olahraga

Menolak berjilbab, pecatur Iran memilih bertanding buat Amerika

Kakak lelaki dari Dorsa juga dilarang bertanding buat Iran karena bermain melawan pecatur Israel dalam kompetisi di Gibraltar.

12 Oktober 2017 12:15

Seorang pecatur perempuan tersohor asal Iran dilarang bertanding buat negaranya lantaran menolak berjilbab atau berkerudung. 

Federasi Catur Iran melarang Dorsa Derakhshani, 19 tahun, berkompetisi setelah dia tidak berkerudung saat tampil dalam festival catur Gibraltar Januari lalu. 

Larangan itu membikin Dorsa memutuskan pindah ke Amerika dan bergabung dengan Federasi Catur Amerika Serikat bulan lalu. Para pejabat dari Federasi Catur Amerika membenarkan gadis kelahiran Ibu Kota Teheran, Iran, tersebut akan bertanding untuk Amerika.

Dorsa mulanya bergabung dalam tim catur St Louis University, kampus tempat dia kuliah. 

"Rasanya enak...dan damai bermain untuk sebuah federasi di mana saya disambut dan disokong," kata Dorsa. 

Dorsa, pemegang gelar Master Internasional dan Grandmaster Wanita di WCF (Federasi Catur Dunia), berharap bisa menjadi dokter gigi.

Federasi Catur Amerika bilang kakak lelaki dari Dorsa juga dilarang bertanding buat Iran karena bermain melawan pecatur Israel dalam kompetisi di Gibraltar.

 

 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman tawar Man United seharga Rp 69 triliun

City menjadi pesaing berat United dipunyai oleh pangeran dari Abu Dhabi.

Kaus oblong bergambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani dipakai dalam laga antara tim sepak bola Qatar menghadapi Korea Selatan di Doha pada 13 Juni 2017. (Qatar Football Association)

UEA tangkap warga Inggris karena pakai kostum Qatar

Sejak 2017, UEA melarang siapa saja menunjukkan simpati terhadap Qatar dalam bentuk apapun.

Tim nasional berlaga dalam Piala Asia 2019 di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Mereka mengandaskan Jepang 3-1 dalam partai final pada 1 Februari 2019. (Twitter)

Qatar juara Piala Asia 2019

Mereka mengalahkan Jepang 3-1 di partai final.

Kaus oblong bergambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani dipakai dalam laga antara tim sepak bola Qatar menghadapi Korea Selatan di Doha pada 13 Juni 2017. (Qatar Football Association)

Kalah di semifinal AFC, penonton UEA lempar sepatu dan botol ke pemain Qatar

Qatar akan melawan Jepang di partai final pada Jumat pekan ini.





comments powered by Disqus