olahraga

Nike tahun depan rilis jilbab buat atlet muslimah

Terinspirasi oleh pelari Arab Saudi Sarah Attar saat tampil dalam Olimpiade London 2012.

08 Maret 2017 11:53

Nike berencana meluncurkan produk jilbab dirancang khusus bagi atlet muslimah untuk berkompetisi dalam bidang olahraga. Produk diberi nama Nike Pro Hijab ini akan dipasarkan pada musim semi 2018, sebagai jawaban atas makin banyaknya kaum hawa di komunitas Islam terjun di dunia olahraga.

Perusahaan produk olahraga raksasa ini terinspirasi oleh pelari asal Arab Saudi Sarah Attar, pada 2012 ikut dalam lomba lari 800 meter di Olimpiade London, Inggris, dengan berjilbab. Juga atlet angkat berat dari Uni Emirat Arab Amna al-Haddad tahun lalu berlomba di Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil.

"The Nike Pro Hijab sudah lebih dari setahun dalam proses rancangannya, namun dorongan untuk menghasilkan produk ini telah lama muncul karena ada pergeseran budaya, di mana makin banyak perempuan muslim menekuni olahraga," kata Nike lewat keterangan tertulis.

Jilbab sudah lama menjadi kontroversi dalam sebuah kompetisi. Pejudo Arab Saudi Wodjan Syahirkani tadinya diragukan tampil dalam Olimpiade London 2012 setelah IJF (Federasi Judo Internasional) melarang atlet memakai penutup kepala.

Syahirkani bilang kepada ayahnya dia akan mundur dari Olimpiade jika dia tidak boleh berjilbab ssat bertanding. Namun setelah terjadi perundingan alot antara IJF Komite Olimpiade Saudi, pejudo 16 tahun ini diizinkan bertanding dengan berjilbab.

Awal pekan ini pun muncul kabar gembira lagi. Perenang muslimah boleh mengenakan burkini, pakaian renang tidak terlalu ketat dan berjilbab untuk ikut lomba renang amatir di seantero Inggris.

Sebelum Sarah Attar, pelari Bahrain Ruqayah al-Ghasra juga tampil berjilbab saat ikut Olimpiade Athena 2004 dan Olimpiade Beijing 2008.

FIFA (Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional) baru mencabut larangan jilbab pada 2014, namun FIBA (Federasi Asosiasi Basket Internasional) masih melarang atlet basket muslimah berjilbab dalam pertandingan.  

"The Nike Pro Hijab didesain setelah atlet-atlet kami bilang mereka membutuhkan produk semacam ini agar bisa tampil lebih baik," kata juru bicara Global Nike Megaan Saalfeld kepada Al-Arabiya. "Kami berharap Pro Hijab dapat membantu atklet-atlet muslimah di seluruh dunia untuk bisa bersaing lebih baik."

Dia menambahkan konsep Pro Hijab muncul setelah Amna al-Haddad mengunjungi laboratorium riset Nike di Oregon, Amerika Serikat. Amna mengeluhkan dia hanya memiliki satu jilbab cocok untuk berkompetisi, sehingga tiap malam dia harus mencuci jilbab itu pakai tangan selama mengikuti perlombaan.

Dari sanalah, Nike bekerja sama dengan Amna dan atlet-atlet muslimah lainnya untuk merancang jilbab ringan, tidak gampang bergeser, tapi membuat pemakainya mudah bernapas.

Rancangan Pro Hijab bikinan Nike ini juga diuji coba oleh atlet-atlet elite Nike asal Timur tengah, termasuk atlet sepatu luncur Zahra Lari dan pelatin Nike+ Run Club Manal Rostom.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi berencana gelar balapan Formula 1

Arab Saudi sudah menjadi tumah rumah balapan Formula E sejak Desember tahun lalu.

Syekh Khalid bin Zayid, pangeran dari Dubai, Uni Emirat Arab, merupakan pemilik Bin Zayed Group. (Screencapture YouTube)

Pangeran dari Dubai segera miliki Newcastle United

Pangeran Khalid bin Zayid sepakat membeli Newcastle United seharga Rp 6,2 triliun.

Muhammad Salah, bintang sepak bola Liverpool FC asal Mesir. (Twitter/MoSalah)

Salah gagal salat Idul Fitri karena rumah dikepung ribuan penggemar

"Ini tidak ada hubungannya dengan cinta. Ini tidak menghormati privasi dan tidak profesional," tulis Salah dalam bahasa Arab.

Syekh Khalid bin Zayid an-Nahyan, pangeran dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, merupakan pembeli klub Liga Primer Inggris, Newcastle United, seharga Rp 6,4 triliun. (Wikimedia Commons)

Pangeran dari Abu Dhabi beli klub Newcastle United seharga Rp 6,4 triliun

Syekh Khalid tadinya menawarkan harga US$ 2,6 miliar (Rp 37,4 triliun) untuk menguasai Liverpool FC namun ditolak oleh sang pemilik, Fenway Sports Group.





comments powered by Disqus