olahraga

Qatar akan perpanjang perjanjian sponsor kostum Barcelona setahun lagi

Barcelona juga tengah berunding dengan Amazon untuk menjadi sponsor kostum.

20 Juli 2016 08:08

Setelah berbulan-bulan berunding, FC Barcelona akan memperpanjang perjanjian sponsor kostum dengan Qatar Sports Investment (QSI) setahun lagi.

Penandatanganan perjanjian baru senilai US$ 44 juta itu bakal berlangsung pekan depan, seperti dilansir media asal Spanyol AS English.

AS English menulis klub sepak bola dari Katalan itu juga sedang dalam pembicaraan dengan Amazon, raksasa ritel asal Amerika Serikat, mengenai kerja sponsor kostum Barcelona dalam jangka panjang. Namun sampai sekarang belum dicapai kesepakatan.

Amazon diperkirakan akan meneken perjanjian sponsor kostum dengan Barcelona setelah kontrak baru selama setahun dengan Qatar berakhir.

Barcelona dilaporkan pula sedang dalam perundingan dengan Qatar soal pergantian nama Stadion Camp Nou.    

AS tahun lalu melaporkan sebuah perusahaan Amerika Serikat telah menawarkan kepada Barcelona perjanjian sponsor senilai US$ 220 juta untuk sepuluh tahun.

Syekh Khalid bin Zayid, pangeran dari Dubai, Uni Emirat Arab, merupakan pemilik Bin Zayed Group. (Screencapture YouTube)

Pangeran dari Dubai segera miliki Newcastle United

Pangeran Khalid bin Zayid sepakat membeli Newcastle United seharga Rp 6,2 triliun.

Muhammad Salah, bintang sepak bola Liverpool FC asal Mesir. (Twitter/MoSalah)

Salah gagal salat Idul Fitri karena rumah dikepung ribuan penggemar

"Ini tidak ada hubungannya dengan cinta. Ini tidak menghormati privasi dan tidak profesional," tulis Salah dalam bahasa Arab.

Syekh Khalid bin Zayid an-Nahyan, pangeran dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, merupakan pembeli klub Liga Primer Inggris, Newcastle United, seharga Rp 6,4 triliun. (Wikimedia Commons)

Pangeran dari Abu Dhabi beli klub Newcastle United seharga Rp 6,4 triliun

Syekh Khalid tadinya menawarkan harga US$ 2,6 miliar (Rp 37,4 triliun) untuk menguasai Liverpool FC namun ditolak oleh sang pemilik, Fenway Sports Group.

Ibu Kota Kairo, Mesir. (afrika.com)

Perempuan Mesir belajar silat buat hadapi pelaku pelecehan seksual

Silat mulai digemari di Mesir pada 2003. Popularitasnya kian menanjak sejak 2011.





comments powered by Disqus