasi dan para mantan agen CIA untuk kampanye negatif terhadap Amerika, Australia, dan Inggris, tiga negara pesaing dalam pencalonan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.





comments powered by Disqus