olahraga

Kejaksaan Agung Swiss selidiki bos PSG terkait dugaan suap terhadap pejabat FIFA

Terkait hak siar atas Piala Dunia 2026 dan 2030.

13 Oktober 2017 16:56

Kejaksaan Agung Swiss mulai menyelidiki dugaan suap dilakukan Nasir al-Khulaifi, Chairman Paris Saint-Germain (PSG), klub papan tas Liga Prancis, terhadap Jerome Valcke semasa menjabat Sekretaris jenderal FIFA (Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional).

FIFA telah memberhentikan Valcke tahun lalu setelah dia bersama para pejabat FIFA lainnya ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus skandal korupsi mengguncang dunia sepak bola. FIFA juga melarang Valcke terlibat dalam semua kegiatan sepak bola di mana saja selama sepuluh tahun, namun Valcke mengajukan banding atas sanksi itu.

Dalam keterangan tertulis kemarin, Kejaksaan Agung Swiss mengungkapkan penyelidikan itu terkait penjualan hak siar sejumlah Piala Dunia kepada stasiun televisi Bein Sports, berada di bawah manajemen Bein Media Group, di mana Khulaifi menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO).

Menurut Kejaksaan Agung Swiss, investigasi atas dugaan suap dilakoni Khulaifi sudah dimulai Maret lalu dan bekerja sama dengan pihak berwenang di Prancis, Yunani, Italia, dan Spanyol.

Kejaksaan Agung Swiss bilang pihaknya kemarin sudah memeriksa Valcke sebagai tersangka dalam perkara Khulaifi di Swiss. Valcke disangka menerima suap dari seorang pengusaha olahraga terkait hak siar media di negara-negara tertentu buat Piala Dunia FIFA 2018, 2022, 2026, dan 2030. "Dan keuntungan (suap) dari Khulaifi terkait hak siar media di negara-negara tertentu untuk Piala Dunia 2026 dan 2030."    

Bein Media Group membantah pihaknya mendapat hak siar dua Piala Dunia dengan cara menyuap pejabat FIFA. mereka menyatakan siap bekerja sama dengan Kejaksaan Agung Swiss dalam penyelidikan tersebut.

Menjelang permulaan Liga Prancis, Khulaifi musim panas lalu menghebohkan jagat sepak bola. Dia memboyong bintang sepak bola asal Brasil Neymar dari Barcelona ke PSG dengan nilai transfer 226 juta euro (Rp 3,4 triliun). Angka ini menjadikan Neymar sebagai pemain termahal di Bumi.

Muhammad Salah, bintang sepak bola Liverpool FC asal Mesir. (Twitter/MoSalah)

Salah gagal salat Idul Fitri karena rumah dikepung ribuan penggemar

"Ini tidak ada hubungannya dengan cinta. Ini tidak menghormati privasi dan tidak profesional," tulis Salah dalam bahasa Arab.

Syekh Khalid bin Zayid an-Nahyan, pangeran dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, merupakan pembeli klub Liga Primer Inggris, Newcastle United, seharga Rp 6,4 triliun. (Wikimedia Commons)

Pangeran dari Abu Dhabi beli klub Newcastle United seharga Rp 6,4 triliun

Syekh Khalid tadinya menawarkan harga US$ 2,6 miliar (Rp 37,4 triliun) untuk menguasai Liverpool FC namun ditolak oleh sang pemilik, Fenway Sports Group.

Ibu Kota Kairo, Mesir. (afrika.com)

Perempuan Mesir belajar silat buat hadapi pelaku pelecehan seksual

Silat mulai digemari di Mesir pada 2003. Popularitasnya kian menanjak sejak 2011.

Kostum Neymar setelah bergabung dengan klub milik Qatar, Paris Saint-Germain. (Twitter/@PSG_inside)

Diundang Netanyahu, Neymar berjanji datang ke Yerusalem

Sikap Neymar ini berbeda dengan bintang sepak bola Portugal, Ronaldo. Pemain Juventus itu sangat menyokong perjuangan bangsa Palestina untuk merdeka.





comments powered by Disqus