olahraga

Kuwait gugat IOC US$ 1 miliar karena dilarang ikut Olimpiade

FIFA bulan ini juga memberi sanksi kepada Asosiasi Sepak Bola Kuwait karena adanya intervensi pemerintah.

23 Juni 2016 23:22

Kuwait menggugat IOC (Komite Olimpiade Internasional) karena melarang negaranya mengikuti kompetisi-kompetisi internasional, seperti dilansir kantor berita resmi KUNA.

IOC membekukan keanggotaan Kuwait Oktober 2015 sebab pemerintahnya diduga mengintervensi komite olimpiade di negara itu. Sanksi ini kelihatannya tidak akan dicabut sebelum Olimpiade Rio de Janeiro di Brasil dimulai 5 Agustus mendatang.

Menteri Informasi dan Pemuda Kuwait Syekh Salman al-Hamud as-Sabah kemarin mengatakan pemerintahnya akan menggugat IOC di pengadilan Swiss atas kerugian US$ 1 miliar akibat pembekuan Komite Olimpiade Kuwait. "Sama sekali tidak bisa diterima Kuwait diperlakukan tidak adil dan dilarang ikut kegiatan olahraga internasional tanpa penyelidikan tepat," katanya.

IOC telah memberi tenggat 27 Oktober tahun lalu bagi pemerintah Kuwait buat mengubah undang-undang mengganggu independensi Komite Olimpiade Kuwait dan asosiasi-asosiasi olahraga di negara Arab Teluk ini. Namun hingga batas waktu lewat, Kuwait tidak bertindak.

Selama sanksi berlaku, Komite Olimpiade Kuwait atau atlet-atlet dari negara itu tidak bisa menerima dana dari IOC.

IOC pernah membekukan keanggota Kuwait pada 2010 karena persoalan serupa, tapi sanksi itu dihapus menjelang Olimpiade London 2012.

FIFA (Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional) bulan ini juga memberi sanksi kepada Asosiasi Sepak Bola Kuwait karena adanya intervensi pemerintah.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman tawar Man United seharga Rp 69 triliun

City menjadi pesaing berat United dipunyai oleh pangeran dari Abu Dhabi.

Kaus oblong bergambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani dipakai dalam laga antara tim sepak bola Qatar menghadapi Korea Selatan di Doha pada 13 Juni 2017. (Qatar Football Association)

UEA tangkap warga Inggris karena pakai kostum Qatar

Sejak 2017, UEA melarang siapa saja menunjukkan simpati terhadap Qatar dalam bentuk apapun.

Tim nasional berlaga dalam Piala Asia 2019 di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Mereka mengandaskan Jepang 3-1 dalam partai final pada 1 Februari 2019. (Twitter)

Qatar juara Piala Asia 2019

Mereka mengalahkan Jepang 3-1 di partai final.

Kaus oblong bergambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani dipakai dalam laga antara tim sepak bola Qatar menghadapi Korea Selatan di Doha pada 13 Juni 2017. (Qatar Football Association)

Kalah di semifinal AFC, penonton UEA lempar sepatu dan botol ke pemain Qatar

Qatar akan melawan Jepang di partai final pada Jumat pekan ini.





comments powered by Disqus