olahraga

Tim judo Israel dilarang pakai simbol bendera saat berlaga di Abu Dhabi

Lagu kebangsaan Hatikvah dilarang diperdengarkan kalau ada pejudo Israel menang.

19 Oktober 2017 10:50

Panitia Abu Dhabi Grand Slam, kejuaraan judo utama di Uni Emirar Arab (UEA), telah menyaratkan tim judo Israel tidak bisa ikut dalam kompetisi kalau memakai simbol-simbol negara.

Seperti di turnamen serupa dua tahun lalu, tim judo asal negara Zionis itu tidak boleh memakai simbol bendera di seragam judo mereka. Selain itu, lagu kebangsaan Hatikvah dilarang diperdengarkan kalau ada pejudo Israel menang. 

IJA (Asosiasi Judo Israel) mengaku sudah memperkirakan hal itu setelah ada pertemuan antara Ketua IJA Moshe Ponte dan Ketua IJF (Federasi Judo Internasional) Marius Vizer. "Kami telah menduga hal itu, tim Israel tidak dapat tampil dengan bendera."

Turnamen judo di Abu Dhabi itu bakal berlangsung selama 26-28 Oktober tahun ini.

Meski ada larangan menggunakan bendera, tim judo Israel bertekad tetap tampil dalam kompetisi di Abu Dhabi. 

UEA dan Israel memang tidak mempunyai hubungan diplomatik.

Atlet-atlet dari negara Arab memang diinstruksikan untuk menghindari berlaga menghadapi atlet dari Israel. Pada Olimpiade Rio de Janeiro tahun lalu, pejudo dari Mesir Islam asy-Syahabi dipulangkan lantaran menolak bersalaman dengan pejudo Or Sasson, alhirnya meraih perunggu.

 

 

 

Syekh Khalid bin Zayid, pangeran dari Dubai, Uni Emirat Arab, merupakan pemilik Bin Zayed Group. (Screencapture YouTube)

Pangeran dari Dubai segera miliki Newcastle United

Pangeran Khalid bin Zayid sepakat membeli Newcastle United seharga Rp 6,2 triliun.

Muhammad Salah, bintang sepak bola Liverpool FC asal Mesir. (Twitter/MoSalah)

Salah gagal salat Idul Fitri karena rumah dikepung ribuan penggemar

"Ini tidak ada hubungannya dengan cinta. Ini tidak menghormati privasi dan tidak profesional," tulis Salah dalam bahasa Arab.

Syekh Khalid bin Zayid an-Nahyan, pangeran dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, merupakan pembeli klub Liga Primer Inggris, Newcastle United, seharga Rp 6,4 triliun. (Wikimedia Commons)

Pangeran dari Abu Dhabi beli klub Newcastle United seharga Rp 6,4 triliun

Syekh Khalid tadinya menawarkan harga US$ 2,6 miliar (Rp 37,4 triliun) untuk menguasai Liverpool FC namun ditolak oleh sang pemilik, Fenway Sports Group.

Ibu Kota Kairo, Mesir. (afrika.com)

Perempuan Mesir belajar silat buat hadapi pelaku pelecehan seksual

Silat mulai digemari di Mesir pada 2003. Popularitasnya kian menanjak sejak 2011.





comments powered by Disqus