olahraga

Bola bergulir lagi di Aleppo

Ittihad menang 2-1 atas tim sekota Hurriyah.

30 Januari 2017 20:56

Kehidupan di Aleppo berangsur normal setelah pasukan rezim Basyar al-Assad berhasil mengusir kaum pemberontak dari wilayah timur kota itu bulan lalu, sekaligus menyatakan seluruh Aleppo kini dalam kontrol pemerintah.

Sejak perang menghampiri kota perdagangan berusia ribuan tahun itu lima tahun lalu, laga sepak bola untuk pertama kali bisa digelar Sabtu lalu, mempertemukan antara klub Al-Ittihad, juara liga Suriah enam kali, dan Hurriyah.

Pertandingan bola kaki ini dimainkan di Stadion Riayat asy-Syabab, telah bersih dari reruntuhan perang dan bekas pengeboman. Para penonton hadir diperiksa sangat ketat. Laga dimenangkan Ittihad dengan skor 2-1.

Pemain klub Hurriyah, Firas al-Ahmad, mengaku senang bisa bermain sepak bola lagi di Aleppo. "Hak kami untuk bermain di Aleppo. Kami ingin membikin nama Aleppo menjulang."

Perang Suriah telah menewaskan setengah juta orang dan memaksa sebelas juta warga Suriah mengungsi  

 

Kaus oblong bergambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani dipakai dalam laga antara tim sepak bola Qatar menghadapi Korea Selatan di Doha pada 13 Juni 2017. (Qatar Football Association)

UEA tangkap warga Inggris karena pakai kostum Qatar

Sejak 2017, UEA melarang siapa saja menunjukkan simpati terhadap Qatar dalam bentuk apapun.

Tim nasional berlaga dalam Piala Asia 2019 di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Mereka mengandaskan Jepang 3-1 dalam partai final pada 1 Februari 2019. (Twitter)

Qatar juara Piala Asia 2019

Mereka mengalahkan Jepang 3-1 di partai final.

Kaus oblong bergambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani dipakai dalam laga antara tim sepak bola Qatar menghadapi Korea Selatan di Doha pada 13 Juni 2017. (Qatar Football Association)

Kalah di semifinal AFC, penonton UEA lempar sepatu dan botol ke pemain Qatar

Qatar akan melawan Jepang di partai final pada Jumat pekan ini.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bercengkerama dengan keluarga Abu Muhammad, pengungsi asal Suriah tinggal di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel akui pasok senjata ke para pemberontak Suriah

Namun sokongan dari Israel ini masih lebih kecil ketimbang bantuan dari Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Amerika Serikat.





comments powered by Disqus