olahraga

Bentrokan di luar stadion di Kairo tewaskan 22 orang

Setelah kerusuhan kemarin, pemerintah Mesir menghentikan pelaksanaan kompetisi liga hingga waktu belum ditentukan.

09 Februari 2015 15:39

Sebanyak 22 orang tewas kemarin dalam bentrokan saat polisi Mesir berusaha menghalangi penonton memasuki stadion.

Menurut sejumlah saksi mata dan dokter, kebanyakan korban tewas sesak napas lantaran berebut melarikan diri ketika pasukan antihuru-hara melepaskan tembakan gas air mata buat mengusir penonton. Para penggemar fanatik ini berusaha keras memasuki stadion buat menyaksikan laga antara dua klub asal Ibu Kota Kairo, Zamalek dan Enppi, dalam lanjutan Liga Mesir.

Meski terjadi kekerasan, laga antara Zamalek Enppi terus berlanjut dan berakhir imbang 1-1.

Pertandingan sepak bola kerap memicu kerusuhan di Mesir. Sebanyak 72 penonton terbunuh dalam bentrokan Februari 2012 di Stadion Port Said. Sejak saat itu, polisi membatasi jumlah penonton, namun kelompok pendukung biasanya berusaha menyerbu masuk ke dalam meski telah dilarang.

Di luar sebuah rumah sakit di Kairo tempat merawat korban cedera, anak-anak muda berkaus oblong Zamalek kelihatan linglung dan syok saat keluarga mereka tiba buat memastikan apakah mereka selamat.

Seorang ibu langsung menangis dan berteriak saat menemukan nama putranya ada dalam daftar korban tewas ditempel staf rumah sakit. "Saya sudah bilang kepada dia jangan menonton lagi pertandingan sepak bola," katanya.

Hubungan antara pasukan keamanan dan kelompok penggemar sepak bola, biasa disebut Ultras, memburuk sejak revolusi 2011 akhirnya melengserkan Presiden Husni Mubarak. Para penggemar sepak bola ini ikut berperan dalam unjuk rasa besar-besaran itu.

"Penggemar klub Zamalek dalam jumlah sangat banyak mendatangi Stadion Pertahanan Udara buat menonton laga...dan berusaha mendobrak gerbang stadion. Tentara berupaya mencegah tindakan itu," kata Kementerian Dalam Negeri.

Media pemerintah melaporkan kejaksaan sudah memerintahkan penangkapan atas pimpinan klub penggemar Zamalek, Ultras White Knights, setelah kejadian kemarin.

Dalam laman Facebook mereka, Ultras White Knights menggambarkan 22 orang tewas itu sebagai syuhada sedangkan pasukan keamanan dianggap pembantai.

Setelah kerusuhan kemarin, pemerintah memutuskan menghentikan pelaksanaan kompetisi liga sepak bola hingga waktu belum ditentukan.

Ketua QOC (Komite Olimpiade Qatar) Syekh Juaan bin Hamad ats-Tsani. (Flickr)

Adik emir Qatar akan hadiri pembukaan Asian Games di Jakarta

Qatar mengirim 222 atlet akan bertanding di 30 cabang olahraga.

Kalusha Bwalya, Anggota Komite Eksekutif CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika) sekaligus mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia. (Twitter/KalushaPBwalya)

FIFA beri sanksi bagi mantan presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia karena terima suap dari Qatar

Kalusha Bwalya telah menerima fulus sebesar US$ 80 ribu dari Muhammad bin Hammam untuk memilih Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Liel Levithan, pecatur asal Haifa, Israel. (Hadashot TV)

Tunisia dipaksa izinkan pecatur Israel ikut turnamen

Liel adalah juara catur kelompok usia U7 di the European School Individual Chess Championship, digelar Juli lalu.

Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani bersama istrinya, Syekha Muza, saat merayakan terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 di Kota Zurich, Swiss, pada 2010. (Albalad.co/Screengrab)

Qatar sabotase para pesaingnya agar terpilih jadi tuan rumah Piala Dunia 2022

Qatar diduga membayar sebuah perusahaan komunikasi dan para mantan agen CIA untuk kampanye negatif terhadap Amerika, Australia, dan Inggris, tiga negara pesaing dalam pencalonan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.





comments powered by Disqus