olahraga

Legenda Manchester United dilarang masuk Amerika sebab ada cap Iran di paspornya

Tidak ada penjelasan kapan Dwight Yorke melawat ke Iran.

19 Februari 2017 17:17

Legenda klub sepak bola Manchester United Dwight Yorke ikut menjadi korban dari larangan dikeluarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap imigran dari tujuh negara berpenduduk mayoritas muslim.

Menurut presenter stasiun televisi BeIN Richard Keys, Yorke ditolak masuk ke Amerika saat transit di Miami untuk meneruskan penerbangannya ke negara asalnya Trinidad & Tobago. Penyebabnya lantaran ada stempel Iran di paspor Yorke. Namun Keys tidak menjelaskan kapan Yorke melawat ke Iran.

Keys menulis dalam akun Twitter Jumat lalu: "Kerja bagus @realDonaldTrump. Duta besar Man U Dwight Yorke ditolak untuk transit di Miami karena ada cap Iran di paspornya. #gila."

Tujuh negara yang wwarganya tidak boleh mengunjungi Amerika itu yakni Iran, Irak, Suriah, Yaman, Libya, Sudan, dan Somalia. Larangan ini berlaku 90 hari. Selain itu, Trump menolak pengungsi dari seluruh dunia selama 120 hari, namun buat pengungsi dari Suriah tanpa batas waktu.  

Yorke, kelahiran 1971, membela Manchester United pada 1998-2002. Dari 96 kali penampilannya bareng klub Liga Primer Inggris ini, dia mengoleksi 52 gol.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Kejuaraan dunia catur dipindah dari Arab Saudi setelah tujuh pecatur Israel dilarang bertanding

Arab Saudi menggelar turnamen catur untuk pertama kali tahun lalu.

Dua pemain bintang klub Paris Saint-Germain Neymar dan Kylan Mbappe. (France 24)

Emirates tidak lagi sponsori PSG musim depan

Kemungkinan beralih ke Olympique de Marseille.

Sejumlah perempuan Iran diizinkan menonton pertandingan sepak bola antara tuan rumah menghadapi Bolivia di Stadion Azadi, Ibu Kota Teheran, Iran, 16 Oktober 2018. (Twitter)

Iran izinkan perempuan tonton laga sepak bola di stadion

Arab Saudi sejak Januari lalu membolehkan kaum hawa masuk stadion buat menyaksikan pertandingan olahraga.

Ahad Tamimi, gadis Palestina penampar tentara Israel pada 29 September 2018 mengunjungi markas klub Real Madrid. Di sana, dia menerima hadiah sebuah kostum sepak bola bernama dirinya. (Haaretz)

Real Madrid hadiahi penampar tentara Israel kostum bola

"Klub sepak bola bergengsi Real Madrid menjamu seorang teroris menjamu seorang teroris penyebar kebencian dan kekerasan. Memalukan," kata Nahshon melalui Twitter.





comments powered by Disqus