olahraga

Mufti agung Arab Saudi haramkan catur

Ayatullah Khomeini pada 1988 mencabut fatwa haram terhadap catur di Iran.

22 Januari 2016 07:55

Mufti Agung Arab Saudi Syekh Abdul Aziz bin Abdullah asy-Syekh telah mengeluarkan fatwa mengharamkan catur. Dia beralasan permainan adu strategi itu mendorong ke arah judi dan membuang-buang waktu.

Fatwa itu dia keluarkan saat menjawab pertanyaan dari seorang pemirsa dalam acara televisi membahas persoalan sehari-hari. "Catur juga bisa menimbulkan kebencian dan permusuhan antar pemainnya," kata Syekh Abdul Aziz.

Syekh Abdul Aziz mendasarkan fatwanya itu pada ayat Al-Quran melarang minuman keras, judi, berhala, dan ramalan. Tidak jelas kapan fatwa itu dikeluarkan.

Pemimpin tertinggi Syiah di Irak Ayatullah Ali al-Sistani juga sudah mengharamkan catur.

Setelah kemenangan Revolusi Islam pada 1979, permainan catur di ruang publik dilarang di Iran dan dinyatakan haram oleh para ulama senior. Mereka beralasan permainan catur terkait judi.

Namun pada 1988, pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ruhullah Khomeini mencabut larangan itu. Permainan catur dibolehkan selama tidak dipakai buat berjudi. Iran kini memiliki asosiasi olahraga catur dan rutin mengirim pecatur mereka ke turnamen internasional.

Langkah-langkah menekan catur mengagetkan setelah tujuh abad kaum muslim menaklukkan Persia, mengadopsi permainan itu dan mengeskpor ke Eropa.

"Saya tidak melihat catur sebagai ancaman terhadap masyarakat. Ia bukan sesuatu merusak moral," kata pecatur Inggris Nigel Short kepada BBC. "Bahkan Ayatullah Khomeini menyadari dia sudah keterlaluan dan akhirnya mencabut larangan (terhadap catur)."

Muhammad Salah, bintang sepak bola Liverpool FC asal Mesir. (Twitter/MoSalah)

Salah gagal salat Idul Fitri karena rumah dikepung ribuan penggemar

"Ini tidak ada hubungannya dengan cinta. Ini tidak menghormati privasi dan tidak profesional," tulis Salah dalam bahasa Arab.

Syekh Khalid bin Zayid an-Nahyan, pangeran dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, merupakan pembeli klub Liga Primer Inggris, Newcastle United, seharga Rp 6,4 triliun. (Wikimedia Commons)

Pangeran dari Abu Dhabi beli klub Newcastle United seharga Rp 6,4 triliun

Syekh Khalid tadinya menawarkan harga US$ 2,6 miliar (Rp 37,4 triliun) untuk menguasai Liverpool FC namun ditolak oleh sang pemilik, Fenway Sports Group.

Ibu Kota Kairo, Mesir. (afrika.com)

Perempuan Mesir belajar silat buat hadapi pelaku pelecehan seksual

Silat mulai digemari di Mesir pada 2003. Popularitasnya kian menanjak sejak 2011.

Kostum Neymar setelah bergabung dengan klub milik Qatar, Paris Saint-Germain. (Twitter/@PSG_inside)

Diundang Netanyahu, Neymar berjanji datang ke Yerusalem

Sikap Neymar ini berbeda dengan bintang sepak bola Portugal, Ronaldo. Pemain Juventus itu sangat menyokong perjuangan bangsa Palestina untuk merdeka.





comments powered by Disqus