olahraga

Komite Etik FIFA rekomendasikan denda dan larangan bagi pejabat sepak bola Qatar

Saud al-Muhannadi dinilai gagal bekerja sama dan memberikan informasi benar soal terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

27 Agustus 2016 11:05

Komite Etik FIFA (Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional) kemarin merekomendasikan Wakil Presiden QFA (Asosiasi Sepak Bola Qatar) Saud al-Muhannadi dilarang terlibat dalam kegiatan sepak bola paling tidak 2,5 tahun dan denda US$ 20.676. Alasannya dia dinilai gagal bekerja sama dalam penyelidikan soal terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Namun Komite Etik FIFA tidak memberikan penjelasan mengenai investigasi itu. Muhannadi juga tidak bisa dimintai komentar.

Juru bicara QFA dan panitia Piala Dunia 2022 menolak mengomentari rekomendasi tersebut.

"Penyelidikan terhadap Muhannadi terkait kegagalannya bekerja sama dan memberikan informasi benar kepada tim investigasi," kata Komite Etik FIFA lewat keterangan tertulis. Sanksi atas Muhannadi ini direkomendasikan oleh salah satu penyelidik Komite Etik FIFA, yakni Djimbaraye Bourngar.

Swiss telah melakukan investigasi kriminal tentang terpilihnya Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan Qatar di 2022. Kedua negara itu dicurigai melakukan kecurangan dengan menyuap para pejabat FIFA dan asosiasi sepak bola di beragam negara.

Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter telah dilarang dalam semua kegiatan sepak bola Desember tahun lalu, hukuman serupa kemudian diberikan pula bagi Presiden UEFA (Asosiasi Sepak Bola Uni Eropa) Michel Platini.

Terpilihnya Qatar memang memicu polemik. Kalau turnamen sepak bola empat tahunan itu digelar musim panas Juni-Juli seperti biasanya, suhu udara di negara Arab mungil ini kelewat panas, bisa mencapai setengah dari suhu air mendidih. Hingga akhirnya untuk pertama kali FIFA memutuskan Piala Dunia 2022 dilangsungkan di musim dingin, November-Desember.

Keputusan ini juga menuai protes lantaran bisa mengganggu jalan kompetisi domestik di berbagai negara.  

Delegasi dari Suku Al-Ghufran, Qatar, mengadukan pemerintah Qatar ke kantor FIFA di Kota Zurich, Swiss, 24 September 2018. (Al-Arabiya/Supplied)

Suku Al-Ghufran klaim Qatar rebut tanah mereka buat bangun infrastruktur Piala Dunia 2022

Piala Dunia 2022 bakal digelar di Qatar selama November-Desember.

Stadion Lusail di Kota Ad-Daayin, Qatar, bakal dipakai untuk menggelar laga Piala Dunia 2022. (www.qatar.to)

Gaji 78 buruh proyek Piala Dunia 2022 belum dibayar

Seorang juru bicara FIFA membantah pelanggaran atas hak-hak buruh proyek Piala Dunia 2022 terkait dengan FIFA dan Piala Dunia 2022.

Stadion Al-Wakrah bakal dipakai untuk Piala Dunia 2022. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Buruh Piala Dunia 2022 asal Nepal tewas terjatuh dalam proyek pembangunan stadion

Lelaki 23 tahun itu meninggal pada 14 Agustus dalam proyek pembangunan Stadion Al-Wakrah.

Kalusha Bwalya, Anggota Komite Eksekutif CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika) sekaligus mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia. (Twitter/KalushaPBwalya)

FIFA beri sanksi bagi mantan presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia karena terima suap dari Qatar

Kalusha Bwalya telah menerima fulus sebesar US$ 80 ribu dari Muhammad bin Hammam untuk memilih Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.





comments powered by Disqus