olahraga

Penonton Saudi gratis tonton laga Piala Dunia hadapi Jepang

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman membelikan semua tiket bagi penonton Arab Saudi.

04 September 2017 17:13

Para penggemar tim nasional Arab Saudi bakal menonton secara gratis laga kualifikasi Piala Dunia 2018 antara kesebelasan tuan rumah menghadapi tim tamu Jepang.

Putera Mahota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman kemarin mengumumkan dirinya membeli semua tiket menjadi jatah penonton Saudi untuk menyaksikan pertandingan tersebut.

Partai antara Saudi menghadapi Jepang ini bakal berlangsung besok di Stadion King Abdullah Sprts City di Kota Jeddah, Arab Saudi. Laga melawan negara Sakura itu bakal menjadi pertandingan menentukan bagi Saudi untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia.

Dalam laga pekan lalu di Al-Ain, tim nasinal Arab Saudi kalah 1-2 dari Uni Emirat Arab.

Sedangkan Jepang memastikan lolos ke Rusia tahun depan setelah menang 2-0 atas Australia dalam laga Kamis pekan lalu.

Syekh Khalid bin Zayid, pangeran dari Dubai, Uni Emirat Arab, merupakan pemilik Bin Zayed Group. (Screencapture YouTube)

Pangeran dari Dubai segera miliki Newcastle United

Pangeran Khalid bin Zayid sepakat membeli Newcastle United seharga Rp 6,2 triliun.

Muhammad Salah, bintang sepak bola Liverpool FC asal Mesir. (Twitter/MoSalah)

Salah gagal salat Idul Fitri karena rumah dikepung ribuan penggemar

"Ini tidak ada hubungannya dengan cinta. Ini tidak menghormati privasi dan tidak profesional," tulis Salah dalam bahasa Arab.

Syekh Khalid bin Zayid an-Nahyan, pangeran dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, merupakan pembeli klub Liga Primer Inggris, Newcastle United, seharga Rp 6,4 triliun. (Wikimedia Commons)

Pangeran dari Abu Dhabi beli klub Newcastle United seharga Rp 6,4 triliun

Syekh Khalid tadinya menawarkan harga US$ 2,6 miliar (Rp 37,4 triliun) untuk menguasai Liverpool FC namun ditolak oleh sang pemilik, Fenway Sports Group.

Ibu Kota Kairo, Mesir. (afrika.com)

Perempuan Mesir belajar silat buat hadapi pelaku pelecehan seksual

Silat mulai digemari di Mesir pada 2003. Popularitasnya kian menanjak sejak 2011.





comments powered by Disqus