olahraga

Prancis selidiki terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022

Amerika dan Swiss sudah lebih dulu menginvestigasi kecurangan terjadi hingga Rusia dan Qatar terpilih.

29 April 2017 16:34

Kejaksaan Prancis akan menyelidiki dugaan kecurangan sehingga Rusia terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan Qatar di 2022, seperti dilansir surat kabar Le Monde Kamis lalu.

Muncul dugaan penyuapan sehingga kedua negara itu bisa terpilih sebagai tuan rumah turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat tersebut. Kejaksaan Amerika Serikat dan Swiss sudah lebih dulu menginvestigasi hal ini.

Qatar dan Rusia telah membantah berbuat curang dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia , dilangsungkan di Kota Zurich, Swiss, pada 2010.

FIFA (Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional) dilanda krisis setelah 22 anggota Komite Eksekutif FIFA memilih tuan rumah Piala Dunia buat 2018 dan 2022. Beberapa pejabat senior FIFA dua tahun lalu didakwa oleh Kejaksaan Amerika dalam kasus pencucian uang dan korupsi.

Dalam pemilihan untuk menjadi penyelenggara Piala Dunia 2022, Amerika kalah dari Qatar.

 

 

Delegasi dari Suku Al-Ghufran, Qatar, mengadukan pemerintah Qatar ke kantor FIFA di Kota Zurich, Swiss, 24 September 2018. (Al-Arabiya/Supplied)

Suku Al-Ghufran klaim Qatar rebut tanah mereka buat bangun infrastruktur Piala Dunia 2022

Piala Dunia 2022 bakal digelar di Qatar selama November-Desember.

Stadion Lusail di Kota Ad-Daayin, Qatar, bakal dipakai untuk menggelar laga Piala Dunia 2022. (www.qatar.to)

Gaji 78 buruh proyek Piala Dunia 2022 belum dibayar

Seorang juru bicara FIFA membantah pelanggaran atas hak-hak buruh proyek Piala Dunia 2022 terkait dengan FIFA dan Piala Dunia 2022.

Stadion Al-Wakrah bakal dipakai untuk Piala Dunia 2022. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Buruh Piala Dunia 2022 asal Nepal tewas terjatuh dalam proyek pembangunan stadion

Lelaki 23 tahun itu meninggal pada 14 Agustus dalam proyek pembangunan Stadion Al-Wakrah.

Kalusha Bwalya, Anggota Komite Eksekutif CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika) sekaligus mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia. (Twitter/KalushaPBwalya)

FIFA beri sanksi bagi mantan presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia karena terima suap dari Qatar

Kalusha Bwalya telah menerima fulus sebesar US$ 80 ribu dari Muhammad bin Hammam untuk memilih Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.





comments powered by Disqus