olahraga

FIFA denda Iran karena penonton rayakan Asyura

Bahkan seorang ulama Iran mendesak agar negeri Persia ini memboikot laga melawan Korea.

05 November 2016 21:41

FIFA (Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional) Kamis lalu menjatuhkan denda kepada badan sepak bola Iran karena perayaan Asyura saat laga kualifikasi Piala Dunia 2018 di Stadion Azadi di Ibu Kota Teheran, Iran.

Pertandingan itu memang berlangsung saat Hari Asyura, memperingati kematian Imam Husain, cucu dari Nabi Muhammad, waktu Perang Karbala. Pemerintah Iran telah meminta para penonton berpakaian serba hitam dan menyanyikan lagu-lagu pujian bagi Imam Husain ketika pertandingan berlangsung.

Dalam partai itu, tim sepak bola Iran menaklukkan Korea Selatan 1-0.

FIFA mengenakan denda US$ 46.350 terkait sejumlah manifestasi agama dalam pertandingan ini. Badan sepak bola dunia itu memang melarang pesan-pesan agama atau sponsor dalam sebuah laga sepak bola.  

Sebelum laga ini dilaksanakan, para pemimpin agama di negara Mullah itu juga menyerukan kepada penonton asal Korea untuk tidak merayakan bila terjadi gol atau membuat kebisingan.

Surat-surat kabar di Korea Selatan melaporkan Kedutaan Besar Iran di Ibu Kota Seoul telah meminta fans Korea untuk tidak berpakaian berwarna saat menonton pertandingan.

Bahkan seorang ulama Iran mendesak agar negeri Persia ini memboikot laga melawan Korea. "Sebagian orang mungkin bilang tidak bermain rugi besar, tapi itu lebih baik ketimbang merusak kesucian Hari Asyura," kata Ayatullah Muhammad Yazdi dalam surat terbukanya.

Al-Ula, salah satu daerah pelesiran dijagokan Arab Saudi buat menggaet pelancong asing. (Al-Arabiya)

Ronaldo tolak tawaran Rp 101 miliar setahun buat jadi duta wisata Saudi

Olahraga menjadi alat Saudi membersihkan pamornya.

Tim reli asal Israel mengikuti Reli Dakar berlangsung di Ara  Saudi selama 3-15 Januari 2021. (Twitter)

Sembilan warga Israel berpartisipasi dalam Reli Dakar di Arab Saudi

Mereka terdiri dari dua tim dengan memakai bendera Belgia dan Amerika sebagai samaran.

Tim reli asal Israel mengikuti Reli Dakar berlangsung di Ara  Saudi selama 3-15 Januari 2021. (Twitter)

Dua pereli Israel ikut balapan mobil di Arab Saudi

Danny Pearl dan Charly Gotlib datang ke Saudi menggunakan paspor Israel buat mengikuti Reli Dakar.

Dua pemilik Beitar Jerusalem saat ini: Moshe Hogeg (tengah) dan Syekh Hamad bin Khalifah an-Nahyan dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (kanan). Beitar Jerusalem adalah satu-satunya klub sepak bola Israel tidak pernah memiliki pemain Arab muslim. (Beitar Jerusalem)

Setelah dibeli pangeran Abu Dhabi, klub bola Israel buka peluang bagi pemain Arab dan muslim bergabung

Beitar Jerusalem adalah satu-satunya klub sepak bola di negara Zionis itu tidak pernah memiliki pemain Arab dan muslim.





comments powered by Disqus