olahraga

Pejudo Mesir tolak bersalaman dengan lawannya asal Israel

Sebelum bertanding di turnamen itu, Syihabi ditekan para pengikutnya di media sosial untuk tidak meladeni jadwal laga menghadapi Sasson.

15 Agustus 2016 09:39

Pejudo asal Mesir Asy-Syihabi menolak bersalaman dengan lawannya dari Israel, Or Sasson, setelah keduanya selesai berlaga Jumat pekan lalu.

Syihabi kalah dari Sasson dalam pertandingan putaran perdana turnamen judo kelas berat. Syihabi langsung pergi saat Sasson membungkuk dan mendekati dirinya untuk mengajak bersalaman.

Pejudo 32 tahun ini tidak mengindahkan seruan wasit buat membungkuk, hanya menundukkan lantas berjalan keluar dari arena. Dia menjelaskan menolak berjabat tangan dengan lawan tidak melanggar aturan.

"Bersalaman dengan lawan Anda bukan kewajiban tertulis dalam aturan judo. Berjabat tangan hanya terjadi antara teman dan dia bukan kawan saya," kata Syihabi, seperti dilansir L'Esprit du Judo. "Saya tidak bermasalah dengan orang Yahudi atau agama lain. Tapi saya punya alasan pribadi. Anda tidak bisa meminta saya bersalaman dengan orang dari negara Israel, khususnya di depan seluruh dunia."

Sebelum bertanding di turnamen itu, Syihabi ditekan para pengikutnya di media sosial untuk tidak meladeni jadwal laga menghadapi Sasson.

Meski Mesir menjadi negara Arab pertama berdamai dengan Israel pada 1979, Perjanjian Camp David memang tidak populer di kalangan rakyat Mesir.

Komisi disiplin di IOC (Komite Olimpiade Internasional) menggelar rapat buat membahas insiden itu.

Federasi Judo Internasional bilang para pejudo tidak berkawajiban buat bersalaman atau membungkuk.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman tawar Man United seharga Rp 69 triliun

City menjadi pesaing berat United dipunyai oleh pangeran dari Abu Dhabi.

Kaus oblong bergambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani dipakai dalam laga antara tim sepak bola Qatar menghadapi Korea Selatan di Doha pada 13 Juni 2017. (Qatar Football Association)

UEA tangkap warga Inggris karena pakai kostum Qatar

Sejak 2017, UEA melarang siapa saja menunjukkan simpati terhadap Qatar dalam bentuk apapun.

Tim nasional berlaga dalam Piala Asia 2019 di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Mereka mengandaskan Jepang 3-1 dalam partai final pada 1 Februari 2019. (Twitter)

Qatar juara Piala Asia 2019

Mereka mengalahkan Jepang 3-1 di partai final.

Kaus oblong bergambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani dipakai dalam laga antara tim sepak bola Qatar menghadapi Korea Selatan di Doha pada 13 Juni 2017. (Qatar Football Association)

Kalah di semifinal AFC, penonton UEA lempar sepatu dan botol ke pemain Qatar

Qatar akan melawan Jepang di partai final pada Jumat pekan ini.





comments powered by Disqus