olahraga

Setengah dari pemilih Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 diadili, dipenjara, dan wafat

Amerika Serikat akan terus memburu orang-orang diduga terlibat korupsi dalam pemilihan penyelenggara Piala Dunia 2022.

27 November 2017 16:29

Setengah dari orang-orang telah memilih Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 dikabarkan telah meningggal, dipenjara, dan diadili atas dugaan korupsi.

Sebanyak 13 dari 25 anggota Komite Eksekutif FIFA (Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional) terlibat dalam kasus rasuah, beberapa di antaranya bakal terbukti bersalah karena ada bukti kuat, dan dua di antaranya telah meninggal, seperti dilansir surat kabar the Guardian.

Dalam sidang kasus dugaan korupsi digelar di pengadilan di Kota New York, Amerika Serikat, bulan ini, mantan Wakil Presiden FIFA Julio Grondona diyakini telah menerima suap senilai US$ 1 juta untuk memilih Qatar, dalam pemilihan dilangsungkan pada 2010 di Kota Zurich, Swiss.

Hal itu disampaikan oleh saksi Alejandro Burzaco. Dia menyebut Jorge Delhon, eksekutif penyiaran, sebagai mediator. Beberapa jam kemudian, Delhon ditemukan tewas ditabrak kereta di Ibu Kota Buenos Aires, Argentina. Polisi bilang semua indikasi menunjukkan korban meninggal karena bunuh diri.

Guardian melaporkan Amerika Serikat akan terus memburu orang-orang diduga terlibat korupsi dalam pemilihan penyelenggara Piala Dunia 2022.

Terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 telah memicu polemik lantaran diyakini ada korupsi dan suhu kelewat panas. Karena itu, FIFA sudah memutuskan Piala Dunia 2022 selama November-Desember, bukan Juni-Juli seperti biasanya.

Delegasi dari Suku Al-Ghufran, Qatar, mengadukan pemerintah Qatar ke kantor FIFA di Kota Zurich, Swiss, 24 September 2018. (Al-Arabiya/Supplied)

Suku Al-Ghufran klaim Qatar rebut tanah mereka buat bangun infrastruktur Piala Dunia 2022

Piala Dunia 2022 bakal digelar di Qatar selama November-Desember.

Stadion Lusail di Kota Ad-Daayin, Qatar, bakal dipakai untuk menggelar laga Piala Dunia 2022. (www.qatar.to)

Gaji 78 buruh proyek Piala Dunia 2022 belum dibayar

Seorang juru bicara FIFA membantah pelanggaran atas hak-hak buruh proyek Piala Dunia 2022 terkait dengan FIFA dan Piala Dunia 2022.

Stadion Al-Wakrah bakal dipakai untuk Piala Dunia 2022. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Buruh Piala Dunia 2022 asal Nepal tewas terjatuh dalam proyek pembangunan stadion

Lelaki 23 tahun itu meninggal pada 14 Agustus dalam proyek pembangunan Stadion Al-Wakrah.

Kalusha Bwalya, Anggota Komite Eksekutif CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika) sekaligus mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia. (Twitter/KalushaPBwalya)

FIFA beri sanksi bagi mantan presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia karena terima suap dari Qatar

Kalusha Bwalya telah menerima fulus sebesar US$ 80 ribu dari Muhammad bin Hammam untuk memilih Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.





comments powered by Disqus