olahraga

Ada transfer mencurigakan senilai US$ 22 juta terkait Piala Dunia 2022

Berasal dari sebuah perusahaan Qatar ke rekening milik Ricardo Teixiera.

29 November 2017 05:15

Kementerian Kehakiman Brasil dan FBI (Biro Penyelidik Federal) Amerika Serikat tengah menyelidiki sebuah transfer senilai US$ 22 juta dibuat oleh Qatar dan diduga terkait dengan Piala Dunia 2022, seperti dilansir situs berita Mediapart asal Prancis Ahad lalu.

Tim jaksa dari kedua negara itu dokumen perbankan atas nama mantan bos Asosiasi Sepak Bola Brasil Ricardo Texeira, membuka rekening di Pache Monaco, lembaga keuangan dikontrol oleh Credit Mutuel, hingga 2013.

Mereka kemudian memperoleh bukti transfer sebesar US$ 22 juta dari Ghanim Bin Saad Al-Saad & Sons Group (CSSG), perusahaan asal Qatar, ke rekening Texeira pada januari 2011, tidak lama setelah Qatar terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. "CSSG dipimpin oleh pengusaha Ghanim bin Saad as-Saad berada di pusat dugaan korupsi," tulis Mediapart.

Teixeira, ketua Asosiasi Sepak Bola Brasil sejak 1989, berhenti pada 2012 setelah menjadi sasaran investigasi soal pencucian uang dan kecurangan terjadi selama 2009-2012. Dia merupakan anggota Kmite Eksekutif FIFA (Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional) ikut dalam pemungutan suara pada Desember 2010 di Kota Zurich, Swiss, menghasilkan Qatar sebagai penyelenggara Piala Dunia 2022.

Ricardo Teixeira kemudian diduga ikut dalam sebuah skema untuk membeli suara bagi Qatar di antara 22 anggota Komite Eksekutif FIFA.

Mediapart melaporkan di awal 2013, sejumlah transfer terjadi di hari sama dari rekening Teixeira ke rekening kepunyaan Jack Warner, Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia Muhammad bin Hammam, dan Presiden Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan Nicolas Leoz.

Stadion Al-Wakrah bakal dipakai untuk Piala Dunia 2022. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Buruh Piala Dunia 2022 asal Nepal tewas terjatuh dalam proyek pembangunan stadion

Lelaki 23 tahun itu meninggal pada 14 Agustus dalam proyek pembangunan Stadion Al-Wakrah.

Kalusha Bwalya, Anggota Komite Eksekutif CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika) sekaligus mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia. (Twitter/KalushaPBwalya)

FIFA beri sanksi bagi mantan presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia karena terima suap dari Qatar

Kalusha Bwalya telah menerima fulus sebesar US$ 80 ribu dari Muhammad bin Hammam untuk memilih Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani bersama istrinya, Syekha Muza, saat merayakan terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 di Kota Zurich, Swiss, pada 2010. (Albalad.co/Screengrab)

Qatar sabotase para pesaingnya agar terpilih jadi tuan rumah Piala Dunia 2022

Qatar diduga membayar sebuah perusahaan komunikasi dan para mantan agen CIA untuk kampanye negatif terhadap Amerika, Australia, dan Inggris, tiga negara pesaing dalam pencalonan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Stadion Internasional Khalifah untuk Piala Dunia 2022 di Qatar. (qatcom.com)

Piala Dunia berikutnya di Qatar

Selama Piala Dunia 2022, penggemar disediakan tempat khusus untuk mabuk-mabukan, jaraknya sekitar sejam dari stadion.





comments powered by Disqus

Rubrik olahraga Terbaru

Konglomerat Kuwait berencana beli Charlton Athletic

Hasawi membeli Nottingham Forest pada 2012 lalu dijual kepada pengusaha dari Yunani, Evangelos Marinakis, pada 2017.

17 September 2018

TERSOHOR