olahraga

FIFA denda tim nasional Qatar karena memakai kaus oblong bergambar wajah emir

Insiden itu terjadi saat laga menghadapi Korea Selatan.

28 Juli 2017 20:28

FIFA (Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional) pekan ini telah mengenakan denda kepada QFA (Asosiasi Sepak Bola Qatar) setelah tim nasional negara Arab Teluk itu menyampaikan pesan politik dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2018.

Denda sebesar 188.800 riyal Qatar itu dijatuhkan karena dalam pertandingan menghadapi Korea Selatan pada 13 Juni lalu, para pemain dan penonton Qatar menunjukkan dukungannya kepada Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani, dalam menghadapi blokade dilakukan negara-negara Arab tetangganya.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir sejak 5 Juni lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka beralasan negara Arab supertajir itu menyokong terorisme. Arab Saudi, UEA, dan Bahrain juga memberlakukan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar.

ketika sedang pemanasan menjelang laga melawan Korea Selatan, para pemain tim nasional Qatar berkaus oblong putih bergambar wajah emir Qatar. Selama laga berlangsung, para penggemar Korea Selatan membentangkan spanduk bertulisan "Kami mencintai Qatar" dan mengibarkan bendera-bendera Qatar sebagai bentuk dukungan.

"Qatar dikenakan sanksi lantaran menampilkan sebuah gambar bersifat politisĀ  dan kelakuan tidak pantas dilakukan para penonton," kata FIFA dalam keterangan tertulisnya.

Pemain Qatar Hasan Khalid al-Khaidos juga dikenai denda 18.700 riyal sebab mengambil kaus oblong bergambar wajah emir Qatar dan mengangkat kaus it tinggi-tinggi sehabis mencetak gol. Qatar menang dengan skor 3-2.

Syekh Khalid bin Zayid, pangeran dari Dubai, Uni Emirat Arab, merupakan pemilik Bin Zayed Group. (Screencapture YouTube)

Pangeran dari Dubai segera miliki Newcastle United

Pangeran Khalid bin Zayid sepakat membeli Newcastle United seharga Rp 6,2 triliun.

Muhammad Salah, bintang sepak bola Liverpool FC asal Mesir. (Twitter/MoSalah)

Salah gagal salat Idul Fitri karena rumah dikepung ribuan penggemar

"Ini tidak ada hubungannya dengan cinta. Ini tidak menghormati privasi dan tidak profesional," tulis Salah dalam bahasa Arab.

Syekh Khalid bin Zayid an-Nahyan, pangeran dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, merupakan pembeli klub Liga Primer Inggris, Newcastle United, seharga Rp 6,4 triliun. (Wikimedia Commons)

Pangeran dari Abu Dhabi beli klub Newcastle United seharga Rp 6,4 triliun

Syekh Khalid tadinya menawarkan harga US$ 2,6 miliar (Rp 37,4 triliun) untuk menguasai Liverpool FC namun ditolak oleh sang pemilik, Fenway Sports Group.

Ibu Kota Kairo, Mesir. (afrika.com)

Perempuan Mesir belajar silat buat hadapi pelaku pelecehan seksual

Silat mulai digemari di Mesir pada 2003. Popularitasnya kian menanjak sejak 2011.





comments powered by Disqus