olahraga

Maroko akan calonkan diri buat gelar Piala Dunia 2026

Maroko akan bersaing dengan Amerika, Kanada, dan Meksiko.

12 Agustus 2017 00:22

Maroko hari ini mengumumkan akan mencalonkan diri untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026.

FIFA (Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional) sudah menetapkan hari ini merupakan batas akhir bagi sebuah negara untuk menyatakan ingin menggelar turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat itu pada 2026.

Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko April lalu mengumumkan rencana mereka untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026.

Piala Dunia baru sekali digelar di Benua Afrika, yakni di Afrika Selatan pada 2010. Pencalonan Maroko ini merupakan yang kelima.

CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika) bulan lalu telah memberikan dukungan terhadap pencalonan Maroko menjadi penyelenggara Piala Dunia 2026.

FIFA tahun ini sudah memutuskan menambah peserta Piala Dunia 2026 menjadi 48 negara dari 32 negara selama ini. 

Pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2026 bakal digelar pada 2020, dua tahun menjelang Piala Dunia 2022 di Qatar.

Kalau terpilih, Maroko akan menjadi negara muslim kedua menjadi tuan rumah Piala Dunia setelah Qatar. 

 

Syekh Khalid bin Zayid, pangeran dari Dubai, Uni Emirat Arab, merupakan pemilik Bin Zayed Group. (Screencapture YouTube)

Pangeran dari Dubai segera miliki Newcastle United

Pangeran Khalid bin Zayid sepakat membeli Newcastle United seharga Rp 6,2 triliun.

Muhammad Salah, bintang sepak bola Liverpool FC asal Mesir. (Twitter/MoSalah)

Salah gagal salat Idul Fitri karena rumah dikepung ribuan penggemar

"Ini tidak ada hubungannya dengan cinta. Ini tidak menghormati privasi dan tidak profesional," tulis Salah dalam bahasa Arab.

Syekh Khalid bin Zayid an-Nahyan, pangeran dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, merupakan pembeli klub Liga Primer Inggris, Newcastle United, seharga Rp 6,4 triliun. (Wikimedia Commons)

Pangeran dari Abu Dhabi beli klub Newcastle United seharga Rp 6,4 triliun

Syekh Khalid tadinya menawarkan harga US$ 2,6 miliar (Rp 37,4 triliun) untuk menguasai Liverpool FC namun ditolak oleh sang pemilik, Fenway Sports Group.

Ibu Kota Kairo, Mesir. (afrika.com)

Perempuan Mesir belajar silat buat hadapi pelaku pelecehan seksual

Silat mulai digemari di Mesir pada 2003. Popularitasnya kian menanjak sejak 2011.





comments powered by Disqus