olahraga

FIFA denda Iran karena penonton rayakan Asyura

Bahkan seorang ulama Iran mendesak agar negeri Persia ini memboikot laga melawan Korea.

06 November 2016 04:41

FIFA (Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional) Kamis lalu menjatuhkan denda kepada badan sepak bola Iran karena perayaan Asyura saat laga kualifikasi Piala Dunia 2018 di Stadion Azadi di Ibu Kota Teheran, Iran.

Pertandingan itu memang berlangsung saat Hari Asyura, memperingati kematian Imam Husain, cucu dari Nabi Muhammad, waktu Perang Karbala. Pemerintah Iran telah meminta para penonton berpakaian serba hitam dan menyanyikan lagu-lagu pujian bagi Imam Husain ketika pertandingan berlangsung.

Dalam partai itu, tim sepak bola Iran menaklukkan Korea Selatan 1-0.

FIFA mengenakan denda US$ 46.350 terkait sejumlah manifestasi agama dalam pertandingan ini. Badan sepak bola dunia itu memang melarang pesan-pesan agama atau sponsor dalam sebuah laga sepak bola.  

Sebelum laga ini dilaksanakan, para pemimpin agama di negara Mullah itu juga menyerukan kepada penonton asal Korea untuk tidak merayakan bila terjadi gol atau membuat kebisingan.

Surat-surat kabar di Korea Selatan melaporkan Kedutaan Besar Iran di Ibu Kota Seoul telah meminta fans Korea untuk tidak berpakaian berwarna saat menonton pertandingan.

Bahkan seorang ulama Iran mendesak agar negeri Persia ini memboikot laga melawan Korea. "Sebagian orang mungkin bilang tidak bermain rugi besar, tapi itu lebih baik ketimbang merusak kesucian Hari Asyura," kata Ayatullah Muhammad Yazdi dalam surat terbukanya.

Ibu Kota Kairo, Mesir. (afrika.com)

Perempuan Mesir belajar silat buat hadapi pelaku pelecehan seksual

Silat mulai digemari di Mesir pada 2003. Popularitasnya kian menanjak sejak 2011.

Kostum Neymar setelah bergabung dengan klub milik Qatar, Paris Saint-Germain. (Twitter/@PSG_inside)

Diundang Netanyahu, Neymar berjanji datang ke Yerusalem

Sikap Neymar ini berbeda dengan bintang sepak bola Portugal, Ronaldo. Pemain Juventus itu sangat menyokong perjuangan bangsa Palestina untuk merdeka.

Atlet asal israel, Alexander Shatilov, meraih medali emas dalam kejuaraan dunia senam berlangsung di Ibu Kota Doha, Qatar, pada 23 Maret 2019. (Twitter)

Lagu kebangsaan Israel diperdengarkan di Doha setelah atletnya raih medali emas

Dalam kejuaraan dunia senam artistik tahun lalu, Qatar juga mengizinkan simbol-simbol negara Israel diperlihatkan.

Pangeran Al-Walid bin Talal dari Arab Saudi bersalaman dengan Presiden Joko Widodo saat bertemu di Istana Bogor, Jawa Barat, 22 Mei 2016. Tampak pula Duta besar Indonesia buat Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said. (Agus Maftuh Abegebriel buat Albalad.co)

Berlusconi pernah tawarkan AC Milan kepada Pangeran Al-Walid

Berlusconi akhirnya menjual AC Milan kepada investor asal China, Yonghong Li, pada April 2017 seharga 740 juta euro.





comments powered by Disqus