olahraga

Turnamen sepak bola anak Indonesia digelar buat dukung Piala Dunia 2022

Qatar bakal menjadi negara muslim pertama menggelar Piala Dunia.

30 Januari 2018 22:08

Anak-anak Indonesia bermukim di Qatar baru-baru ini mengikuti turnamen Indoqapco Junior Football Tournament (IJFT) 2018. Kejuaraan ini disponsori oleh komunitas Indonesia bekerja di Qatar Petrochemical Company (IndoQapco), bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Qatar, Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar (Permiqa), Qatar Football Association (QFA) dan Indonesian Football Association in Qatar (IFQ).

Menurut Ketua IndoQapco Jazuli Ramadhan, turnamen tersebut diikuti oleh 338 anak Indonesia dari 26 tim sepak bola dalam lima kategori usia, U8, U10, U12, U14 dan U16 dari seluruh kota di Qatar, antara lain Doha, Dukhan, Massaid, Wakrah, dan Alkhor. Turnamen memperebutkan piala Duta Besar Indonesia untuk Qatar Muhammad Basri Sidehabi ini dilaksanakan di Alreem football field, Al Reem Club Mesaeed.

Ketua Komite Pengarah IJFT Mohamad Onny Vhonna bilang kompetisi ini bertujuan mengenalkan sepak bola secara dini untuk anak Indonesia sebagai sarana kegiatan olahraga, pembinaan, pengembangan sportivitas, serta mencari bibit unggul pesepak bola muda.

Turnamen ini diresmikan dengan tendangan bola secara simbolis oleh Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Doh Endang Kuswaya bersama Ketua IFQ Rakhmat Soebekti, Ketua Permiqa Edwin Kurniawan, dan Presiden IndoQapco Jazuli Ramadhan.

Pejabat KBRI Doha, Boy Dharmawan, mengatakan penyelenggaraan turnamen ini merupakan bentuk dukungan masyarakat Indonesia di Qatar guna menyukseskan persiapan Piala Dunia 2022 di Qatar. Selain itu, menjadi ajang pendidikan toleransi, sportivitas, gotong-royong, serta semangat bersaing bagi generasi muda.

Piala Dunia 2022 di Qatar bakal menjadi catatan sejarah karena untuk pertama kalinya turnamen sepak bola plaing bergengsi sejagat itu digelar di negara berpenduduk mayoritas muslim.

Kalusha Bwalya, Anggota Komite Eksekutif CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika) sekaligus mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia. (Twitter/KalushaPBwalya)

FIFA beri sanksi bagi mantan presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia karena terima suap dari Qatar

Kalusha Bwalya telah menerima fulus sebesar US$ 80 ribu dari Muhammad bin Hammam untuk memilih Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifah ats-Tsani bersama istrinya, Syekha Muza, saat merayakan terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 di Kota Zurich, Swiss, pada 2010. (Albalad.co/Screengrab)

Qatar sabotase para pesaingnya agar terpilih jadi tuan rumah Piala Dunia 2022

Qatar diduga membayar sebuah perusahaan komunikasi dan para mantan agen CIA untuk kampanye negatif terhadap Amerika, Australia, dan Inggris, tiga negara pesaing dalam pencalonan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Stadion Internasional Khalifah untuk Piala Dunia 2022 di Qatar. (qatcom.com)

Piala Dunia berikutnya di Qatar

Selama Piala Dunia 2022, penggemar disediakan tempat khusus untuk mabuk-mabukan, jaraknya sekitar sejam dari stadion.

Lokasi pembangunann sebuah stadion Piala Dunia 2022 di Qatar. (Arabian Business)

Buruh proyek Piala Dunia 2022 bekerja 148 hari tanpa libur

"Kasus paling ekstrem ditemukan adalah 14 jam kerja sehari...dan 402 jam kerja dalam sebulan."





comments powered by Disqus